Liputan6.com, Jakarta - Uni Emirat Arab (UEA) bakal keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada 1 Mei 2026. Hal ini sebuah pukulan besar bagi organisasi yang mengkoordinasikan produksi di antara banyak produsen minyak terbesar di dunia, terutama Timur Tengah.
Mengutip CNBC, Selasa, (28/4/2026), pengumuman pada Selasa pekan ini terjadi setelah UEA menjadi target serangan rudal dan drone selama berminggu-minggu oleh sesame anggota OPEC, Iran.
Serangan Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz juga sangat membatasi kemampuan UEA untuk mengekspor minyak, mengancam fondasi ekonominya.
UEA telah memainkan peran berpengaruh dalam keputusan OPEC selama hampir enam dekade. Pada Februari, UEA merupakan produsen minyak terbesar ketiga di grup tersebut setelah Arab Saudi dan Irak. Negara Teluk ini bergabung dengan OPEC pada 1967, tujuh tahun setelah organisasi tersebut didirikan.
UEA tidak secara jelas menyatakan mengapa mereka memutuskan untuk meninggalkan OPEC sekarang. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Energi menyebutkan, UEA sampai pada kesimpulan keluar dari grup tersebut adalah demi kepentingan nasional mereka setelah tinjauan komprehensif terhadap kebijakan dan kapasitas produksi mereka, kata kementerian energi dalam sebuah pernyataan.
“UEA tetap berkomitmen pada stabilitas pasar dan akan terus bekerja sama dengan produsen dan konsumen untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Kementerian Energi.
Kementerian menambahkan, keluarnya UEA dari OPEC akan memberikan fleksibilitas lebih besar untuk menanggapi dinamika pasar. “Kami menegaskan kembali apresiasi kami atas upaya OPEC dan aliansi OPEC+ dan mendoakan kesuksesan bagi mereka,” kata Kementerian Energi.
OPEC+ Tambah Kuota Produksi Minyak 206.000 Barel per Hari
Sebelumnya, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) sepakat menaikkan kuota produksi minyak sebesar 206.000 barel per hari untuk Mei. Namun, kenaikan ini dinilai hanya bersifat simbolis di tengah gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Kebijakan tersebut diambil dalam pertemuan virtual yang diikuti delapan negara anggota, termasuk Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.
Dikutip dari Al Jazeera, Senin (6/4/2026), Langkah ini diambil meski sejumlah negara produsen utama belum mampu meningkatkan produksi secara signifikan. Penyebabnya adalah konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang berdampak langsung pada distribusi energi global.
Perang tersebut menyebabkan terganggunya jalur vital distribusi minyak dunia, yakni Selat Hormuz, yang sejak akhir Februari praktis tidak beroperasi normal.
Dalam pernyataannya, OPEC+ menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas pasar minyak global.
“Negara-negara akan terus memantau dan menilai kondisi pasar, serta berupaya mendukung stabilitas pasar,” demikian pernyataan resmi OPEC+.
Selat Hormuz Terganggu, Harga Minyak Melonjak
Gangguan di Selat Hormuz berdampak besar terhadap ekspor minyak dari negara-negara utama seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak. Jalur ini merupakan salah satu rute distribusi minyak paling penting di dunia.
Akibatnya, harga minyak mentah melonjak hingga mendekati USD 120 per barel, level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kenaikan ini turut mendorong harga bahan bakar transportasi di berbagai negara.
Bahkan, lembaga keuangan global JPMorgan memperingatkan harga minyak bisa melampaui USD 150 per barel jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut hingga pertengahan Mei.
Meski OPEC+ menaikkan kuota produksi, tambahan tersebut hanya mencakup kurang dari 2 persen dari total pasokan yang hilang akibat penutupan jalur tersebut.
Sumber internal OPEC+ menyebutkan bahwa peningkatan ini lebih sebagai sinyal kesiapan untuk meningkatkan produksi lebih besar jika situasi kembali normal.
Upaya Diplomasi dan Ancaman Memanas
Di tengah situasi yang memanas, Iran mulai memberikan kelonggaran terbatas terhadap penggunaan Selat Hormuz. Irak disebut menjadi salah satu negara yang dikecualikan dari pembatasan, dengan kapal tanker minyaknya masih bisa melintas.
Sementara itu, Oman mengumumkan tengah berlangsung pembicaraan dengan Iran untuk mencari solusi agar jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali lancar.
Di sisi lain, ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan memperluas serangan jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.
Ancaman tersebut mencakup potensi serangan terhadap infrastruktur sipil Iran, seperti jembatan dan pembangkit listrik.
Selain itu, OPEC+ juga menyoroti dampak serangan terhadap infrastruktur energi.
“Pemulihan aset energi yang rusak membutuhkan biaya besar dan waktu yang lama, sehingga memengaruhi ketersediaan pasokan secara keseluruhan,” tulis OPEC+.
Dengan kondisi yang masih penuh ketidakpastian, pasar minyak global diperkirakan tetap bergejolak dalam waktu dekat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549892/original/031411500_1775632533-1000284135.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2927002/original/003237400_1569918668-20191001-Parade-Militer-HUT-RRC-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4595489/original/008615000_1696237539-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567749/original/021231900_1777332665-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568464/original/074373600_1777360582-kre5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552785/original/012827200_1775829006-Kereta_Cepat_Whoosh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568509/original/009151800_1777361366-Taksi_Green_SM-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532640/original/049975100_1773662182-Screenshot_20260316_175520_Gallery_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568463/original/079701000_1777360581-kre3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4366852/original/024313500_1679394801-20230321-Pelaporan-SPT-Karyawan-dan-Staf-Kesekjenan-DPR-Tallo-x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568436/original/043916200_1777359168-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-28_April_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568154/original/039896500_1777350648-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568155/original/028997500_1777350653-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567733/original/026816400_1777330642-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567819/original/019325200_1777340139-Korban_Kecelakaan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568043/original/081874300_1777348497-6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473020/original/097246400_1768383522-1000205954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467577/original/035269700_1767923184-AP26008792900594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479679/original/084946100_1768985177-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5283039/original/033440500_1752499728-000_36WX98V.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483248/original/002237600_1769348730-alwi_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484453/original/024648100_1769429500-tom4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325417/original/070038100_1755978346-AP25235673218519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482923/original/084488100_1769287691-virgil_van_dijk_semangat_bournemouth_liverpool_ap_ian_walton.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4702242/original/020445800_1703907385-000_349828W.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)