Segini Biaya Keperluan Merawat Bayi di Eropa

9 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Kelahiran seorang anak menjadi momen membahagiakan bagi keluarga. Namun, untuk membesarkan seorang anak membutuhkan paket lengkap tidak hanya sekadar biaya saja, tetapi salah satu hal terpenting yakni kasih sayang tulus yang tidak ternilai harganya. Ketika momen kelahiran anak, sebagian besar orangtua mengingat hal itu menjadi momen yang sangat membahagiakan sehingga harus dipersiapkan dengan sangat baik.

Orangtua biasanya sudah jauh-jauh hari mempersiapkan kebutuhan bayi mulai dari pakaian, susu, popok, peralatan mandiri dan mainan.

Bicara mengenai keperluan bayi, biaya keperluan bayi bisa jauh lebih mahal di beberapa negara Eropa dibandingkan negara lainnya. Mulai dari popok dan perlengkapan makan hingga kereta dorong dan pakaian, ada daftar panjang kebutuhan pokok bayi yang harus dipenuhi. Total biayanya bisa jadi lebih tinggi daripada perkiraan banyak orangtua.

Biaya keperluan bayi beragam di seluruh Eropa. Namun, berapa yang sebenarnya dibayar oleh orangtua? Negara mana yang memiliki biaya keperluan bayi paling mahal hingga paling murah berdasarkan gaji rata-rata?

Melansir Euronews, Selasa (21/9/2026), Remitly menghitung biaya tahunan keperluan dalam tahun pertama hidup bayi, menurut harga Juli 2026. Ini termasuk 14 barang di enam kategori:

  • Penggantian popok,
  • Botol susu,
  • Formula bayi,
  • Perlengkapan tidur,
  • Transportasi,
  • Pakaian.

Di 38 negara Eropa, estimasi keperluan bayi pada tahun pertama memiliki rentang dari 2.813 euro, atau Rp 57,4 juta (asumsi kurs euro terhadap rupiah di kisaran 20.434) di Inggris Raya hingga 6.294 euro, atau Rp 128,6 juta di Spanyol, dengan rata-rata di Eropa 4.727 euro, atau Rp 96,5 juta.

Rincian Biaya di Negara-negara Eropa

Selain Spanyol, keperluan bayi tahun pertama berada di atas 6.000 euro di Belanda (6.140 euro atau Rp 125,4 juta), Finlandia (6.066 euro atau Rp 123,9 juta), Swedia (6.025 euro atau Rp 123,1 juta), hingga Swiss (6.018 euro atau Rp 122,9 juta).

Sementara, biaya tersebut jatuh di rentang harga 5.000-6.000 euro di Luksemburg (5.665 euro atau Rp 115,7 juta), Italia (5.609 euro atau Rp 114,6 juta), Lituania (5.563 euro atau Rp 113,6 juta), Albania (5.532 euro atau Rp 113 juta), Serbia (5.509 euro atau Rp 112,5 juta), Montenegro (5.500 euro atau Rp 112,3 juta), Portugal (5.337 euro atau Rp 109 juta), Slovakia (5.221 euro atau Rp 106,6 juta), Norwegia (5.079 euro atau Rp 103,7 juta), dan Islandia (5.004 euro atau Rp 102,2 juta).

Selain itu, dari lima ekonomi terbesar, Spanyol memiliki harga tertinggi, sementara Inggris Raya terendah di 2.813 euro, atau Rp 57,4 juta. Jerman (4.701 euro atau Rp 96 juta) dan Prancis (4.393 euro atau Rp 89,7 juta) lebih mendekati rata-rata Eropa.

Di sisi lain, orangtua di Republik Ceko (3.211 euro atau Rp 65,6 juta), Romania (3.385 euro atau Rp 69,1 juta), Latvia (3.392 euro atau Rp 69,3 juta), Kroasia (3.661 euro atau Rp 74,8 juta), Bulgaria (3.804 euro atau Rp 77,7 juta), hingga Bosnia dan Herzegovina (3.844 euro atau Rp 78,5 juta) mendapat nominal biaya perlengkapan bayi termurah, yakni di bawah 4.000 euro.

Kategori dengan Pengeluaran Terbanyak

Pembagian biaya dalam enam kategori tersebut juga memiliki variasi di seluruh Eropa. Secara keseluruhan, pakaian (30,3%), susu formula (25,7%), dan popok (24,5%) mengambil bagian terbesar, dengan jumlah total 81% biaya perlengkapan bayi tahun pertama.

Pada 38 negara, orang tua menghabiskan sekitar 1.465 euro, atau Rp 29,9 juta untuk pakaian, 1.187 euro, atau Rp 24,2 juta untuk susu formula, dan 1.152 euro, atau Rp 23,5 juta untuk popok, sehingga biaya totalnya mencapai 3.804 euro, atau Rp 77,7 juta.

Rincian harga ini berbeda di tiap negara. Pakaian hanya mencakup 16% biaya di Denmark, dibandingkan 52,5% di Swedia. Angka ini juga di atas 45% di Belanda, Finlandia, dan Irlandia.

Susu formula mengambil 10,8% bagian dari keseluruhan biaya di Swedia, namun 41,3% di Latvia. Bagiannya juga besar di Turki, Denmark, dan Hongaria, di mana angkanya melebihi 35%.

Sementara, popok mencakup 12,4% biaya di Turki, dibandingkan dengan lebih dari 36% di Swiss dan Belgia.

Perbandingan Biaya Perlengkapan Bayi dengan Gaji

Riset Remitly juga membandingkan keperluan bayi dengan gaji rata-rata di tiap negara. Mereka menggunakan data International Labour Organization mengenai gaji karyawan rata-rata yang disesuaikan dengan inflasi.

Keterjangkauan juga bergantung dengan status pekerjaan kedua orang tua, juga pajak dan keuntungan keluarga. Hal-hal ini dapat menciptakan perbedaan signifikan, seperti terlihat dalam artikel Euronews tersebut.

Pada 36 negara, keperluan bayi mencakup rata-rata 20,9% gaji tahunan. Persentasenya berada di rentang 5,4% di Belgia hingga 88,8% di Moldova.

Orangtua di Albania (66%), Turki (45,1%), Montenegro (45%), Serbia (41,4%), Bosnia dan Herzegovina (36,1%), Portugal (35,7%), dan Hongaria (34,7%) menghabiskan setidaknya sepertiga dari upah tahunan rata-rata untuk keperluan pokok bayi, menurut perhitungan ini.

Keperluan pokok bayi mencakup kurang dari 10% dari upah tahunan rata-rata di Luksemburg (6%), Denmark (6,7%), Inggris (7,5%), Norwegia (7,6%), Irlandia (8%), Swiss (8%), Jerman (8,1%), Austria (8,2%), Prancis (8,5%), Malta (8,9%) dan Belanda (9,4%).

Biaya Tempat Penitipan Anak

Riset ini tidak mempertimbangkan biaya penitipan anak, yang dapat menjadi beban finansial tambahan untuk orang tua di Eropa.

Contohnya, pada 2023, biaya pengasuhan anak secara bruto untuk dua anak mencapai 64.211 euro, atau Rp 1,3 miliar di Swiss, sementara Belanda mencatatkan angka tertinggi di Uni Eropa, yaitu 39.229 euro, atau Rp 801,5 juta, menurut OECD. Di Jerman, angkanya hanya 552 euro, atau Rp 11,2 juta.

Angka-angka tersebut mencakup penitipan anak berbasis pusat, yang berarti penitipan anak yang disediakan di luar rumah di fasilitas berizin. Ini mencakup tempat penitipan bayi, pusat penitipan anak, crèche, taman kanak-kanak, dan kelompok yang dikelola orang tua, baik penuh waktu maupun paruh waktu.

Jika biaya bersih pengasuhan anak untuk dua anak diperhitungkan, angkanya adalah 10.200 euro atau Rp 208,4 juta untuk keluarga dengan satu pencari nafkah di Swiss dan 27.551 euro, atau Rp 562,9 juta untuk pasangan dengan dua pencari nafkah. Namun, dukungan pemerintah dapat secara signifikan mengurangi biaya bagi keluarga di beberapa negara, dengan biaya bersih turun di bawah 5.000 euro, atau Rp 102,1 juta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |