Arsenal yang Mulai Goyah

4 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal memasuki fase paling menegangkan dalam perburuan gelar Premier League 2025/2026. Kekalahan dari Manchester City pada pekan ke-33 menjadi titik balik yang mengubah arah persaingan.

Gol penentu dari Erling Haaland di Stadion Etihad menjadi momen krusial yang menggeser momentum. Kemenangan 2-1 City terasa seperti sinyal kuat bahwa perburuan gelar belum berakhir.

Meski masih berada di puncak klasemen, posisi Arsenal kini jauh dari aman. Keunggulan yang sempat mencapai sembilan poin kini terpangkas drastis menjadi hanya tiga angka.

Situasi semakin rumit karena Manchester City masih memiliki satu laga tunda. Jika mampu mengalahkan Burnley, mereka berpotensi mengambil alih posisi teratas.

Tekanan kini sepenuhnya berada di pundak Arsenal yang harus menjaga konsistensi di sisa musim. Setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal dalam perebutan gelar yang semakin ketat.

Momentum Berpindah ke Manchester City

Manchester City kembali menunjukkan karakter khas mereka di fase akhir musim. Tim asuhan Pep Guardiola meningkatkan intensitas permainan saat kompetisi memasuki periode krusial.

Catatan performa City juga sangat impresif dalam beberapa pekan terakhir. Mereka hanya menelan satu kekalahan dalam 20 pertandingan liga terakhir.

Sebaliknya, Arsenal mulai kehilangan stabilitas performa. The Gunners hanya mampu meraih satu kemenangan dari enam pertandingan terakhir di semua kompetisi.

"Kami masih berharap. Tetapi kenyataannya adalah kami memiliki jadwal pertandingan yang buruk dan kami tidak berada di puncak klasemen," ucap Guardiola dikutip dari BBC Sport.

"Klasemen berbicara sendiri. Mereka telah menjadi yang terbaik. Selamat kepada para pemain, tetapi jangan kehilangan fokus," tegasnya.

Peluang Juara Menyusut, Arsenal Dikejar Bayang-Bayang

Secara matematis, Arsenal memang masih difavoritkan untuk menjadi juara. Namun, probabilitas mereka terus menurun seiring hasil negatif dalam beberapa laga terakhir.

Data dari Opta menunjukkan peluang Arsenal turun drastis dari 97 persen menjadi 73 persen dalam sepekan. Sebaliknya, peluang Manchester City melonjak dari 3 persen menjadi 27 persen.

Ironisnya, Arsenal telah menghabiskan 206 hari di puncak klasemen musim ini. Sementara itu, City hanya merasakan posisi teratas selama enam hari pada awal musim.

Fakta tersebut menegaskan bahwa dominasi sepanjang musim belum tentu berujung gelar. Arsenal kini harus membuktikan bahwa mereka mampu bertahan di bawah tekanan hingga garis finis.

Sumber: BBC Spoort

Profil Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Ambisi Team Melli di Tengah Tekanan Politik

Read Entire Article
Bisnis | Football |