Kisah Mantri Perempuan BRI Menembus Ombak Demi Jaga Akses Keuangan Warga Kepulauan

16 hours ago 13

Liputan6.com, Banggai kepulauan - Bagi sebagian orang, perjalanan melintasi laut mungkin menjadi pengalaman sesekali. Namun, bagi Eka Fitriyani Wulandari, aktivitas itu telah menjadi bagian dari rutinitas pekerjaan. Sebagai Mantri BRI Unit Salakan di bawah BRI Branch Office Luwuk, perempuan berusia 34 tahun tersebut rutin menyeberangi lautan untuk melayani masyarakat di Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Di wilayah kepulauan yang akses antarpulaunya bergantung pada transportasi laut dengan kondisi cuaca yang kerap berubah, Eka memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap terpenuhi. Perjalanan menggunakan kapal maupun perahu dengan fasilitas yang terbatas menjadi bagian dari kesehariannya demi menjaga akses keuangan warga.

Eka bergabung dengan BRI sejak 2014. Setelah sempat bertugas sebagai teller dan customer service, pada 2018 ia dipercaya mengemban peran sebagai mantri. Posisi tersebut membuatnya lebih banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memahami kebutuhan para nasabah di lapangan.

"Saya memilih berkarier sebagai mantri karena peran ini sangat dekat dengan masyarakat. Saya bisa bertemu langsung, berbaur, dan memahami kebutuhan nasabah di lapangan," ujarnya.

Menjangkau Nasabah hingga Pulau-Pulau Terpencil

Sebagai mantri, Eka tidak hanya bertugas membuka akses pembiayaan bagi masyarakat. Ia juga rutin mengunjungi nasabah, mendampingi Agen BRILink, serta mengadakan pertemuan dengan warga dan kelompok usaha di wilayah binaannya.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Eka berupaya memahami kebutuhan layanan keuangan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai pengelolaan usaha. Sebagian besar warga yang ia dampingi menggantungkan mata pencaharian pada sektor produktif, seperti nelayan, petani kelapa, hingga pelaku usaha sembako.

Untuk mencapai pulau-pulau tersebut, Eka harus menempuh perjalanan laut menggunakan kapal maupun perahu sederhana. Kondisi perjalanan yang tidak selalu bersahabat membuat setiap kunjungan membutuhkan kesiapan fisik maupun mental.

"Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya, sehingga setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental. Meski demikian, saya tetap menjalaninya dan bersyukur karena melihat antusiasme masyarakat membuat seluruh perjalanan terasa sepadan," ungkapnya.

Tetap Melayani Meski Dihadapkan Berbagai Tantangan

Bagi Eka, tantangan sebagai mantri di wilayah kepulauan tidak hanya datang dari medan perjalanan, tetapi juga dari tuntutan untuk terus belajar agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dengan tepat. Keterbatasan infrastruktur seperti akses listrik menjadi tantangan dalam menjaga komunikasi dengan nasabah, sementara waktu kunjungan yang terbatas membuat setiap pertemuan harus dimanfaatkan secara optimal. Di tengah kondisi tersebut, ia juga menjalani peran sebagai ibu yang terkadang harus berjauhan dari keluarga, termasuk dari anaknya yang masih berusia tiga tahun.

“Kita harus percaya diri karena pada akhirnya diri kita sendiri yang akan membantu melewati setiap tantangan. Teruslah berkembang dengan menggali potensi yang dimiliki, dan yang terpenting bekerjalah dengan hati agar pekerjaan seberat apa pun tidak terasa sebagai beban,” tuturnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengapresiasi dedikasi Eka yang tetap konsisten melayani dan mendampingi masyarakat hingga ke wilayah kepulauan. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan Eka menjadi representasi nyata dedikasi Mantri BRI dalam menghadirkan layanan keuangan hingga di wilayah 3T (terdepan, terluar dan terpencil).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |