Profil Green SM, Taksi Listrik asal Vietnam

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tabrakan antara kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Pada kecelakaan kereta tersebut juga melibatkan satu unit kendaraan Taksi Green SM. Satu taksi tertemper KRL di lintasan kereta sebelum insiden.

Adapun taksi Green SM bagian dari Green and Smart Mobility (GSM) yang diluncurkan oleh pimpinan Vingroup sekaligus miliarder Vietnam Pham Nhat Vuong pada 6 Maret 2023. Miliarder  ini memiliki sumber kekayaan dari real estate, ritel, perawatan kesehatan, kendaraan listrik.

GSM merupakan perusahaan yang fokus pada penyewaan kendaraan ramah lingkungan dan cerdas. GSM menjadi pionir dunia dalam kendaraan listrik multi-platform.

Mengutip laman greensm.com, GSM beroperasi dalam dua layanan yakni pemesanan mobil listrik dan penyewaan mobil serta sepeda motor listrik dengan investasi mencapai 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor.

“Kami menyediakan layanan perjalanan dengan kendaraan listrik, sekaligus menyewakan kendaraan kepada perusahaan transportasi untuk memenuhi kebutuhan akan opsi transportasi yang ramah lingkungan,” demikian seperti dikutip.

Sementara itu, Green SM merupakan merek pertama layanan pemesanan mobik listrik di Vietnam. Saat ini perseroan mulai membuka pasar internasional. Layanan Green SM ini seluruhnya beroperasi memakai mobil listrik VinFast. Mobil ini generasi taksi tanpa aroma bensin, kebisingan mesin, baik untuk kesehatan pelanggan dan ramah lingkungan. Mengutip berbagai sumber, Green SM mengoperasikan taksi listrik di Indonesia pada Desember 2024.

Taksi Green SM Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Sebelumnya,  Taksi Green SM Indonesia buka suara atas kecelakaan kereta di dekat Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan satu unit kendaraannya pada Senin (27/4/2026) malam. Satu taksi itu tertemper oleh KRL di lintasan kereta, sebelum insiden tabrakan dua kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," tulis pernyataan resmi Green SM Indonesia yang diunggah pada akun Instagram resmi miliknya, Selasa (28/4/2026).

Perusahaan taksi listrik ini pun mengaku telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, dan mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan."

"Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.

Tabrakan KA Jarak Jauh dan KRL

Seperti diketahui, tabrakan antara kereta api (KA) Jarak Jauh dengan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Akibatnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menghentikan sementara perjalanan KRL Lintas Cikarang.

"KAI Commuter menginformasikan bahwa pada hari ini (28/4) perjalanan Commuter Line Cikarang sementara waktu tidak dijalankan. Sampai saat ini masih dilakukan proses evakuasi akibat insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur," tulis KAI Commuter dalam pengumuman di akun IG resmi miliknya.

Adapun untuk perjalanan KRL Commuter Line Lintas Cikarang, pemberangkatan awal dilakukan dari Stasiun Bekasi, baik melalui Manggarai ataupun Pasar Senen. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," ungkap KCI.

Read Entire Article
Bisnis | Football |