Pertamina Patra Niaga Gelar PINDEX 2026, Hadirkan Inovasi Teknologi untuk Sektor Hilir

16 hours ago 12

Liputan6.com, Tangerang - PT Pertamina Patra Niaga membuka babak baru transformasi infrastruktur hilir melalui peluncuran Pertamina Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 di Hall 10 ICE BSD, Tangerang, Rabu (3/6/2026). Ajang perdana ini menjadi wadah kolaborasi dan inovasi teknologi yang mengusung tema "Implementing the New Technologies for a Sustainable Downstream Business" sebagai fondasi pengembangan bisnis hilir yang berkelanjutan.

PINDEX 2026 berlangsung selama tiga hari hingga 5 Juni 2026. Beragam inovasi ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari presentasi produk, proyek strategis, revitalisasi fasilitas, hingga implementasi digitalisasi bisnis secara langsung. Acara ini didukung oleh Pertamax Green 95 sebagai energy partner serta sejumlah sponsor strategis, di antaranya PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, dan PT Pamitra Jaya Konstruksi.

Pembukaan acara dihadiri Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) M. Erry Sugiharto, Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga Sudung Situmorang dan Tina Talisa, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, beserta jajaran direksi dan manajemen Pertamina Group.

Sebagai bagian dari pelestarian budaya, seremoni pembukaan turut dimeriahkan penampilan tari "Garuda Nusantara" dari Naluri Manca yang merepresentasikan keharmonisan, kesetiaan, dan semangat persatuan bangsa.

Menciptakan Value Creation Lewat Teknologi dan Inovasi

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa PINDEX 2026 bukan sekadar ajang pertemuan antara supplier dan buyer. Lebih dari itu, forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi engineering dan inovasi untuk menciptakan value creation dalam integrasi bisnis hilir.

Dengan jaringan operasional yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Mars Ega menantang insan Pertamina maupun para penyedia teknologi untuk menghadirkan terobosan yang dapat meningkatkan kualitas layanan energi kepada masyarakat.

Beberapa area yang menjadi fokus pengembangan antara lain:

SPBU: Integrasi fungsi dispenser agar tidak hanya berperan sebagai alat ukur distribusi BBM, tetapi juga mampu berfungsi sebagai sarana pembayaran digital yang lebih cepat dan praktis.

Mobil Tangki: Penerapan desain mekanis modern, termasuk teknologi pegas dengan kemiringan 11 derajat yang memungkinkan proses bongkar muat BBM berlangsung lebih aman dan efisien tanpa penyangga manual.

Terminal BBM: Pemanfaatan facility blending melalui sistem inline blending yang terhubung langsung dengan kilang melalui jaringan pipa guna meningkatkan efisiensi operasional.

"Kita dituntut untuk bekerja dengan cara yang baru. Jika kawan-kawan memiliki pengalaman serupa di negara lain, bagikan dan diskusikan di sini. Kegiatan ini insyaAllah akan menjadi agenda rutin tahunan," tegas Mars Ega.

Ruang Kolaborasi untuk Percepatan Inovasi Hilir

Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi PT Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, menjelaskan bahwa gagasan penyelenggaraan PINDEX telah dirintis sejak sekitar 1,5 tahun lalu. Forum ini dibentuk untuk mempertemukan kebutuhan tim engineering internal dengan perkembangan teknologi terkini, sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih intensif antara Pertamina dan para mitra strategis.

"Alhamdulillah, saat ini ada sekitar 74 mitra internal maupun eksternal yang bersedia untuk saling berkolaborasi dan berinteraksi. Mulai dari teknologi instrumentasi, perpipaan (pipeline), energisasi, hingga teknologi maritim dan seluruh aspek hilir (downstream)," ujar Hari Purnomo.

Menurutnya, PINDEX diharapkan menjadi sarana peningkatan pengetahuan bagi tim regional Patra Niaga sekaligus wadah berbagi inovasi dan perkembangan teknologi terbaru yang dapat mendukung penguatan infrastruktur hilir di masa depan.

Tiga Pilar Transformasi Energi Masa Depan

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Robert MV Dumatubun, menjelaskan bahwa transformasi yang diusung PINDEX 2026 bertumpu pada tiga pilar utama.

1. Green Refinery

Mengembangkan proses bisnis kilang yang lebih ramah lingkungan guna menghasilkan produk berkualitas sekaligus mendukung agenda keberlanjutan nasional.

2. Green Shipping

Mengoptimalkan armada kapal sebagai virtual pipeline yang andal untuk mendukung distribusi energi di negara kepulauan, dengan mengedepankan efisiensi serta perlindungan lingkungan.

3. Green Marketing & Distribution

Mendorong efisiensi distribusi energi hingga ke masyarakat melalui pemanfaatan teknologi, termasuk implementasi ultrasonic metering pada tangki penyimpanan BBM.

"Secara otomatis, proses bisnis yang efektif dan efisien akan meningkatkan revenue perusahaan, yang manfaatnya kembali lagi kepada negara dan masyarakat," kata Robert.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dan mahasiswa dalam ajang ini. Menurut Robert, penguasaan teknologi akan menjadi kunci regenerasi sekaligus solusi bagi tantangan ketahanan energi nasional di masa mendatang.

Menjawab Tantangan Energi Nasional dan Asta Cita

Dalam sesi pemaparan, Direktur Infrastruktur, Proyek, dan Asset Integrity PT Pertamina Patra Niaga, Setyo Pitoyo, mengangkat tema "Green Refinery & Green Revenue untuk Kemandirian Energi".

Menurut Setyo, transformasi infrastruktur hilir yang adaptif menjadi bagian penting dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi dan memperkuat hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Urgensi transformasi tersebut tercermin dari kondisi makroekonomi nasional. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11% yang beriringan dengan meningkatnya kebutuhan energi. Sementara itu, produksi minyak mentah domestik terus menurun sehingga impor minyak mentah mencapai 362 ribu barel per hari (bpd), sedangkan impor BBM berada di kisaran 400-500 ribu bpd.

Kondisi ini mendorong percepatan investasi green revenue untuk mencapai target bauran energi nasional sebesar 15,75% sebagaimana diatur dalam PP Nomor 6 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Langkah yang dilakukan mencakup pembangunan fasilitas penyimpanan khusus FAME untuk mendukung implementasi Biosolar B35 dan B40, serta penyesuaian infrastruktur kilang guna mengakomodasi energi yang lebih ramah lingkungan.

Percepat Green Refinery dan Perkuat Distribusi Indonesia Timur

Pertamina saat ini mengakselerasi sejumlah proyek strategis nasional. Di antaranya pembangunan fasilitas Non-Refinery Gasoline (NRG) di Dumai dan Cilacap yang telah memasuki tahap groundbreaking, serta pembangunan Integrated Terminal (IT) di Palaran, Namlea, dan Nabire untuk memperkuat pasokan energi di wilayah Indonesia Timur.

Di sisi lain, proyek Green Refinery Cilacap yang memasuki tahap pra-kualifikasi tender akan memanfaatkan teknologi Hydroflex™ dari Topsoe untuk mengolah minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) menjadi hidrokarbon murni.

Sebagai upaya meningkatkan keterlibatan industri nasional, proyek ini menetapkan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 25% hingga 30% untuk material dan jasa.

Komitmen terhadap energi bersih juga ditunjukkan melalui keberhasilan tiga kali uji coba komersial Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah. Uji coba terbaru dilakukan pada 18 Agustus 2025 menggunakan pesawat Pelita Air rute Jakarta-Denpasar dengan campuran SAF sebesar 2,5%.

Untuk memastikan seluruh proyek hilir berjalan sesuai standar kualitas dan keselamatan, Setyo Pitoyo mengingatkan para kontraktor yang ingin berpartisipasi dalam proyek Pertamina agar memenuhi empat kualifikasi utama. Diantaranya Safety & Risk Mitigation; Early Commissioning Planning; Manajemen Cash Flow; dan Code & Standar Migas.

Pengunjung Sambut Antusias Gelaran PINDEX 2026

PINDEX 2026 mendapat respons positif dari pelaku industri maupun pekerja Pertamina Group yang hadir pada hari pertama penyelenggaraan. Salah satunya datang dari Danang, pengunjung yang berprofesi di bidang manajemen proyek. Ia mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengunjungi berbagai stan pameran.

"Pameran ini memberikan banyak insight baru bagi saya yang juga mengurus bagian proyek. Kita jadi tahu perkembangan teknologi dari unit lain, terutama inovasi sistem yang terintegrasi langsung dengan sensor Automatic Tank Gauging (ATG) di tangki penyimpanan. Hal ini membuat pemantauan produk terkomputerisasi secara presisi di lapangan," pungkasnya.

Pertamina Patra Niaga Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 berlangsung pada 3–5 Juni 2026 di ICE BSD Hall 10, Tangerang, Banten. Informasi selengkapnya kunjungi situs resmi PINDEX di https://pindex.co.id maupun aplikasi MyPertamina.

(*)

Read Entire Article
Bisnis | Football |