AC Milan Manfaatkan Pertemuan Dengan Pini Zahavi Untuk Coba Rekrut Bek Serbabisa Real Madrid Ini

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan mulai bergerak menyusun rencana besar untuk memperkuat skuad mereka musim depan. Rossoneri bahkan disebut sudah menggelar pertemuan khusus dengan agen super ternama, Pini Zahavi, di Casa Milan.

Awalnya pembicaraan itu dikaitkan dengan kemungkinan transfer Robert Lewandowski. Namun, situasi kemudian berubah setelah tuntutan gaji striker Barcelona tersebut dinilai terlalu tinggi untuk struktur keuangan Milan saat ini.

Di tengah pembahasan tersebut, menurut laporan MilanLive, via Goal, perhatian Milan justru beralih ke klien Zahavi lainnya. Sosok itu adalah bek veteran Real Madrid, David Alaba, yang masa depannya di Santiago Bernabeu mulai diselimuti tanda tanya.

Nama Alaba kini muncul sebagai opsi serius untuk memperkuat lini belakang Rossoneri. Milan melihat peluang emas untuk mendapatkan pemain berpengalaman dengan status bebas transfer pada musim panas nanti.

David Alaba Masuk Radar Rossoneri

Milan memang sedang berburu pemain bertahan berpengalaman untuk memperkuat skuad Massimiliano Allegri. Dalam situasi itu, David Alaba dianggap sebagai sosok yang cocok untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Bek asal Austria itu dinilai memiliki kualitas dan fleksibilitas yang masih sangat berguna di level tertinggi. Selain bermain sebagai bek tengah, Alaba juga mampu ditempatkan sebagai bek kiri maupun gelandang bertahan.

Keunggulan tersebut membuat manajemen Milan tertarik menjadikannya target potensial. Pengalaman panjang Alaba bersama Bayern Munchen dan Real Madrid juga dianggap bisa memberi dampak besar di ruang ganti.

Situasi kontrak Alaba di Real Madrid semakin membuka peluang bagi Milan. Hingga kini belum ada indikasi kuat bahwa Los Blancos siap menawarkan perpanjangan kontrak baru dengan syarat yang sama.

Catatan Cedera Jadi Alarm Besar

Meski punya pengalaman dan kualitas mentereng, perekrutan Alaba bukan tanpa risiko. Faktor terbesar yang membuat Milan masih berhitung adalah kondisi fisik sang pemain dalam beberapa musim terakhir.

Bek berusia 33 tahun itu cukup sering berkutat dengan cedera. Ia bahkan harus melewatkan banyak pertandingan penting bersama Real Madrid akibat masalah kebugaran.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di internal Milan. Rossoneri tentu tidak ingin mengambil risiko besar terhadap pemain dengan riwayat cedera yang cukup panjang.

Apalagi Serie A dan kompetisi Eropa menuntut konsistensi fisik sepanjang musim. Milan membutuhkan jaminan bahwa Alaba masih mampu tampil reguler jika benar-benar didatangkan ke San Siro.

Gaji Tinggi dan Tiket Eropa Jadi Penentu

Selain persoalan cedera, faktor finansial juga menjadi pertimbangan utama Milan. Walaupun bisa direkrut secara gratis, Alaba tetap memiliki tuntutan gaji yang sangat besar.

Situasi itu membuat Milan harus berhitung sangat cermat sebelum melanjutkan negosiasi lebih jauh. Klub tidak ingin melanggar keseimbangan struktur gaji yang selama ini coba mereka jaga.

Kelolosan ke kompetisi Eropa musim depan juga diyakini bakal menentukan arah transfer ini. Pendapatan tambahan dari Liga Champions akan memberi ruang lebih besar bagi Milan untuk memenuhi permintaan finansial Alaba.

Saat ini persaingan di papan atas Serie A masih berlangsung ketat. Milan berada di posisi ketiga dengan 67 poin dari 35 pertandingan, hanya unggul tiga angka dari Roma yang menempel di posisi kelima.

(Goal)

Bangkit dari Kekalahan Derbi, Persebaya Raih Kemenangan Tanpa Kebobolan 3 Laga Beruntun

Read Entire Article
Bisnis | Football |