Kondisi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak Terpantau Lancar

6 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi puncak arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten terpantau berjalan lancar dan aman pada Minggu dini hari, (29/3/2026).

Mengutip Antara, kelancaran ini terlihat dari tidak ada penumpukan penumpukan dan kendaran di area dermaga pelabuhan.

Ratusan kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua yang baru saja turun dari kapal feri dapat langsung keluar area pelabuhan tanpa mengalami hambatan yang berarti. Proses bongkar muat kapal berjalan dengan sangat efisien berkat koordinasi yang baik antar instansi terkait.

Rahmat (45), salah satu pemilir asal Bandar Lampung, Lampung, yang hendak menuju Bekasi, Jabar, saat ditemui di Pelabuhan Merak, Minggu dini hari, mengaku kelancaran perjalanan arus balik tahun ini.

"Alhamdulillah, perjalanan arus balik tahun ini sangat lancar. Antrean saat keluar dari kapal cukup cepat dan petugas di lapangan sangat sigap mengarahkan jalur masuk maupun keluar pelabuhan," tutur dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Maruli Ahiles Hutapea menuturkan Polda Banten memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026. Lonjakan kendaraan diperkirakan meningkat signifikan pada periode tersebut.

"Arus kendaraan dari Sumatera menuju Jawa diprediksi mendominasi pergerakan. Kondisi ini menjadi perhatian utama aparat kepolisian di lapangan," ujar dia.

Hal ini sejalan dengan kesiapan jajaran Polda Banten dalam menghadapi lonjakan kendaraan.

Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara maksimal oleh petugas di lapangan.

Seluruh personel akan disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi kepadatan.

Selain penempatan personel, Polda Banten juga menyiapkan rekayasa lalu lintas, salah satunya melalui penerapan sistem contraflow apabila dibutuhkan.

Skema ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang meningkat, terutama di ruas tol yang mengarah ke wilayah Jakarta.

Data Posko Bakauheni

Berdasarkan data Posko Bakauheni pada H+6 Lebaran, tercatat 112 trip beroperasi melayani arus balik. Total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa sejak H-10 hingga H+6 mencapai 1.148.252 orang atau naik 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

​Pada H+6 tersebut, volume kendaraan roda dua dari Sumatera ke Jawa mencapai 11.661 unit, sementara roda empat mencapai 14.142 unit. Total seluruh kendaraan yang menyeberang pada hari tersebut tercatat sebanyak 26.565 unit.

​Sebaliknya, dari arah Jawa ke Sumatra melalui Posko Merak pada H+6 tercatat beroperasi 128 trip dengan total 11.901 kendaraan.

Secara akumulatif dari H-10 hingga H+6, jumlah penumpang menuju Sumatra mencapai 1.266.794 orang dengan total kendaraan menyeberang sebanyak 319.121 unit.

Puncak Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni-Merak Diprediksi Akhir Pekan Ini

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksi puncak arus balik dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak terjadi akhir pekan ini. Tren lonjakan kendaraan melintas pun mulai terlihat.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mencatat hingga saat ini sekitar 49 persen pemudik telah kembali ke Jawa. Sehingga tekanan arus diprediksi akan terus meningkat, terutama pada puncak arus balik kedua pada 28–29 Maret 2026.

“Arus balik tidak terjadi serentak, tetapi meningkat secara bertahap. Setelah sempat landai, pergerakan kini kembali menguat dan diproyeksikan mencapai puncaknya dalam waktu dekat," kata Heru dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan data operasional, total penumpang yang telah kembali ke Jawa pada periode 22 Maret hingga 26 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+4) mencapai 444.223 orang atau sekitar 49 persen dari total penumpang saat arus mudik sebesar 898.864 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali tercatat sebanyak 118.297 unit atau 49 persen dari total kendaraan saat mudik sebanyak 239.920 unit.

"Karena itu, kami memastikan seluruh kesiapan operasional berada pada level optimal, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menghindari periode puncak yang diperkirakan pada Sabtu (28/3/2026) dan Minggu (29/3/2026),” ujar Heru.

Siapkan Buffer Zone

Dengan masih tersisa sekitar 51 persen pengguna jasa yang belum kembali, potensi lonjakan dalam waktu berdekatan menjadi perhatian utama. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP memperkuat pola operasi yang adaptif, termasuk penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal saat kepadatan meningkat.

Pengendalian arus kendaraan juga diperkuat melalui sistem delaying dan pengalihan arus di sejumlah buffer zone strategis. Di Merak, pengaturan dilakukan melalui Rest Area KM 43, KM 68, serta Jalan Lingkar Selatan (JLS).

Sementara di Bakauheni, titik penyangga mencakup Rest Area KM 49B, KM 20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati, untuk memastikan distribusi kendaraan tetap terkendali dan tidak menumpuk di pelabuhan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |