Investasi Emas Makin Diminati, Ini Alasannya

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Minat masyarakat terhadap investasi emas menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini tidak lepas dari berbagai keunggulan yang ditawarkan emas sebagai instrumen investasi, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Emas, yang telah lama dikenal sebagai simbol kekayaan dan stabilitas, kini menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari keamanan dan potensi pertumbuhan nilai.

Peningkatan daya tarik emas sebagai investasi didorong oleh sejumlah faktor fundamental yang menjadikannya aset yang tangguh. Mulai dari kemampuannya sebagai aset safe haven hingga perannya sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas menawarkan solusi bagi para investor untuk menjaga dan bahkan mengembangkan kekayaan mereka di masa depan. Berbagai kemudahan akses juga turut mendukung popularitas investasi ini di kalangan masyarakat luas.

Lantas, mengapa investasi emas makin diminati oleh berbagai kalangan?

Investor Makin Selektif

Ketidakpastian geopolitik global yang masih berlangsung hingga 2026 mendorong investor untuk semakin selektif dalam menempatkan aset. Dalam kondisi ini, emas kembali menguat sebagai instrumen investasi yang tidak hanya defensif, tetapi juga relevan dalam menjaga stabilitas nilai kekayaan.

Secara global, permintaan emas menunjukkan tren yang kuat. World Gold Council mencatat pembelian emas oleh bank sentral dunia telah menembus lebih dari 1.000 ton per tahun dalam beberapa tahun terakhir. Catatan ini menjadi salah satu level tertinggi sepanjang sejarah.

Di dalam negeri, tren tersebut juga tercermin dari perilaku investor. Berdasarkan survei Jakpat bertajuk Indonesia Investment Trends melaporkan instrumen berbasis emas dan aset fisik menjadi pilihan utama masyarakat pada 2025. Perhiasan dipilih oleh 67% responden, diikuti logam mulia/emas sebesar 66%, serta properti 63%.

Berdasarkan survei Populix pada Januari 2026, emas menjadi instrumen yang paling mendominasi dengan tingkat kepercayaan mencapai 80%. Angka ini menunjukkan kesenjangan yang sangat signifikan dibandingkan aset lainnya, di mana uang tunai berada di posisi kedua dengan 7%, disusul oleh properti atau real estate sebesar 6%. Sementara itu, instrumen yang memiliki volatilitas lebih tinggi atau kompleksitas berbeda seperti saham (3%), obligasi (2%), serta kripto dan valuta asing yang masing-masing hanya menyentuh 1%.

Profil Investasi Emas

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, mengatakan bahwa profil investasi emas saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Menurutnya, emas memiliki karakteristik unggul sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.

Dalam situasi ketidakseimbangan ekonomi global mulai dari tekanan inflasi hingga volatilitas pasar keuangan emas cenderung mampu mempertahankan daya beli dan memberikan stabilitas nilai aset.

“Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas semakin dipandang sebagai alat proteksi nilai. Kami melihat adanya pergeseran perilaku investor, di mana emas kini menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan emas juga dikenal sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil. Berbeda dengan instrumen berisiko tinggi yang sensitif terhadap sentimen pasar, emas memiliki kecenderungan nilai yang meningkat dalam jangka panjang, sehingga cocok untuk perencanaan keuangan masa depan.

Potensi Keuntungan Jangka Panjang dan Keterbatasan Pasokan

Secara historis, harga emas menunjukkan tren peningkatan yang stabil dalam jangka panjang, menjadikannya aset dengan potensi keuntungan yang menarik. Dalam sepuluh tahun terakhir, emas menawarkan return rata-rata sekitar 6,5%.

Bahkan, harga emas tercatat dapat naik dua kali lipat dalam lima tahun dan empat kali lipat dalam satu dekade. Meskipun fluktuasi jangka pendek mungkin terjadi, investasi emas idealnya dilakukan untuk jangka menengah hingga panjang guna meraih keuntungan optimal.

Salah satu faktor pendorong utama kenaikan harga emas adalah keterbatasan pasokannya. Emas merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, dan cadangannya di bumi semakin menipis. Proses penambangannya pun semakin sulit dan mahal, yang secara alami membatasi jumlah emas yang dapat diproduksi setiap tahun.

Di sisi lain, permintaan akan logam mulia ini terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, baik dari sektor industri, perhiasan, maupun investasi. Keterbatasan pasokan yang berhadapan dengan tingginya permintaan ini menciptakan tekanan ke atas pada harga emas, menjadikannya aset yang berpotensi terus bertumbuh nilainya di masa mendatang.

Read Entire Article
Bisnis | Football |