Uji Kelayakan Deputi Gubernur Bank Indonesia: Dicky Kartikoyono Genjot Keuangan Digital

1 week ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dicky Kartikoyono. Sosok tersebut mendorong penguatan sistem keuangan digital dalam visi misinya untuk menjadi calon pejabat baru BI. 

Dalam sesi uji kelayakan yang dilakukan Senin (26/1/2026), Dicky membawa misi bertajuk; sejarah digital untuk Indonesia Emas yang kami kontribusikan untuk menuju Asta Cita pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dicky mengibaratkan, ekonomi nasional selayaknya rumah besar sehingga harus memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

"Kalau rumah besar, tentu fondasinya harus kuat. Fondasi itu adalah stabilitas, kita harus jaga stabilitasnya. Kemudian kita bangun dengan pilar-pilar ketahanan yang kuat, untuk memberikan daya tahan terhadap berbagai upaya kita untuk menumbuhkan ekonomi," ujarnya. 

Dalam kurang lebih 9 tahun terakhir, ia menyebut ekonomi keuangan digital nasional tumbuh sangat pesat. Mulai dari Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang semakin banyak digunakan sejak peluncuran pada 2019, hingga infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional BI-Fast yang memfasilitasi transaksi hingga Rp 1,6 kuadriliun. 

"Dalam konsepsi, kalau quantity of money cukup, naik, dan kemudian channel-nya lancar, velositasnya akan tumbuh. Kalau money-nya cukup lancar beredar, tinggal bagaimana kita mendorong pendapatan masyarakat. Ujungnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi," tuturnya. 

Tantangan Dalam dan Luar Negeri

Hanya saja, Dicky tidak abai terhadap tantangan ekonomi dari dalam dan luar negeri. Seperti dari luar negeri, semisal konflik geopolitik, tarif Trump yang menghambat pertumbuhan ekspor, risiko cyber, hingga dampaknya terhadap defisit neraca berjalan Indonesia. 

Dari dalam negeri, ia menilai digitalisasi sistem pembayaran juga turut menghadapi tantangan infrastruktur yang belum merata. 

"Kemudian kita punya concern bagaimana kualitas tenaga kerja mengisi ruangan-ruangan untuk bisa berkontribusi dalam lapangan kerja yang semakin har semakin menantang, dan terakhir tentunya kita concern pada daya beli yang melemah," imbuh dia. 

147 Miliar Volume Transaksi Digital

Dicky mengutarakan, Bank Indonesia telah memproyeksikan pertumbuhan volume transaksi digital hingga mencapai 147,3 miliar. Setelah mencatat volume transaksi hingga 37 miliar dalam 5 tahun terakhir. 

Menurut dia, potensi tersebut ada dalan kemampuan dalam negeri. Pasca melihat pemakaian teknologi dan kemampuan inovasi yang terus meningkat, pengguna internet di Indonesia yang terus tumbuh, hingga bonus demografi. 

"Kita lihat dalam data yang ada, Gen Z dan Gen Alpha sudah kurang hampir 40 persen. Dan mereka sangat digital literate. Ini tentu jadi kekuatan kita," kata Dicky. 

"Visi misi yang kami sampaikan pada sore hari ini berupaya menjabarkan berbagai potensi yang ada menjadi sesuatu yang bisa diimplementasikan, terutama untuk mendukung visi bapak presiden Asta Cita," bebernya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Baru Diputuskan DPR Senin 26 Januari 2026

Sebelumnya, Komisi XI DPR bakal menggelar proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mulai Jumat, 23 Januari 2026. Keputusan final terkait calon terpilih rencananya bakal diumumkan pada Senin, 26 Januari 2026.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, proses pengujian pertama akan dilakukan kepada Solikin M Juhro pada Jumat (23/1/2026) pukul 09.00-10.00 WIB.

"Kemudian lanjut hari Senin, karena hari Jumat itu harinya pendek, itu dilanjutkan pada hari Senin untuk jam 15.00 dan jam 16.00 untuk Pak Dicky Kartikoyono dan Bapak Thomas Djiwandono," ujarnya di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Proses pengujian selanjutnya bakal dilanjutkan pada Senin (26/1/2026) sore untuk dua kandidat lainnya, yakni Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono.

Dalam proses tersebut, masing-masing calon pejabat BI bakal diberikan waktu 1 jam 25 menit untuk membacakan visi misi. Dilanjutkan dengan sesi tanya dari tim penguji selama 15 menit, dan para kandidat diberikan waktu 20 menit untuk menjawabnya.

Misbakhun menyampaikan, Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih rencananya akan ditetapkan langsung pada Senin itu juga. Untuk kemudian ditetapkan sebagai paripurna satu hari setelahnya.

"Hari Senin itu juga, rencana kita juga akan mengadakan rapat internal di Komisi XI. Dari sana kita akan memutuskan dan kemudian kita laporkan untuk masuk kepada paripurna tanggal 27 (Januari 2026) hari Selasa, dilaporkan di paripurna," tuturnya.

Rampung Sebelum Februari 2026

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, proses pergantian Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bakal terjadi sebelum Februari 2025.

Proses itu terjadi setelah Juda Agung mengundurkan diri dari posisi Deputi Gubernur BI. Untuk mengisi posisi kosong tersebut, Thomas Djiwandono masuk ke dalam bursa.

Rumornya, kedua sosok itu bakal saling berganti jabatan. Dengan Juda Agung menjadi Wamenkeu, dan Thomas Djiwandono sebagai pejabat BI.

Menanggapi isu tersebut, Purbaya bilang bahwa proses tukar-menukar itu bakal terjadi dalam waktu dekat. "Sebelum Februari (2026) udah kejadian," ujarnya singkat saat ditemui di kantornya, Jakarta beberapa waktu lalu.

Read Entire Article
Bisnis | Football |