Sido Muncul Kembali Raih PROPER Emas, Irwan Hidayat Ukir Green Leadership PROPER Keempat

16 hours ago 11

Menariknya, dalam jajaran penerima Green Leadership PROPER tahun ini, Irwan menjadi satu-satunya pemimpin dari sektor perusahaan jamu dan farmasi yang berhasil meraih penghargaan tersebut. Ia pun mengaku bersyukur atas capaian tersebut.

“Kalau dibilang beruntung, ya saya bersyukur. Tapi keberuntungan itu tidak datang tiba-tiba. Ini melalui proses panjang,” ujar Irwan.

Bagi Irwan, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan cerminan dari keseriusan perusahaan dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari strategi bisnis.

Lebih jauh, Irwan menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran tim di balik layar. Ia menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun dengan nilai kedisiplinan, ketakwaan, dan kreativitas.

“Yang bekerja keras itu tim kami di pabrik, khususnya tim lingkungan. Mereka yang berjuang setiap hari. Saya hanya menerima hasilnya. Jadi, penghargaan ini sepenuhnya milik tim Sido Muncul,” ungkapnya.

Inovasi Sido Muncul: Efisiensi Energi, Pengelolaan Limbah hingga SMARTANI 

Irwan menjelaskan Sido Muncul telah menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan, mulai dari efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, hingga pengelolaan limbah yang diklaim telah mencapai zero waste.

“Kami menjalankan berbagai inisiatif, mulai dari efisiensi energi, penggunaan listrik terbarukan, hingga memastikan listrik yang digunakan tidak bersubsidi. Kami juga mengelola limbah dengan baik hingga mencapai zero waste. Jadi, operasional perusahaan kami benar-benar diarahkan untuk minim dampak lingkungan," jelasnya.

Manager Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono menambahkan bahwa capaian Proper Emas bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Ia menjelaskan, PROPER Emas menuntut perusahaan melakukan berbagai langkah inovatif yang berdampak nyata terhadap lingkungan dan masyarakat. Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah menghadirkan eco-inovasi di berbagai lini operasional.

“Yang kita lakukan adalah eco-inovasi dalam berbagai hal. Salah satunya penggunaan energi baru terbarukan. Saat ini sudah lebih dari 90% kita menggunakan energi terbarukan, sehingga bisa menekan emisi karbon,” jelasnya.

Tak hanya itu, perusahaan juga fokus pada efisiensi penggunaan sumber daya lain.

“Kita juga melakukan efisiensi penggunaan air, pengolahan limbah B3, serta pengurangan limbah B3 itu sendiri,” tambahnya.

Sebagai bagian dari eco-inovasi berbasis Life Cycle Assessment (LCA), Sido Muncul menerapkan efisiensi energi, pengendalian emisi, pengurangan limbah non-B3, serta pengelolaan sampah terintegrasi. Langkah ini difokuskan pada titik-titik proses produksi yang paling berdampak (hotspot), guna meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus mendorong praktik produksi berkelanjutan sejalan dengan SDGs.

Komitmen tersebut juga diperluas melalui program pemberdayaan masyarakat SMARTANI (Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi) yang dijalankan di Desa Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, wilayah yang menghadapi tantangan alih fungsi lahan dan menurunnya minat generasi muda di sektor pangan.

Melalui SMARTANI, masyarakat didampingi membangun kemandirian pangan desa lewat berbagai inisiatif, seperti bank ternak bergulir, pusat pembelajaran pertanian dan peternakan, optimalisasi lahan terbatas, hingga pemanfaatan limbah organik. Program ini tak hanya meningkatkan kapasitas dan pendapatan warga, tetapi juga menjaga keberlanjutan lahan produktif serta memperkuat ketahanan pangan.

Lebih dari itu, SMARTANI menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah dalam menjawab tantangan lingkungan dan pangan secara berkelanjutan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |