WFH 1 Hari Diumumkan Besok, Hemat Konsumsi BBM Berapa?

9 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah bakal segera menerapkan kebijakan bekerja dari rumah alias work from home (WFH) sehari dalam sepekan. Sebagai langkah efisiensi konsumsi BBM dalam menghadapi ketidakpastian pasokan energi global.

Praktisi industri Praktisi minyak dan gas bumi (migas) Hadi Ismoyo memperkirakan, kebijakan WFH 1 hari memang bakal menghemat penggunaan BBM secara nasional, namun tidak terlalu besar.

Pasalnya, penyerapan BBM terbesar bukan berasal dari sisi hilir, tapi pelaku industri hingga PT PLN (Persero) untuk operasionalisasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

"Menurut perhitungan kasar saya, maksimal hanya mengurangi konsumsi BBM sebesar 10 persen. Justru yang besar mengkonsumsi BBM itu adalah industri, dan PLN yang masih mengandalkan PLTD," ujar Hadi kepada Liputan6.com, Senin (30/3/2026).

Di luar itu, ia menilai program WFH 1 hari dalam sepekan perlu didukung sebagai langkah efisiensi menghadapi kondisi krisis energi dan eskalasi perang yang semakin meningkat saat ini. Terlebih, jalannya pemerintahan maupun sektor industri saat ini tetap bisa dilaksanakan secara digital.

"Namun perlu diingat, ada jenis pekerjaan tertentu yg sifatnya operational di lapangan. Misalnya pekerjaan di field operations migas, baik onshore maupun offshore, harus di lakukan offline dan standby 24 jam dalam 2 team bergilir," dia menekankan.

Antisipasi Kenaikan Harga Minyak dan BBM

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema Work From Home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja. Sebagai upaya antisipasi dampak lonjakan harga energi dunia, khususnya harga minyak dan BBM.

“Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan," ungkap Menko Airlangga beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pemerintah terus memperkuat ketahanan fiskal nasional di tengah dinamika global, termasuk kenaikan harga energi dan komoditas.

“Kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3 persen dan sesuai dengan arahan pada saat Sidang Kabinet Paripurna dan sudah dirapatkan dengan kementerian teknis, itu dilakukan efisiensi dari berbagai K/L. Dan dengan efisiensi berbagai K/L itu defisit 3 persen bisa dijaga,” ujar Menko Airlangga.

Diumumkan Selasa Besok

Terpisah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut kepastian mengenai kebijakan bekerja dari rumah (WFH) dalam rangka penghematan energi di tengah dinamika global akan diumumkan pada Selasa (31/3).

“Sabar saja, itu saya dengar kemungkinan besar, kemungkinan, ya, akan disampaikan resmi besok. Jadi, saya enggak mau mendahului,” ucap Tito dikutip dari Antara.

Tito enggan memberikan bocoran terkait kebijakan WFH itu lebih lanjut. Namun, dia memastikan Kementerian Dalam Negeri nantinya akan mengeluarkan imbauan lebih rinci kepada pemerintah daerah (pemda).

“Iya, pasti ada (imbauan ke pemda),” ujarnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |