Bonus Jumbo Karyawan jadi Perhatian Bank Sentral Korea Selatan

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Bank Sentral Korea Selatan atau Bank of Korea (BOK) memperingatkan tekanan inflasi meningkat gara-gara bonus karyawan yang mencapai jutaan won di industri teknologi.

Mengutip CNBC, Minggu (21/6/2026), dalam laporan 17 Juni, bank sentral menyebutkan, inflasi 2026 sebagian besar didorong kenaikan harga energi akibat perang Iran. Namun, jika konflik itu mereda, tekanan inflasi dapat meningkat secara bertahap seiring membaiknya kondisi penghasilan dan pertumbuhan upah.

Bank Sentral Korea mengatakan, pembayaran bonus kinerja baru-baru ini terlihat di beberapa perusahaan besar di sektor teknologi informasi (TI) dapat mendorong kenaikan upah yang lebih luas. Ini berarti tekanan inflasi meningkat.

Hal ini terjadi ketika Korea Selatan sudah mengalami inflasi di atas target. Bank Sentral Korea memprediksi, inflasi setahun penuh akan mencapai 2,7%, di atas target 2%.

Pengamatan Bank Sentral Korea ini muncul setelah laporan bonus besar telah dibayarkan kepada karyawan di perusahaan teknologi, terutama di perusahaan raksasa chip seperti SK Hynix dan Samsung Electronics.

Jumlah bonus meski tidak diungkapkan oleh perusahaan, SK Hynix menyetujui kesepakatan upah pada September lalu. Perseroan akan mengalokasikan 10% dari laba operasional sebagai bonus karyawan.

Selain itu, pekerja Samsung dilaporkan telah menyetujui 10,5% dari laba operasional semikonduktornya akan dialokasikan untuk bonus bagi pekerja chip. Hal ini setelah mengancam akan mogok selama 18 hari pada Mei. Menurut sumber pekerja yang tidak disebutkan namanya dikutip Reuters, seorang pekerja chip memori dengan gaji pokok 80 juta won atau US$ 52.400 (Rp 933,71 juta, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.820), akan menerika bonus sekitar 626 juta won atau US$ 410.000 tahun ini. Jumlah itu setara Rp 7,30 miliar.

Karyawan SK Hynix akan menerima bonus lebih dari 700 juta won atau US$ 454.851 (Rp 8,1 miliar), jika perusahaan mencapai laba tahunan 250 triliun won tahun ini, menurut perhitungan Reuters.

Dampak Bonus Jumbo Karyawan

Bank Sentral Korea Selatan menuturkan, bonus biasanya tidak akan banyak berkontribusi pada tekanan permintaan. Hal ini karena bonus itu bukan merupakan kenaikan pendapatan permanen. Namun, saat bonus khusus meningkat secara tidak biasa dan substansial, pertumbuhan upah dapat menyebar ke sektor lain, secara signifikan meningkatkan tekanan inflasi baik dari sisi penawaran dan permintaan.

“Khususnya, karena bonus kinerja sektor TI baru-baru ini dibayarkan dalam skala yang sangat luar biasa, kemungkinan dampak aktualnya bisa lebih besar dari yang diperkirakan tidak dapat dikesampingkan,” demikian disampaikan bank sentral.

Berdampak ke Bisnis Ritel

Sementara bank sentral khawatir, beberapa bisnis sudah bersiap untuk pekerja ini membelanjakan bonus di toko-toko mereka.

Wakil Gubernur Bank Sentral Korea Selatan, Lee Jiho menuturkan, saat konferensi per 17 Juni, penjualan telah naik signifikan di tempat-tempat seperti Suwon dan barang merah di mal. “Ini secara bertahap dapat menyebar lebih luas,” demikian seperti dikutip.

Laporan media Korea Selatan menyebutkan, beberapa pekerja industri teknologi telah menghabiskan banyak uang untuk barang-barang mewah di department store. Dari laporan itu disebutkan pekerja membeli tas, perhiasan, dan jam tangan.

BOK mengatakan, Gyeonggi, tempat fasilitas semikonduktor utama Samsung Electronics dan SK Hynix berada pertumbuhan pengeluaran kartu tahun ini relatif lebih tinggi di daerah dekat lokasi produksi chip dan daerah perumahan yang berdekatan daripada di wilayah lain.

Konsumsi Barang Mewah Naik

Media Korea Selatan, Chosun Ilbo, mengatakan konsumsi barang mewah telah “meningkat pesat” di wilayah selatan Gyeonggi, tempat markas Samsung dan SK Hynix.

Penjualan barang mewah di cabang department store Shinsegae di Gyeonggi meningkat sebesar 53,6% dari tahun ke tahun, lapor surat kabar tersebut pada Mei. Perhiasan melonjak sebesar 146,3% dan jam tangan mewah tumbuh sebesar 85,3% selama periode yang sama. Secara keseluruhan, penjualan toko tumbuh sebesar 19%, menurut surat kabar tersebut.

Saham operator department store utama Korea Selatan juga mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya ekspektasi konsumsi kelas atas akan menguat.

Lotte Shopping, divisi ritel dari Lotte Group, telah melonjak lebih dari 148% sejak awal tahun. Harga saham naik 67% hanya dalam tiga bulan terakhir.

Saham Hyundai Department Store naik 120% sejak awal tahun. Kenaikan luar biasa sebesar 113% dalam tiga bulan terakhir, sementara Shinsegae memimpin dengan kenaikan harga saham sebesar 190% sejak awal tahun. Sebagian besar kenaikan Shinsegae terjadi baru-baru ini, dengan sahamnya melonjak 107% dalam tiga bulan terakhir.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |