Peternakan Sering Dituduh Penyebab Perubahan Iklim, BRIN Siapkan Inovasi

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria mengatakan sektor pertanian kerap dipandang sebagai kontributor perubahan iklim. Maka, dia meramu inovasi agar kontribusinya berkurang.

Hal tersebut bertujuan untuk menjalankan peternakan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah mengurangi pengaruh sektor peternakan terhadap perubahan iklim. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO).

"Tentu dalam jangka panjang tidak hanya riset dan inovasi ya tapi kita juga akan berkolaborasi dalam banyak hal termasuk bagaimana meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim," ungkap Arif, di Kantor BRIN, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Dia mengatakan, sektor peternakan saat ini dipandang sebagai penyebab perubahan iklim. Misalnya imbas dari gas metan yang dihasilkan dari limbah peternakan.

"Karena saat ini peternakan memang sering dituduh sebagai penyebab perubahan iklim karena gas metan yang dihasilkan, akan tetapi kita bisa dengan riset inovasi mengurangi gas metan akibat dari peternakan," jelasnya.

"Saya kira banyak hal yang terkait dengan perubahan iklim ini harus kita jawab dengan riset inovasi dan sehingga di satu sisi perubahan iklim bisa antisipasi dan kedua food security bisa kita capai," sambung Arif.

BRIN-FAO Gandengan Perkuat Industri Peternakan Indonesia

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk memajukan peternakan Indonesia. Salah satu fokusnya melalui riset peningkatan produksi susu Tanah Air.

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan sektor peternakan Indonesia memegang peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, perbaikan gizi, serta penguatan ekonomi pedesaan. Ini sejalan dengan kebutuhan protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pertemuan strategis ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjawab tantangan global melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi," kata Arif dalam International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation, di Gedung BJ Habibie, BRIN, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Ketahanan Peternakan dari Perubahan Iklim

Dia menjelaskan, peternakan sapi perah misalnya, memiliki peran penting dalam ekosistem pangan nasional. Praktik peternakan berkelanjutan juga menjadi salah satu yang dinilai perlu dijalankan di Indonesia.

"Dengan memperkuat kapasitas riset dan mengadopsi praktik berkelanjutan, kita tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan sektor peternakan terhadap perubahan iklim,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, mengatakan kolaborasi yang terbangun dalam forum ini akan memperkuat upaya Indonesia dalam mengembangkan sistem peternakan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

“Diskusi dan kemitraan yang lahir dari pertemuan ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem peternakan yang selaras dengan prioritas nasional dan tujuan global. FAO berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam transformasi ini melalui pendekatan berbasis sains dan kemitraan strategis,” jelasnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |