Chelsea Incar Cesc Fabregas, Legenda The Blues Malah Beri Peringatan Keras

2 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea kembali memasuki fase pencarian manajer anyar setelah berpisah dengan Enzo Maresca dan Liam Rosenior sepanjang musim 2025/2026. Kondisi tersebut membuat klub asal London Barat itu kembali berada dalam situasi tidak menentu di sektor kepelatihan.

Di tengah pencarian tersebut, nama Cesc Fabregas mulai ramai dikaitkan dengan kursi pelatih Stamford Bridge. Eks gelandang Chelsea itu dianggap berhasil mencuri perhatian lewat performa impresifnya bersama klub Serie A Italia, Como.

Namun, tidak semua pihak menilai Fabregas sudah layak menangani klub sebesar Chelsea saat ini. Mantan bek The Blues, Tony Dorigo, menegaskan bahwa Chelsea lebih membutuhkan sosok pelatih dengan pengalaman yang lebih matang.

Tony Dorigo Sebut Fabregas Masih Perlu Jam Terbang

Fabregas memang menuai banyak apresiasi berkat perkembangan Como sepanjang musim ini. Klub tersebut dianggap mampu memainkan sepak bola menyerang dengan identitas permainan yang cukup jelas.

Dorigo pun tidak menampik kualitas yang diperlihatkan Fabregas selama bekerja di Italia. Ia bahkan menyebut Como sebagai salah satu tim paling menarik untuk ditonton musim ini.

“Ya, tentu saja. Saya sudah banyak melihat Como musim ini dan jelas dia melakukan pekerjaan luar biasa. Mereka punya gaya bermain yang sangat bagus,” ujar Dorigo kepada GOAL.

“Filosofi yang dia pelajari dari berbagai tempat seolah menyatu dan menghasilkan tim yang sangat bagus.”

Meski begitu, Dorigo menilai Como masih belum cukup matang ketika menghadapi laga-laga besar. Menurutnya, tim besutan Fabregas beberapa kali gagal menjaga momentum meski sempat unggul lebih dulu.

Chelsea Dinilai Terlalu Cepat untuk Fabregas

Dorigo kemudian menyoroti sejumlah pertandingan ketika Como gagal mempertahankan keunggulan. Salah satunya terjadi saat menghadapi Inter Milan, ketika mereka sempat memimpin 2-0 sebelum akhirnya kalah 2-4.

Ia juga menyinggung laga Coppa Italia saat Como kembali kehilangan keunggulan dua gol dan harus menyerah 2-3. Situasi tersebut dinilai menunjukkan masih ada kelemahan dalam manajemen pertandingan tim Fabregas.

“Yang menarik dari Como adalah setiap kali mereka unggul dalam pertandingan besar, mereka seperti kehilangan arah. Saya menangani laga melawan Inter, mereka unggul 2-0 lalu kalah 4-2,” katanya.

“Di Coppa Italia juga begitu, mereka unggul 2-0 lagi lalu kalah 3-2. Jadi masih ada sesuatu yang kurang.”

Fabregas Dinilai Belum Siap Tangani Tekanan di Stamford Bridge

Dorigo percaya tekanan di Chelsea akan jauh lebih berat dibanding yang dihadapi Fabregas bersama Como. Karena itu, ia menyarankan mantan pemain Arsenal dan Barcelona tersebut untuk menambah pengalaman terlebih dahulu.

“Saya pikir pergi ke klub seperti Chelsea sekarang akan terlalu besar baginya. Saya yakin dia akan menjadi manajer hebat, tetapi dia perlu pengalaman lebih banyak lagi,” tambah Dorigo.

Sementara itu, Chelsea masih menyisakan empat pertandingan bersama pelatih interim Calum McFarlane hingga akhir musim. The Blues dijadwalkan menghadapi Liverpool, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Sunderland dalam rangkaian laga penutup yang tidak mudah.

Rahasia Sukses PSG Terbongkar! David Beckham Ungkap 'Ritual' Luis Enrique di Parc de Princes

Read Entire Article
Bisnis | Football |