Tembus Daerah Terisolasi di NTT, Bulog Kerahkan Motor Hingga Helikopter

8 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog mengandalkan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor hingga helikopter, untuk memastikan distribusi logistik tetap menjangkau wilayah terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ekstrem ini diambil akibat banyaknya akses jalan yang retak dan terputus akibat tanah longsor.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa dampak gempa bumi terparah di NTT melanda wilayah utara, khususnya Kabupaten Manggarai dan Ende.

"Saudara-saudara kita di sana mengalami kendala karena akses jalan banyak yang rusak dan tertutup longsor," ungkap Ahmad Rizal dalam konferensi pers Update Penanggulangan Bencana Alam di NTT di Kantor Pusat Perum Bulog, Minggu (23/8/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Bulog bersinergi dengan Kemenko PMK, Kemendagri, TNI, Polri, hingga Babinsa untuk mendorong penyaluran logistik lewat jalur darat, laut, dan udara.

"Untuk jalur darat, petugas bahkan menggunakan sepeda motor karena mobil tidak bisa melintas di jalan yang retak-retak. Kami meminta bantuan TNI dan Polri menggunakan motor agar logistik sampai tepat di titik tujuan," tambah Ahmad Rizal.

Sementara untuk jalur udara, Bulog bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Armada helikopter dan pesawat perintis dikerahkan untuk menjangkau wilayah dengan landasan kecil yang terisolasi.

Stok Beras NTT Aman, Bulog Siagakan 46 Unit Gudang

Di tengah tantangan distribusi, Perum Bulog memastikan pasokan beras untuk penanganan korban bencana gempa bumi di NTT berada dalam kondisi aman. Perseroan bahkan menyiapkan total stok hingga 93.782 ton untuk memenuhi kebutuhan bantuan bencana sekaligus mendukung program bantuan pangan Presiden di wilayah terdampak.

Ahmad Rizal memaparkan bahwa gempa berdampak langsung pada tujuh kabupaten, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Berdasarkan pembaruan data per 22 Agustus 2026, kawasan tersebut telah diguncang lebih dari 5.000 gempa susulan.

"Untuk membantu masyarakat di lokasi bencana, kami mengoperasikan 46 unit gudang. Di antaranya 3 unit di Labuan Bajo berkapasitas 4.650 ton, 7 unit di Ruteng berkapasitas 7.400 ton, dan 3 unit di Ende berkapasitas sekitar 3.000 ton," jelasnya.

Selain gudang di daerah terdampak, fasilitas penyimpanan Bulog di luar lokasi bencana juga disiagakan sebagai titik distribusi cadangan. Saat ini, stok beras riil di wilayah NTT tercatat berkisar 26.336 ton, jumlah yang dinilai sangat mencukupi untuk kebutuhan masa tanggap darurat.

Pasokan Tambahan Movenas dan Proyeksi Tanggap Darurat

Guna makin memperkuat cadangan pangan, Bulog mendatangkan pasokan tambahan melalui program Mobilisasi Nasional (Movenas) sebanyak 67.446 ton. Rincian pasokan tersebut berasal dari Jakarta (3.000 ton), Jawa Timur (20.646 ton), Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (8.850 ton), serta Nusa Tenggara Barat (35.250 ton).

Berdasarkan perhitungan Bulog, kebutuhan beras selama masa tanggap darurat 14 hari bagi 150.576 warga terdampak diperkirakan mencapai 1.890 ton.

Meski demikian, Bulog tetap mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali lipat. Proyeksi kebutuhan beras khusus penanganan bencana pun telah disiapkan hingga mencapai sekitar 18.500 ton.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |