Prabowo Ungkap Tujuan Bangun Sekolah Rakyat

11 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkap target dari dihadirkannya Sekolah Rakyat. Masyarakat yang paling susah dan kurang berdaya menjadi target utamanya.

Prabowo mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi bagian upaya pemerintah untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Terutama pada kelompok rentan yang sulit mendapat akses pendidikan.

"Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah mereka yang paling kurang berdaya. Jadi pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik," ungkap Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17, di Tabanan, Bali, mengutip YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (7/6/2026).

Dia menjelaskan, upaya untuk mengejar target itu harus dilakukan secara serius dengan usaha yang besar. Semua aspek harus mengenyam pendidikan yang layak agar mampu meningkatkan taraf hidupnya.

"Karena itu usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang, salah satu adalah pendidikan," kata Prabowo.

"Pendidikan yang bisa membuat rakyat sejahtera di semua bidang. Pendidikan latihan untuk petani, latihan untuk guru, untuk perawat, semua bidang harus kita tingkatkan pendidikan dan latihan," imbuh Kepala Negara.

Prabowo Kunjungi SRMP 17 Tabanan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Prabowo juga bertemu dengan calon siswa SRMP 17 tahun ajaran 2026/2027 beserta orang tuanya.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tiba di SRMP 17 Tabanan pukul 11.40 WITA. Kedatangan Prabowo disambut Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Prabowo lantas disambut yel-yel serta tari kecak yang ditampilkan siswa kelas IX SRMP 17 Tabanan. Selanjutnya, Prabowo bertemu dengan para calon siswa Sekolah Rakyat yang akan masuk pada kelas VIII.

Siswa Tidak Mampu

Adapun SRMP 17 Tabanan mulai beroperasi pada tahun 2025 di Sentra Mahatmiya Kementerian Sosial. Sejumlah fasilitas tersedia seperti, ruang kelas lengkap dengan komputer dan layar digital, perpustakaan, dapur, serta asrama.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan SRMP 17 Tabanan menerima siswa yang putus sekolah, tidak mampu, belum pernah bersekolah, hingga berpotensi putus sekolah. Nantinya, para siswa akan menerima percepatan pembelajaran untuk mengejar pendidikan yang tertinggal.

"Disini jumlah siswa ada 74 orang," kata Gus Ipul saat memberikan sambutan

Harus Penuhi Syarat

Sementara itu, Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan I Putu Jaya menyampaikan calon siswa tersebut dijangkau oleh pendamping PKH masing-masing daerah. Selanjutnya, pemerintah melakukan screening untuk memastikan bahwa para calon siswa betul-betul memenuhi persyaratan.

"Dilakukan ground check apa sudah betul-betul memenuhi syarat atau tidak, bersedia atau tidak, seperti itu. Kalau memang sudah memenuhi syarat-syarat, baru diterima di SR, seperti itu," ujar dia.

Menurut dia, para siswa SRMP 17 Tabanan berasal dari keluarga kategori 1 dan 2 atau tidak mampu. Para orang tua berprofesi sebagai petani dan buruh harian, seperti itu."Yang yang jelas mereka berasal dari desil 1 dan desil 2, seperti itu," ucap Putu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |