Harry Kane Samai Rekor Cristiano Ronaldo di Liga Champions!

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Harry Kane secara resmi mengukir pencapaian gemilang dalam sejarah Liga Champions walaupun Bayern Munchen harus tersisih. Striker berkebangsaan Inggris tersebut sukses menyamai catatan gol legendaris yang dahulu dikuasai oleh Cristiano Ronaldo.

Kemampuan Kane dalam membobol gawang lawan terbukti sangat stabil selama fase krusial turnamen elite Eropa ini. Pada musim ini, ia berhasil melesakkan gol dalam enam laga babak gugur secara beruntun.

Akan tetapi, pencapaian Kane tersebut kini berada di bawah bayang-bayang prestasi yang lebih luar biasa dari bintang asal Georgia, Khvicha Kvaratskhelia. Winger lincah ini membukukan catatan kontribusi gol yang lebih panjang ketimbang kapten tim nasional Inggris tersebut.

Rivalitas rekor individu ini menjadi daya tarik tambahan yang memikat menjelang pertandingan final. PSG telah dijadwalkan untuk berhadapan dengan Arsenal dalam partai puncak yang akan digelar di Budapest, Hungaria.

Rekor Gol Beruntun Harry Kane

Perjalanan gol Harry Kane diawali pada babak 16 besar ketika Bayern Munchen melawan Atalanta. Penyerang yang memiliki julukan "The Hurricane" tersebut segera menyumbang dua gol dan mengantar timnya melaju dengan performa meyakinkan.

Ketajaman sang striker berlanjut pada babak perempat final saat Bayern berjumpa Real Madrid. Dalam dua leg pertandingan melawan klub raksasa Spanyol itu, Kane kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Ia pun sukses mencetak gol saat menghadapi PSG pada laga leg kedua semifinal. Namun, torehan tersebut tetap tidak mampu menghindarkan Bayern dari kegagalan melangkah ke partai final.

Meskipun harus tersingkir, Kane tetap mengukir prestasi besar karena berhasil menyamai rekor Ronaldo. Mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur secara berturut-turut menjadi bukti nyata konsistensinya dalam laga-laga krusial.

Kvaratskhelia Lampaui Capaian Kane

Di saat perhatian tertuju pada Kane, Khvicha Kvaratskhelia justru menunjukkan performa yang lebih memukau dalam hal kontribusi gol. Pemain yang akrab disapa "Kvaradona" itu selalu terlibat dalam terciptanya gol pada tujuh pertandingan fase gugur terakhir yang dijalani PSG.

Catatan impresif ini bermula ketika ia membobol gawang Monaco pada babak 16 besar. Setelah momen tersebut, Kvaratskhelia terus menjadi pemain kunci saat bertemu Chelsea dan Liverpool.

Ia mencetak brace pada leg pertama semifinal sebelum memberikan asis krusial di leg kedua. Berkat kemampuannya dalam menciptakan peluang di pertandingan besar, namanya kini mulai disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat pemenang Ballon d'Or. Kvaratskhelia tidak hanya tajam dalam penyelesaian akhir. Ia juga berperan sebagai penggerak utama serangan PSG melalui kreativitas serta visi bermain yang stabil di sepanjang fase gugur.

Read Entire Article
Bisnis | Football |