Reaksi Nova Arianto Lihat Keributan Terjadi di EPA U-20, Sampai Ada Tendangan Kungfu!

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto memberikan reaksi setelah viralnya keributan antarpemain yang terjadi dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026. Kericuhan itu viral karena terdapat tendangan kungfu yang dilakukan salah satu pemain.

Keributan besar itu muncul dalam duel Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20 pada laga ke-32. Pertandingan itu berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).

Duel tim usia muda itu berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United U-20. Namun situasi memanas setelah pertandingan hingga terjadi keributan antarpemain kedua tim.

"Melihat yang terjadi di Pertandingan EPA U20 pastinya menjadi kejadian yang sangat disayangkan dan pastinya apapun situasi dan alasannya kejadian itu bukan menjadi contoh yang baik untuk di contoh pemain lainnya," kata Nova Arianto menanggapi keributan tersebut di Instagram pribadinya, dipetik Senin (20/4).

Kronologi Keributan

Dalam video yang beredar di media sosial, semula keributan terjadi hanya ada argumen antara pemain dan ofisial kedua tim. Tapi tiba-tiba terdapat satu pemain Bhayangkara FC U-20 yang berlari kencang ke arah pemain Dewa United U-20.

Pemain tersebut kemudian melancarkan tendangan kungfu, yang mengenai tepat ke kepala pemain Dewa United U-20 hingga terkapar. Penggawa Banten Warriors Muda yang lain kemudian mengejar sosok tersebut hingga keributan makin besar.

Sampai saat ini belum diketahui sosok pemain yang melakukan aksi tersebut. Tapi insiden itu diduga melibatkan penggawa Timnas Indonesia usia muda.

Mencari Tahu

Nova Arianto pun tak tinggal diam. Dia mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyelidiki siapa sosok pemain yang melakukan ulah terkeji tersebut.

Seandainya benar pemain Timnas Indonesia usia muda, Nova tak segan untuk memberikan tindakan sebagai konsekuensi dari insiden mengenaskan tersebut.

"Saat ini kami sedang mencoba mencari tau apa yang menyebabkan kejadian itu bisa terjadi dan seandainya benar ada pemain Timnas Usia Muda yang terlibat pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan karena sudah seharusnya pemain Timnas Usia Muda memberikan contoh yang baik kepada pemain lainnya," jelas Nova.

Harap Tak Kejadian Lagi

Lebih jauh pelatih yang pernah menjadi asisten Shin Tae-yong di Timnas Indonesia senior itu berharap kejadian serupa tak terulang lagi suatu saat nanti. Ia harap setiap pemain dan tim mengutama saling respek. 

"Selalu respek dengan apapun yang berada dilapangan dan semoga menjadi pembelajaran bersama agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali. Maju terus sepak bola Indonesia," tutupnya.

Krisis Kiper Liverpool Bertambah Parah: Giorgi Mamardashvili Cedera Susul Alisson Becker

Read Entire Article
Bisnis | Football |