Bahlil Ajak Masyarakat Hemat Gas: Matikan Kompor Kalau Masakan Sudah Matang

9 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat agar lebih menghemat pasokan gas dengan cara yang paling sederhana.

Menurutnya, cara tersebut adalah dengan tidak boros menggunakan LPG. Maka, ketika masakan sudah matang alangkah baiknya langsung mematikan penggunaan gas tersebut.

“Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak jangan kompornya boros,” katanya dalam konferensi pers di Colomadu, disiarkan daring, Kamis (26/3/2026). 

Meski kondisi pasokan gas dalam negeri masih baik, ia berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga stok tersebut dengan tidak boros menggunakan LPG.

“Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak,” jelasnya.

Ia meyakini, jika bisa dilakukan dengan baik kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat dan pemerintah, maka stok energi ke depan akan semakin baik.

“Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana. Kalau ini mampu kita lakukan bersama-sama, insyaallah energi kita ke depan akan semakin baik,” ungkapnya. 

Bahlil Buka Opsi WFH untuk Hemat BBM

Sebelumnya, pemerintah tengah mengkaji berbagai langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), salah satunya melalui opsi penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan, namun berpeluang untuk diterapkan sebagai bagian dari strategi efisiensi energi nasional.

“Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita membutuhkan WFH. Tetapi menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (18/3/2026).

Wacana ini muncul di tengah kekhawatiran terhadap potensi krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi pasokan energi, termasuk minyak.

Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi energi nasional masih aman. Ketersediaan BBM, LPG, hingga batu bara untuk pembangkit listrik disebut dalam kondisi terkendali, terutama menjelang momen Lebaran 2026.

Stok Energi Aman, Subsidi BBM Tetap Dijaga

Bahlil menegaskan bahwa stok energi nasional saat ini masih berada dalam batas aman sesuai standar yang ditetapkan.

“Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia semuanya terkendali. LPG akhir bulan ini akan masuk tambahan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya tidak ada masalah. Batu bara untuk PLN rata-rata 14–15 hari, sesuai batas minimal standar nasional,” ujarnya.

Pemerintah juga memastikan bahwa subsidi BBM akan tetap dijaga, setidaknya hingga masa libur Lebaran 2026 selesai.

Untuk periode setelah Lebaran, pemerintah akan melakukan evaluasi lanjutan guna memastikan strategi energi tetap berjalan optimal.

“Yang penting kita bisa melakukan perencanaan yang baik, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Strategi setelah Maret pun sudah kita siapkan. Hal yang paling utama adalah memastikan stok selalu tersedia agar tidak terjadi kelangkaan di Indonesia,” kata Bahlil.

Read Entire Article
Bisnis | Football |