Tidak Masuk Akal, 7 Tahun Persija Tak Bisa Jamu Persib di Jakarta

3 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza mengekspresikan rasa kecewa dan kegusarannya terhadap keputusan yang membuat Macan Kemayoran tak bisa menjamu Persib Bandung di Jakarta. Ia mengaku heran, apalagi ini jadi tahun ketujuh situsi itu terulang.

Pertarungan Persija Jakarta vs Persib Bandung telah dipastikan akan bergulir di Stadion Segiri, Samarinda pada Minggu, 10 Mei 2026. Macan Kemayoran harus benar-benar jauh dari rumahnya untuk memainkan laga pekan ke-32 BRI Super Leagu 2025/2026. 

Persija dilarang bertanding di kandang sendiri, baik Jakarta International Stadium maupun Stadion Utama Gelora Bung Karno meski berstatus sebagai tuan rumah. 

Bahkan Macan Kemayoran terusir hingga keluar pulau karena jika ingin main di Jawa, maka tidak boleh ada penonton. Stadion Segiri yang merupakan kandang Borneo FC Samarinda pun jadi pilihan terakhir.

Bagi Persija, ini jadi kesekian kalinya mereka menjamu Persib di luar Jakarta. Tercatat sudah tujuh tahun kondisi ini berlangsung, di mana terakhir kali tersaji duel bertajuk El Clasico di ibu kota pada 2019.

Saat itu, laga berakhir imbang 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Setelahnya, empat pertandingan Persija vs Persib digelar di tempat netral seperti di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi dan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

"Saya harap hal ini berubah. Menurut pendapat saya, ini adalah hal yang konyol (tidak masuk akal)," kata Mauricio Souza menanggapi hampir tujuh tahun Persija tak bisa main di Jakarta lawan Persib.

Merasa Aneh

Mauricio Souza pun menyebut situasi yang dialami Persija saat ini sangat aneh. Apalagi kondisi itu sudah terjadi bertahun-tahun.

"Sepak bola adalah hal yang sangat serius. Lihatlah berapa banyak orang yang terlibat dalam sepak bola. Jadi, tidak bisa bermain di rumah sendiri melawan tim tertentu itu sangat aneh," kata Souza.

"Jika dalam 7 tahun kita tidak bisa menyusun strategi apa pun agar bisa bermain di Jakarta melawan Bandung, saya hanya merasa sedih karena saya tidak setuju dengan ini," tambahnya.

Menurut Souza, Persija seharusnya bisa bermain di rumah sendiri untuk setiap laga kandang. Macan Kemayoran mesti bertanding di hadapan ribuan suporternya The Jqkmania.

"Kita harus bermain di kandang di hadapan suporter kita. Sesuatu harus dilakukan. Tidak mungkin kita tidak bisa menyelenggarakan sebuah pertunjukan besar," jelasnya.

Cuma Bisa Pasrah

Tapi untuk saat ini, Souza sadar tak banyak yang bisa dilakukan menyikapi situasi ini. Menurutnya, keputusan sudah dibuat dan sebagai pelatih beserta anak didiknya juga menyadari tak bisa melakukan apa-ap

"Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Tentu saja kami sangat menyesal pertandingan dipindah dari Jakarta. Padahal sangat penting bagi kami untuk bermain di hadapan suporter kami," kata Souza.

"Dan di lapangan, ya, GBK jauh lebih baik daripada lapangan tempat kita akan bermain nanti. Tapi hal ini sudah diputuskan. Kita tidak punya kendali atas itu. Tugas kami adalah pergi ke sana dan melakukan yang terbaik," sambungnya.

Bangkit dari Kekalahan Derbi, Persebaya Bangkit dengan Kemenangan Tanpa Kebobolan 3 Laga Beruntun

Read Entire Article
Bisnis | Football |