Nilai Pasar 10 Perusahaan Paling Berharga di Dunia Melonjak Sejak Perang Iran

10 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Nilai pasar total 10 perusahaan paling berharga di dunia melonjak 16,69% atau USD 4,183 triliun menjadi USD 29,24 triliun atau Rp 512.088 triliun (asumsi rupiah terhadap dolar AS 17.510). Lonjakan nilai pasar itu terjadi sejak dimulainya perang di Iran pada akhir Februari 2026.

Mengutip Anadolu Agency, Rabu (13/5/2026), nilai pasar perusahaan terkemuka di dunia bergejolak sebelum serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Pada akhir Maret, kapitalisasi pasar total dari 10 perusahaan teratas turun 4,3% atau sebesar USD 1,077 triliun selama periode satu bulan dibandingkan penutupan pasar sebelum ketegangan di Iran turun menjadi USD 23,98 triliun.

Rekomendasi pembelian dari bank-bank investasi besar dan ekspektasi terhadap investasi kecerdasan buatan (AI) mendorong nilai pasar perusahaan-perusahaan ini, terutama di tengah meredanya ketegangan geopolitik, sehingga nilai pasar total dari 10 perusahaan teratas mencapai USD 27,862 triliun pada akhir April. Ini  menandai kenaikan bulanan sebesar 16,19% atau USD 3,882 triliun.

Nilai perusahaan-perusahaan ini melonjak 4,94% atau USD 1,3775 triliun pada penutupan pasar terbaru 8 Mei dibandingkan akhir April, sehingga totalnya mencapai USD 29,24 triliun.

Produsen chip Nvidia mencetak rekor baru pada April dengan kapitalisasi pasar USSD 5,229 triliun, melampaui ambang batas USD  triliun setelah mengalami koreksi USD 67,797 miliar pada Maret.

Nvidia tidak mampu mempertahankan level ini setelah aksi ambil untung pada akhir bulan, tetapi kemudian pulih dan kembali melampaui ambang batas tersebut.

Mengikuti Nvidia, Alphabet mencapai nilai pasar USD 4,834 triliun, diikuti oleh Apple dengan USD 4,309 triliun, nilai pasar kedua perusahaan tersebut melebihi level USD 4 triliun.

Deretan Perusahaan Lainnya

Microsoft berada di urutan keempat di antara 10 perusahaan teratas dengan nilai pasar USD 3,084 triliun, diikuti oleh Amazon dengan USD 2,933 triliun, Broadcom dengan USD 2,036 triliun, TSMC dengan USD 1,89 triliun, Saudi Aramco dengan USD 1,769 triliun, Tesla dengan USD 1,609 triliun, dan Meta dengan USD 1,5475 triliun.

Nilai pasar Saudi Aramco melonjak sebesar USD 158 miliar, sementara Tesla meningkat USD 98,373 miliar pada periode yang sama. Meta adalah satu-satunya perusahaan yang mengalami penurunan nilai, yaitu sebesar USD 92,62763 miliar.

Berdasarkan persentase peningkatan sejak perang, Broadcom memimpin dengan lonjakan 34,38%, diikuti oleh Amazon dengan 30,12% dan Alphabet dengan 28,24%.

Saham Nvidia Sentuh Rekor

Sebelumnya, harga saham Nvidia ditutup pada rekor tertinggi pada Jumat, 24 April 2026 untuk pertama kali sejak Oktober 2025. Kenaikan harga saham Nvidia mendorong kapitalisasi pasar perseroan melewati USD 5 triliun atau Rp 86.265 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.250). Harga saham Nvidia yang melonjak itu seiring investor berbondong-bondong masuk ke perdagangan chip artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjelang rilis laba perseroan dari perusahaan raksasa teknologi.

Mengutip CNBC, harga saham Nvidia naik 4,3% dan ditutup di USD 208,27. Harga saham Nvidia telah menguat lebih dari 14 kali lipat sejak akhir 2022, didorong meningkatnya permintaan untuk layanan dan model kecerdasan buatan. Unit pemrosesan grafis Nvidia diandalkan oleh Google, Microsoft, Meta dan Amazon serta pengembang model OpenAI dan Anthropic.

Selain itu, reli harga saham Nvidia pada Jumat pekan ini dipicu oleh laba lebih baik dari perkiraan pada Kamis malam dari produsen chip Intel, yang sebagian besar telah tersisih dari pasar AI hingga baru-baru ini. Saham Intel melonjak 24%, kinerja terbaik sejak 1987.

Di sisi lain, Advanced Micro Devices, yang bersaing dengan Nvidia dan Intel melonjak 14%, sementara produsen chip perangkat seluler Qualcomm naik 11%.

Investor telah mengurangi kepemilikan saham teknologi kapitalisasi besar karena harga minyak meroket akibat perang Iran dan gangguan rantai pasokan yang mengikutinya.

Namun, sebagian besar sektor teknologi kembali diminati akhir-akhir ini dengan permintaan investor kembali diminati akhir-akhir ini dengan permintaan infrastruktur AI yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Nasdaq kini naik 15% pada April, menuju bulan terbaiknya sejak April 2020. Nvidia menghadapi persaingan yang semakin ketat di bidang AI. Alphabet, pelanggan utama Nvidia mengumumkan chip baru yang akan mencoba menyaingi penawaran Nvidia ketika tersedia untuk pelanggan cloud akhir tahun ini.

Read Entire Article
Bisnis | Football |