Bertemu BlackRock Cs di AS, Menkeu Purbaya Beri Penjelasan Soal Ini

15 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan investor global termasuk BlackRock di New York dan Washington DC, Amerika Serikat (AS), untuk memperkuat kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya memaparkan, kondisi fundamental makroekonomi nasional serta arah kebijakan fiskal pemerintah. Ia menegaskan, pemerintah berupaya memastikan investor memahami kebijakan fiskal Indonesia berada di jalur yang tepat. 

"Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” ujar Menkeu Purbaya di Peninsula Hotel New York, Senin (13/4/2026).

Purbaya menyampaikan, sejumlah investor Amerika Serikat menunjukkan minat untuk berinvestasi di Indonesia. Namun demikian, pemerintah tetap memberikan penjelasan tambahan untuk menghilangkan keraguan yang sempat muncul terkait kondisi ekonomi domestik.

Ia juga mengungkapkan, para investor sebenarnya tidak meragukan pondasi makroekonomi Indonesia. Dia menuturkan, keraguan yang muncul lebih disebabkan oleh informasi yang tidak sepenuhnya akurat terkait kondisi fiskal. 

"Jadi mereka (investor) enggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ucap Purbaya.

Purbaya menjelaskan, investor dapat menerima penjelasan pemerintah karena dinilai sejalan dengan teori ekonomi yang berlaku. Selain itu, ia juga menerima masukan agar pemerintah meningkatkan komunikasi dengan investor global, mengingat fondasi ekonomi Indonesia dinilai kuat.

Strategi Tarik Investasi

Terkait strategi untuk menarik lebih banyak investasi, Purbaya menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target yang telah ditetapkan dalam APBN. Ia optimistis, jika pertumbuhan ekonomi dapat mencapai sekitar 5,5 persen pada kuartal I dan tetap kuat pada kuartal berikutnya, kepercayaan investor akan meningkat dan mendorong ekspansi investasi di Indonesia. 

"Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan, pemerintah akan terus fokus menjaga konsistensi antara kebijakan yang dirancang dengan implementasinya di lapangan.

Dalam agenda tersebut, Purbaya bertemu dengan sejumlah investor besar asal Amerika Serikat, antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, BlackRock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.

Prediksi Purbaya Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sardewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 akan membaik. Apalagi, berdasarkan sejumlah data, ia semakin yakin bahwa kuartal I Tahun 2026 dinilai sudah membaik. 

Ia mengatakan, kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan angin sejuk bagi para pelaku usaha. Belum lagi, dengan berbagai program pembangunan yang berjalan.

“Itu saya harapkan mengubah sentimen para pelaku bisnis dan kita yakin dengan desain pembangunan sekarang harusnya ke depan kita akan lebih cepat lagi pertumbuhannya,” ucapnya di Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026).

Purbaya menilai, lebaran tahun ini juga jauh lebih berdampak baik dibandingkan tahun lalu yang dinilai sepi. Tahun ini, aktivitas belanja saat lebaran bukan hanya ‘ramai’ tapi sudah di tahap ‘macet’ oleh Purbaya.

“Tahun lalu lebaran memble. gitu kan? Jadi bukan musiman aja. Coba tahun lalu sepi kan dibanding sekarang? Sekarang gimana macet semua pada belanja, jadi memang ada desain ekonomi yang membuat ekonominya tumbuh lebih cepat,” jelasnya.

Belanja Pemerintah

Purbaya juga menyampaikan, untuk pemerintah juga mengalami pertumbuhan. Terlihat dengan belanja pemerintah yang tumbuh hingga 30%.

Pun dengan pajak yang tumbuh hingga 20% dan mungkin lebih. Semua kondisi ini semakin menegaskan, kata Purbaya, bahwa aktivitas ekonomi Indonesia membaik.

“30% lebihlah belanja pemerintah tumbuh. Terus pajaknya juga tumbuh 20% lebih artinya aktivitas ekonomi memang betul-betul membaik,” ungkapnya. 

Read Entire Article
Bisnis | Football |