Rincian Harga Emas Pegadaian 14 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

21 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) kompak melemah pada perdagangan Selasa pekan ini. Penurunan harga emas Pegadaian ini untuk semua jenis yaitu UBS, Antam dan Galeri24. 

Menguitp laman Sahabat Pegadaian, Selasa (14/4/2026), harga emas UBS turun menjadi Rp 2.853.000 per gram dari semula Rp 2.890.000 per gram.

Sedangkan harga emas Antam juga melemah menjadi Rp 2.931.000 per gram dari awalnya Rp 2.975.000 per gram. Untuk harga emas Galeri24 melemah juga menjadi Rp 2.838.000 per gram dari awalnya Rp 2.876.000 per gram.

Harga emas di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara harga emas Antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.

Daftar lengkap harga emas Pegadaian:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.489.000
  • 1 gram: Rp 2.838.000
  • ‎2 gram: Rp 5.607.000‎
  • 5 gram: Rp 13.916.000‎
  • 10 gram: Rp 27.757.000
  • ‎25 gram: Rp 69.021.000‎
  • 50 gram: Rp 137.932.000
  • ‎100 gram: Rp 275.728.000
  • ‎250 gram: Rp 687.625.000‎
  • 500 gram: Rp 1.375.248.000‎
  • 1.000 gram: Rp 2.750.495.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.518.000‎
  • 1 gram: Rp 2.931.000‎
  • 2 gram: Rp 5.800.000
  • 3 gram: Rp 8.673.000‎
  • 5 gram: Rp 14.420.000
  • 10 gram: Rp 28.782.000
  • ‎25 gram: Rp 71.825.000‎
  • 50 gram: Rp 143.567.000
  • ‎100 gram: Rp 287.053.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.542.000‎
  • 1 gram: Rp 2.853.000‎
  • 2 gram: Rp 5.662.000
  • ‎5 gram: Rp 13.991.000
  • 10 gram: Rp 27.834.000
  • ‎25 gram: Rp 69.448.000‎
  • 50 gram: Rp 138.612.000‎
  • 100 gram: Rp 277.115.000
  • 250 gram: Rp 692.584.000
  • ‎500 gram: Rp 1.383.540.000.

Mengintip Arah Harga Emas Dunia Usai Kegagalan Perundingan AS-Iran

Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan awal pekan. Tekanan datang dari penguatan dolar AS serta gagalnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kekhawatiran inflasi.

Mengutip CNBC, Selasa (14/4/2026), harga emas spot turun 0,4% menjadi USD 4.728,59 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 7 April. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga terkoreksi 0,7% ke posisi USD 4.752,20.

Penguatan dolar AS membuat harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor global yang menggunakan mata uang lain.

Kondisi pasar saat ini dinilai sangat dipengaruhi oleh sentimen berita. Kepala strategi pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, mengatakan perhatian investor kini tertuju pada harga minyak mentah.

“Ini adalah pasar yang sangat dipengaruhi oleh berita utama. Semua mata tertuju pada harga minyak mentah karena itu akan menentukan inflasi dan kebijakan Federal Reserve,” ujarnya.

Ketegangan Iran Picu Lonjakan Harga Minyak dan Inflasi

Ketegangan geopolitik meningkat setelah militer Amerika Serikat mulai memblokade kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan Iran. Langkah ini diambil setelah perundingan akhir pekan gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Sebagai respons, Teheran mengancam akan melakukan pembalasan terhadap pelabuhan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk. Situasi ini membuat peluang gencatan senjata semakin tidak pasti.

Dampaknya, harga minyak dunia melonjak hingga menembus USD 100 per barel. Kenaikan harga energi ini memperbesar tekanan inflasi global dan membatasi ruang bank sentral untuk menurunkan suku bunga.

Suku bunga yang tetap tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas, karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil (yield). Meski begitu, emas tetap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga AS pada akhir tahun kini hanya sekitar 21%, turun dari 40% pada bulan sebelumnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |