Selain Hormuz, Ini Deretan Selat yang Kuasai Aliran Distribusi Minyak Dunia

8 hours ago 9
  • Mengapa jalur distribusi minyak mentah sangat penting?
  • Berapa persentase minyak mentah dunia yang diangkut melalui jalur laut?
  • Apa jalur pengiriman minyak terpenting di dunia?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Minyak mentah menjadi sumber energi penting. Hasil produk minyak tersebut itu dipakai dalam berbagai mesin, peralatan dan produk antara lain kosmestik dan cat. Seiring minyak yang menjadi sumber energi, jalur distribusinya juga menjadi hal penting. Selain Selat Hormuz, ternyata ada jalur pelayaran untuk distribusikan minyak.

Mengutip laman marineinsight.com 2024, dikutip Selasa (14/4/2026), berdasarkan laporan Energy Information Administration atau Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat, sekitar 61% minyak mentah dunia diangkut melalui jalur laut yang menghubungkan wilayah penghasil minyak utama dan pasar. Terdapat jalur pengiriman minyak internasional dan jalur internal di wilayah dan negara yang menangani pengiriman minyak.

Titik Maritim

Jalur pengiriman global strategis biasanya disebut sebagai titik kemacetan maritim. Sebagian besar berada di Timur Tengah karena sebagian besar produksi minyak global terjadi wilayah ini. Minyak dikirim dengan kapal tanker besar ke Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Serikat.

Wilayah lain yang menghasilkan minyak dalam jumlah signifikan adalah Afrika Utara dan Barat, Siberia, dan wilayah Asia Tengah, Laut Utara, China, wilayah Melayu dan wilayah Karibia di Amerika Selatan.

Adapun Timur Tengah adalah pengekspor minyak mentah terbesar, diikuti Afrika Utara dan Barat serta wilayah Asia Tengagra. Minyak ini sebagian besar mencapai negara-negara Eropa Barat laut, China dan Jepang.

Salah satu jalur pelayaran penting yang paling penting adalah Teluk Persia. Rute transportasi minyak dari Teluk Persia mencapai Eropa melalui Terusan Suez. Jalur pelayaran penting lainnya adalah Selat Malaka.

Selat Oresund terutama dilalui oleh kapal tanker minyak yang berasal dari Rusia yang ditujukan untuk pasar Eropa, meskipun AS telah memberlakukan banyak sanksi terhadap Rusia karena perang di Ukraina. Sebagian besar minuak dari ladang minyak Teluk Meksiko tiba di AS.

Minyak juga dikirim memakai pipa bawah laut. Misalnya, minyak bumi Alaska dan Kanada diangkut ke AS melalui pipa.

Selain itu, berikut sejumlah rute pengiriman minyak penting di dunia:

1.Selat Hormuz

Terletak di antara Iran dan Oman, jalur air strategis ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Teluk Oman. Ini adalah jalur pengiriman minyak terpenting di dunia, dengan aliran minyak tercatat sekitar 21 juta barel per hari pada 2022. Selain itu, sektiar seperlima dari total pengiriman LNG dunia juga melewati selat ini pada tahun yang sama.

Berdasarkan informasi dari Vortexa yang melacak pergerakan kapal tanker, Arab Saudi mengirimkan minyak mentah terbanyak melalui Selat Hormuz.

Lebih dari 80% minyak mentah melewati selat ini berakhir di Asia pada 2022 dengan importir utama India, China, Korea Selatan dan Jepang.

AS mengimpor sekitar 0,7 juta barel minyak dan kondensat per hari dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz. Sejak 2018, AS telah membeli lebih sedikit minyak mentah dari negara-negara Teluk Persia karena produksinya meningkat.

Kapal bukan satu-satunya entitas yang mengangkut minyak mentah melalui Selat Hormuz. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA)memiliki jalur pipa minyak yang melintasi jalur air ini.

Jalur pipa timur-barat Saudi Aramco dapat mengangkut 7 juta barel per hari. Uni Emirat Arab menghubungkan ladang minyak ke fasilitas ekspor Fujairah di Teluk Oman melalui jalur pipa dengan kapasitas 1,5 juta barel per hari.

Pada 2021, Iran juga membuka jalur pipa dan fasilitas ekspor baru di Teluk Oman. Namun, sejak peresmiannya, fasilitas itu tidak banyak digunakan.

2.Selat Malaka

Selat Malaka ini termasuk rute terpendek ke Asia. Jalur air penting ini terletak di antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Jalur ini juga menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik melalui Laut China Selatan. Selat ini termasuk rute maritim terpendek antara pemasok mintak di Teluk Persia dan Pasar Asia.

Indonesia dan China merupakan dua penerima utama minyak yang melewati selat ini. Selat ini juga merupakan jalur laut penting untuk LNG yang berasal dari Afrika dan Teluk Persia, terutama Qatar. LNG ini sebagian besar ditujukan untuk pasar Asia Timur dengan permintaan yang terus meningkat.

Jalur air ini hanya selebar 1,7 mil pada bagian tersempitnya, sehingga ada kemungkinan besar terjadi tabrakan kapal, tumpahan minyak dan kandasnya kapal. Pembajakan juga merupakan masalah utama yang dihadapi oleh kapal tanker yang melintasi jalur ini.

Jika titik hambatan ini diblokir, 50% kapal dunia harus melewati Selat Lombok di Indonesia dan Bali atau melalui Selat Sunda.

Beberapa program telah diusulkan untuk mengurangi lalu lintas kapal tanker di selat ini, dan beberapa telah diimplementasikan. Misalnya pipa untuk mengangkut gas alam melalui selat telah dibuka, membentang dari pelabuhan di Myanmar ke China.

3.Rute Terusan Suez

Terusan Suez Mesir merupakan rute transportasi minyak vital lainnya. Terusan ini menghubungkan Laut Merah dan Teluk Suez dengan Laut Mediterania.

Berdasarkan Otoritas Terusan Suez, sekitar 3,9 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan melewati terusan strategis ini pada 2016.

Terusan Suez dapat menampung beberapa kapal kontainer dan kapal pengangkut curah terbesar di dunia, tetapi kapal pengangkut minyak mentah jumbo tidak dapat melewatinya.

Selain itu, kapal tanker minyak VLCC yang terisi penuh tidak dapat melewatinya karena ukuran yang sangat besar dan fluktuasi permukaan air di reservoir.

Banyak kapal tidak dapat melewati jalur air tersebut sampai kedalaman terusan ditingkatkan untuk mengakomodasi lebih dari setengah dari semua kapal tanker.

Minyak mentah yang melewati Terusan Suez  mencapai Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Irak dan Arab Saudi adalah dua negara yang mengirimkan sebagian besar minyak mentah ke Eropa.

Ekspor minyak Rusia mencakup sebagian besar aliran minyak ke Selatan melalui terusan itu, diikuti Turki, Belanda, Libya dan Aljazair. Lebih dari setengah minyak ini berakhir di Singapura, India dan China.

Meningkatnya pengiriman minyak dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan produksi minyak, terutama di Arab Saudi dan Irak. Namun, jumlah kapal tanker minyak yang melewati Terusan Suez telah menurun karena serangan Houthi terhadap pelayaran komersial di Laut Merah, Teluk Persia dan Laut Arab.

4.Selat Bab el-Mandeb

Titik strategis ini terletak di antara Timur Tengah dan Afrika menghubungkan Laut Merah denagn Teluk Aden dan Laut Arab.

Sebagian besar ekspor gas alam dan minyak bumi dari Teluk Persia yang melintasi Terusan Suez melewati Selat Hormuz dan Bab el Mandeb untuk mencapai tujuannya.

Sekitar 6,2 juta barel per hari produk minyak bumi olahan, minyak mentah dan kondensat melewati selat ini pada 2018 yang ditujukan untuk pasar AS, Asia dan Eropa.

Sebelum 2015, volume LNG yang melewati selat ini sebanding dengan volume yang melintasi Terusan Suez karena pelabuhan Laut Merah kekurangan infrastruktur penanganan LNG.

Setelah 2015, Mesir dan Yordania mulai mengimpor LNG, dengan pengiriman meningkat menjadi 1,4 miliar kaki kubik per hari pada 2016, 80% di antaranya melalui Bab el Mandeb.

Selain itu, karena banyak ladang gas alam telah dieksplorasi di Mesir, negara itu mulai mengurangi impor LNG melalui selat ini.

Pada bagian tersempitnya, Bab el Mandeb memiliki lebar 18 mil. Oleh karena itu, terdapat dua jalur masing-masing untuk lalu lintas kapal tanker yang masuk dan keluar.

Jika selat itu diserang yang memaksa penutupannya, kapal tanker harus mengubah rute melalui Afrika, sehingga meningkatkan biaya dan waktu pengiriman.

5.Selat Turki

Dua titik rawan internasional ini terletak di barat laut Turki dan terdiri dari beberapa jalur yang menghubungkan Laut Aegea dan Mediterania ke Laut Hitam.

Jalur-jalur ini meliputi Selat Bosporus dan Dardanelles yang memisahkan benua Asia dan Eropa. Kedua jalur air ini terletak di Turki dan minyak mentah dari Rusia dan wilayajj Laut Kaspia melewati Selat Turki untuk mencapai pasar di Eropa barat dan Selatan.

Selat Turki sulit dinavigasi karena fitur geografisnya. Meskipun demikian, lebih dari 47.000 kapal melewati jalur air penting ini setiap tahun, menjadikannya jalur transportasi minyak yang sibuk.

Meskipun merupakan bagian dari Turki, kapal-kapal komersial dapat melewati selat tersebut selama masa damai. Namun, Turki dapat memberlakukan peraturan keselamatan dan lingkungan.

Pada 2016, sekitar 2,5 juta barel per hari minyak dan gas bumi melewati Selat Turki yang berasal dari Rusia dan negara-negara Eurasia lainnya yakni Kazakhstan dan Azerbaijan.

Lalu lintas maritim di Selat Turki naik sejak 2005, dengan meningkatnya produksi dari Kazakhstan dan Azerbaijan.

6.Selat Denmark

Selat Denmark terdiri dari beberapa saluran yang menghubungkan Laut Baltik dan Laut Utara. Lebih dari 60% dari seluruh ekspor minyak Rusia yang dikirim melalui Laut Baltik melewati Selat Denmark dalam perjalanannya ke pasar di seluruh dunia.

Setelah Pelabuhan Primorsk dibuka pada 2005, Moskow mulai memakai pelabuhan-pelabuhan Baltik-nya untuk ekspor minyak mentah. Pada 2012, pengiriman minyak dari Primorsk menyumbang sekitar 50% dari seluruh ekspor yang melewati Selat Denmark, meskipun volume minyak menurun pada 2016, turun sekitar 30%.

Mulai November 2023, the Danish Maritime Authority atau Otoritas Maritim Denmark diperintahkan untuk menghentikan kapal tanker yang membawa minyak Rusia melalui Selat Denmark, sesuai dengan peraturan Uni Eropa yang bertujuan memberlakukan pembatasan harga pada minyak Rusia di tengah perang di Ukraina.

7.Tanjung Harapan

Terletak di ujung Afrika Selatan, Tanjung Harapan juga merupakan jalur pengiriman minyak yang vital. Ini adalah area transit untuk kapal tanker minyak yang ditujukan ke berbagai belahan dunia. Pada 2016, sekitar 5,8 juta barel minyak mentah per hari dikirim melalui jalur ini.

Minyak ini sebagian besar dari Afrika, Karibian dan Amerika Selatan serta ditujukan untuk Asia, Timur Tengah dan Ameirka.

Ini juga dapat berfungsi sebagai jalur laut alternatif bagi kapal-kapal yang berlayar ke arah barat yang ingin menghindari Terusan Suez, Teluk Aden dan Bab el Mandeb.

Namun, pengalihan rutel kapal di sekitar tanjung meningkatkan waktu dan biaya pengiriman. Selain itu, jika Terusan Suez ditutup, kapal tanker minyak harus melewati Tanjung Harapan.

8.Rute Terusan Panama

Terusan Panama sepanjang 50 mil menghubungkan Samudra Pasifik dengan Laut Karibia dan Samudra Atlantik. Lebih dari 14.00 kapal melintasi terusan pada 2016, membawa lebih dari 200 juta ton kargo.

Kargo yang berasal dari atau ditujukan untuk AS mencakup lebih dari 60% pengiriman yang melintasi Terusan Panama. Pangsa terbesar kedua adalah China. Pada Januari 2024, peningkatan pengiriman LPG dan etana dari AS melewati terusan. Ekspor ini berakhir di negara-negara Asia Timur.

Ekspor minyak dan pengiriman lainnya menurun melalui Terusan Panama pada 2023 karena menghadapi situasi seperti kekeringan dengan penurunan permukaan air.

Namun, saat ini lebih banyak kapal yang  melewati Terusan Panama karena permukaan air di Danau Gatun telah membaik. Air danau itu digunakan untuk mengoperasikan pintu air Terusan Panama. Perusahaan pelayaran dapat memesan slot Terusan Panama jauh-jauh hari. Beberapa slot dilelang dengan biaya tertentu dan sebagian besar dipakai oleh Very Large Gas Constructed/VLGC).

9. Selat Singapura

Jalur air sepanjang 114 KM dan lebar 16 KM ini dapat berbahaya untuk dilayari di beberapa titik dengan kemungkinan besar terjadinya tumpahan minyak, kecelakaan maritim dan bahkan serangan bajak laut.

Namun, jika Selat Malaka ditutup, kapal-kapal perlu berlayar dari sekitar Indonesia, yang akan menyebabkan krisis energi di seluruh dunia karena sebagian besar minyak dan gas dunia melewati jalur ini.

Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan jalur sepanjang seribu kilometer yang memisahkan Semenanjung Malaya, Singapura, Sumatra (Indonesia), dan pulau-pulau lain di selatan. Sekitar sepertiga minyak dunia melewati jalur ini, yang sangat penting bagi Jepang karena lebih dari 80% minyaknya berasal dari sana. Lebih dari 400 kapal melewati selat ini setiap hari.

10.Selat Gibraltar

Lokasi strategis jalur air ini di dekat pintu masuk Laut Mediterania menjadikannya jalur pelayaran penting dengan sekitar 6.000 kapal yang melintas setiap tahun. Dari semua kapal tersebut, sekitar 30% adalah kapal tanker minyak, yang mengangkut sekitar 500.000 ton minyak mentah melalui selat setiap hari.

Selat Gibraltar menghubungkan Laut Mediterania dan Samudra Atlantik dan menawarkan layanan dok kering dan pengisian bahan bakar untuk kapal. Pentingnya sebagai titik pengisian bahan bakar meningkat karena Pelabuhan Aden menjadi tidak aman bagi kapal akibat perang saudara di Yaman.

Pada 2021, lebih dari 5.000 kapal menerima lebih dari 4 juta ton bahan bakar bunker. Beberapa rute maritim dari Eropa atau pantai timur Amerika Utara dan Terusan Suez juga melewati Selat Gibraltar.

Rute Pengiriman Minyak Lainnya:

Rute dari Afrika Utara, Laut Mediterania, dan Selat Gibraltar ke Eropa Utara.

Minyak mentah dari negara-negara Afrika Utara seperti Libya dikirim melalui rute ini ke Antwerp, Belgia, dan Rotterdam, Belanda.

Atlantik ke Eropa Barat & Amerika Utara

Afrika Barat melalui Tanjung Harapan ke Asia Timur.

Afrika Barat ke Selat Malaka ke Selat Taiwan ke Tiongkok

Rute ini mengirimkan minyak dari negara-negara Afrika Barat seperti Nigeria dan Angola ke Tiongkok.

Tenggara ke Asia Timur, digunakan oleh kapal tanker Panamax untuk transportasi minyak jarak pendek di dalam kawasan tersebut.

Teluk Persia ke Eropa Barat dan Amerika Utara: Sekitar 650 juta ton minyak mentah dikirim melalui rute ini setiap tahun, terutama dengan kapal tanker super.

Teluk Persia ke Jepang: Sekitar 100 juta ton minyak mentah dikirim ke Jepang melalui rute ini setiap tahun.

Meksiko ke Jepang: Rute ini melewati Samudra Pasifik melalui Terusan Panama ke Jepang, dan rute lain melewati pantai barat Meksiko ke Jepang melalui Pasifik Utara.

Read Entire Article
Bisnis | Football |