:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354567/original/047936600_1790055224-Foto_1__9_.jpeg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun sepanjang Semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).
EBITDA perseroan juga meningkat 3,8 persen secara tahunan menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4 persen. Sementara laba bersih naik 1,4 persen menjadi Rp10,6 triliun. Jika dihitung secara ternormalisasi, laba bersih Telkom mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2 persen YoY.
Kinerja tersebut ditopang perbaikan monetisasi bisnis seluler serta disiplin operasional di lingkungan TelkomGroup. Perkembangan kinerja sekaligus arah transformasi perusahaan dipaparkan dalam Public Expose Live 2026 yang digelar secara daring, Senin (7/9/2026).
Dalam agenda tersebut, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini memaparkan perkembangan transformasi TelkomGroup melalui empat pilar strategis TLKM 30, yakni operational & service excellence, streamlining, unlocking value, serta modus-operandi shift.
Transformasi TLKM 30 diarahkan untuk membangun struktur bisnis TelkomGroup yang lebih fokus dengan visibilitas kinerja dan akuntabilitas yang semakin jelas. Salah satu langkahnya dilakukan melalui delayering bisnis menjadi lima segmen utama, yaitu B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others dan Ancillary.
Strategi itu menjadi bagian dari transisi Telkom menuju model Strategic Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo) yang lebih terintegrasi, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai.
“Sebagai bagian dari implementasi TLKM 30, delayering ini sangat penting karena kami ingin setiap bisnis di TelkomGroup memiliki akuntabilitas dan yang lebih jelas dan fokus pada bisnis inti, dengan visibilitas yang lebih baik terhadap kinerja, arus kas, dan investasi pada masing-masing bisnis. Kami juga dapat mengambil keputusan strategis secara lebih cepat dan tepat, termasuk dalam menentukan ke mana resource dan capital perlu diarahkan. Ini menjadi fondasi penting bagi Telkom untuk tumbuh lebih sehat sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar ke depan,” ujar Dian.
Lebih dari 94 Persen Belanja Modal untuk Bisnis Inti
Perbesar
Telkom juga memperkuat disiplin biaya dan alokasi modal untuk menopang pertumbuhan jangka panjang. Lebih dari 94 persen belanja modal atau CAPEX dialokasikan untuk bisnis inti pada segmen B2C dan B2B Infrastructure.
Dengan strategi tersebut, investasi perseroan diarahkan ke area yang dinilai memiliki peran strategis terhadap pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra mengatakan, kinerja sepanjang enam bulan pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan earnings yang tetap positif.
“Secara keseluruhan, hasil Semester I menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan earnings yang tetap positif. Kami juga melihat perkembangan yang semakin baik pada profitabilitas, khususnya pada kuartal kedua. Ke depan, kami akan terus menjaga disiplin biaya dan kualitas pertumbuhan untuk mendukung pencapaian target profitabilitas sepanjang tahun,” pungkas Angelo.
Selain menjaga efisiensi, Telkom terus mengoptimalkan infrastruktur digital sebagai salah satu sumber penciptaan nilai. Pada segmen B2B Infrastructure, InfraNexia diarahkan menjadi neutral carrier yang melayani kebutuhan ekosistem TelkomGroup sekaligus menangkap peluang dari pelanggan eksternal.
Telkom tengah mempersiapkan spin-off tahap kedua yang ditargetkan rampung pada kuartal III 2026. Langkah tersebut ditujukan agar InfraNexia dapat sepenuhnya beroperasi sebagai entitas utama yang menggarap bisnis wholesale connectivity TelkomGroup.
Bisnis Data Center Tumbuh 11 Persen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354569/original/053793100_1790055225-Foto_3__4_.jpeg)
Perbesar
Optimalisasi aset digital juga dilakukan melalui bisnis data center. Pada Semester I 2026, pendapatan NeutraDC mencapai Rp867 miliar atau tumbuh 11 persen secara tahunan, dengan total kapasitas efektif mencapai 49,9 MW.
Permintaan terhadap fasilitas hyperscale data center (HDC) masih kuat. Hal tersebut terlihat dari tingkat okupansi HDC Cikarang yang mencapai 96 persen.
Sementara HDC Batam ditargetkan mulai beroperasi pada Semester II 2026 dengan kapasitas awal 6 MW. NeutraDC akan terus menambah kapasitas secara disiplin, baik melalui pertumbuhan organik maupun strategic partnership.
Kinerja positif juga terlihat pada area prioritas segmen B2B ICT. Pendapatan SME tumbuh 11,5 persen, sedangkan jumlah pelanggan IndiBiz naik 11,7 persen menjadi 756 ribu pelanggan.
Telkom juga berencana mengambil alih 100 persen Digiserve untuk memperkuat kapabilitas B2B ICT dalam menyediakan solusi end-to-end bagi pelanggan dari berbagai sektor.
Telkomsel Catat Pertumbuhan Laba Bersih 24,9 Persen
Di segmen konsumen atau B2C, Telkomsel mempertahankan pertumbuhan di tengah dinamika makroekonomi dan kompetisi industri telekomunikasi.
Pendapatan Telkomsel tumbuh 5,3 persen secara tahunan menjadi Rp28 triliun. EBITDA meningkat 10,3 persen, sementara laba bersih tumbuh 24,9 persen.
Perbaikan juga terlihat pada average revenue per user (ARPU) layanan seluler yang naik 11,6 persen menjadi Rp46 ribu di tengah basis pelanggan yang lebih terkonsolidasi.
Untuk menopang pertumbuhan jangka panjang, Telkomsel memperoleh tambahan spektrum sebesar 100 MHz pada pita 700 MHz dan 2.600 MHz. Dengan tambahan tersebut, total portofolio spektrum Telkomsel meningkat menjadi 265 MHz.
Spektrum tambahan itu akan digunakan untuk memperkuat cakupan dan kapasitas jaringan, mendukung pengembangan 5G, serta meningkatkan kualitas pengalaman digital pelanggan. Pemanfaatannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, disiplin alokasi modal, produktivitas spektrum, serta imbal hasil investasi.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan, perusahaan akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas jaringan, dan profitabilitas.
“Kami tetap berfokus membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan mengutamakan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta disiplin investasi. Ke depan, tambahan 100 MHz spektrum akan semakin memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan serta mendukung pengembangan 5G. Kami akan memanfaatkan tambahan spektrum ini secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar, dengan tetap menjaga disiplin investasi dan visibilitas terhadap imbal hasil untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.”
Telkom Pertahankan Target Kinerja 2026
Memasuki paruh kedua 2026, Telkom akan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas. Sejumlah strategi disiapkan, mulai dari monetisasi mobile data, perbaikan fixed broadband, efisiensi biaya, hingga percepatan transformasi TLKM 30.
Berdasarkan capaian Semester I, Telkom mempertahankan guidance kinerja sepanjang 2026 dengan target pertumbuhan normalized revenue sebesar 1–3 persen dan margin EBITDA di atas 50 persen.
Pada kuartal II 2026, margin EBITDA Telkom telah kembali berada di atas 50 persen. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbaikan secara kuartalan.“Dengan fundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, kami yakin Telkom berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target 2026. Fokusnya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan disiplin modal. Kami ingin memastikan setiap langkah transformasi memberikan dampak yang semakin nyata terhadap kinerja dan pada akhirnya mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi stakeholders, dengan tetap memberikan layanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” tutup Angelo.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509268/original/035698400_1771672433-CEO_Danantara__Rosan_Roeslani-21_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295811/original/080484600_1783948743-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-13_Juli_20262.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977999/original/017889900_1648530540-PMI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5294924/original/059949500_1753424920-aditya-romansa-5zp0jym2w9M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355146/original/007238300_1790076907-email-attachment_2026_09_22_pramita-tristiawati_jawab-tantangan-presiden-prabowo-pengembang-ini-buat-rumah-non-subsidi-mulai-dari-rp-98-jutaan_20260922_142747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4423985/original/019219800_1683796609-IMG-20230511-WA0098.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331992/original/041478400_1787616219-Ilustrasi_pengadilan-UnsplashTingeyinjurylawfirm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5170222/original/029768500_1742596940-20250322-Penukaran_Uang-ANG_10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354523/original/025303100_1790053575-Foto_1__8_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336612/original/084167500_1788168015-1000425719.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523205/original/092613500_1772794695-1000253144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3484415/original/045108700_1623842085-20210616-NERACA-DAGANG-RI-SURPLUS-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352149/original/042458700_1610959708-20210118-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354068/original/023885400_1789997908-email-attachment_2026_09_21_ariefhakim-at-klyid_esdm-buka-suara-rkab-byan-terbit-usai-dicaplok-haji-isam_1000449754.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353342/original/073453900_1789961127-IMG_7201.jpg)





























