Bulog Pastikan Beras untuk Korban Gempa NTT Aman, Stok Hampir 94 Ribu Ton

13 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog memastikan pasokan beras untuk penanganan korban bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berada dalam kondisi aman. Perseroan bahkan menyiapkan stok hingga 93.782 ton untuk memenuhi kebutuhan bantuan bencana sekaligus mendukung program bantuan pangan Presiden di wilayah terdampak.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan bahwa gempa di NTT berdampak pada tujuh kabupaten, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Berdasarkan pembaruan data per 22 Agustus 2026, wilayah tersebut telah mengalami lebih dari 5.000 gempa susulan.

"Untuk membantu masyarakat di lokasi bencana, kami mengoperasikan 46 unit gudang. Di antaranya 3 unit di Labuan Bajo berkapasitas 4.650 ton, 7 unit di Ruteng berkapasitas 7.400 ton, dan 3 unit di Ende berkapasitas sekitar 3.000 ton," jelas Ahmad Rizal dalam konferensi pers Update Penanggulangan Bencana Alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kantor Pusat Perum Bulog, Minggu (23/8/2026).

Ahmad Rizal menambahkan, gudang Bulog yang berada di luar lokasi bencana juga siap digunakan sebagai titik distribusi bantuan.

"Stok beras Bulog di NTT saat ini berkisar 26.336 ton. Jumlah ini sebenarnya sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan tanggap darurat bencana alam," tegasnya.

Bulog Tambah Pasokan dari Luar NTT

Guna memperkuat cadangan beras, Bulog mengalirkan pasokan tambahan melalui program Mobilisasi Nasional (Movenas). Rinciannya mencakup 3.000 ton dari Jakarta, 20.646 ton dari Jawa Timur, 8.850 ton dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta 35.250 ton dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Total pasokan tambahan tersebut mencapai 67.446 ton.

Berdasarkan perhitungan Bulog, kebutuhan beras selama masa tanggap darurat 14 hari bagi 150.576 warga terdampak diperkirakan mencapai 1.890 ton.

Meski demikian, Bulog tetap mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali lipat, sehingga proyeksi kebutuhan beras khusus penanganan bencana disiapkan hingga sekitar 18.500 ton.

Bantuan Pangan Presiden

Di luar kebutuhan darurat, Bulog juga menyiapkan distribusi bantuan pangan Presiden untuk periode Agustus, September, dan Oktober 2026.

Sebanyak 852.631 penerima bantuan manfaat akan memperoleh masing-masing 10 kilogram beras setiap bulan, sehingga total kebutuhan program tersebut mencapai 25.578 ton.

Stok Masih Tersisa Puluhan Ribu Ton

Jika digabungkan, total kebutuhan beras NTT untuk penanganan bencana dan bantuan pangan mencapai sekitar 46.368 ton. Dengan stok awal 26.336 ton, ditambah pasokan mobilisasi nasional (Movenas) 67.446 ton, Bulog akan memiliki cadangan sekitar 93.782 ton.

Dengan total cadangan tersebut, dan dikurangi total kebutuhan sebanyak 46.368 ton, sehingga masih menyisakan stok sekitar 47.444 ton.

"Ini yang kami laporkan kepada rekan-rekan media, supaya tidak ada keraguan bahwa dukungan Bulog cukup untuk kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sedang mengalami bencana alam," tukas Ahmad Rizal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |