Momen Unik Piala Dunia: Aksi Heroik Pickles Temukan Trofi Jules Rimet

4 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Antusiasme menyambut Piala Dunia 2026 semakin memuncak, membawa kita pada refleksi mendalam mengenai perjalanan panjang turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.

Sejarah Piala Dunia tidak hanya dihiasi oleh gol-gol indah dan kemenangan heroik, tetapi juga oleh berbagai momen unik dan tak terduga yang menjadi legenda tersendiri. Kisah-kisah ini, yang terkadang penuh drama dan kejutan, selalu menarik untuk dikenang dan diceritakan kembali.

Sala satu momen paling ikonik yang mencuri perhatian adalah insiden pencurian trofi Jules Rimet menjelang Piala Dunia 1966 di Inggris. Peristiwa ini menunjukkan bahwa dalam sepak bola, segala kemungkinan bisa terjadi, melampaui prediksi dan ekspektasi.

Momen-momen ini tidak hanya menambah warna dalam narasi Piala Dunia, tetapi juga menjadi pengingat akan semangat juang, ketidakpastian, dan keajaiban yang selalu menyertai setiap edisi turnamen. 

Drama Pencurian Trofi Jules Rimet di Inggris 1966

Pada Maret 1966, dunia sepak bola dikejutkan oleh berita pencurian trofi Jules Rimet, hadiah paling berharga dalam olahraga ini. Peristiwa ini terjadi saat Inggris tengah bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia kedelapan, menambah ketegangan dan kekhawatiran di tengah persiapan besar tersebut.

Trofi Jules Rimet sendiri merupakan representasi emas padat setinggi 12 inci dari Nike, dewi kemenangan Yunani, yang bertengger di atas bongkahan lapis lazuli yang berharga. Asosiasi Sepak Bola (FA) telah merilis trofi tersebut untuk dipamerkan di pameran perangko di Central Hall, Westminster, dengan pemahaman ketat bahwa trofi akan dipajang dalam etalase kaca dan dijaga oleh seorang penjaga siang dan malam.

Namun, ketua pameran, Cecil Richardson, mengungkapkan bahwa tekanan keamanan tidak dianggap terlalu serius saat aula ditutup untuk umum. Pencurian terjadi antara pukul 11 pagi, ketika trofi masih ada, dan tengah hari pada Minggu, 20 Maret, saat trofi sudah tidak ada.

Reaksi terhadap pencurian ini sangat beragam; FA menyatakan penyesalan mendalam atas insiden yang memalukan ini, sementara Presiden kehormatan FA Finlandia, Erik von Frenckell, menyatakan kemarahannya.

Bahkan, Abrain Tebet dari Konfederasi Olahraga Brasil dengan tegas menyatakan bahwa pencurian semacam itu tidak akan pernah terjadi di Brasil. Upaya pemerasan pun muncul, dengan seseorang bernama Jackson menuntut 15 ribu pounds sebagai tebusan. Detektif Inspektur Len Buggy berhasil menangkap Jackson, yang kemudian diidentifikasi sebagai Edward Betchley, seorang 'dealer' dengan catatan kriminal.

Di tengah keputusasaan, sebuah keajaiban terjadi pada Minggu malam, 27 Maret, ketika trofi Jules Rimet ditemukan oleh seekor anjing collie bernama Pickles. Anjing milik David Corbett, seorang pekerja dok Thames berusia 26 tahun, ini menemukan bungkusan yang terbungkus koran di bawah semak-semak di Beulah Hill, Upper Norwood, London selatan. Corbett membuka bungkusan itu dan melihat alas trofi bertuliskan 'Brazil 1962', yang membuatnya menyadari penemuan luar biasa tersebut. Dengan bangga, Corbett membawa trofi itu ke kantor polisi Gypsy Hill dan menyatakan, "Pickles melihatnya lebih dulu, si kecil manis!" Penemuan ini segera menjadikan Pickles sebagai pahlawan nasional dalam semalam. Pickles dianugerahi medali perak padat oleh National Canine Defence League (sekarang Dogs Trust), menerima piring perak berisi uang tunai 53 pounds dan tulang karet cokelat, serta pasokan makanan anjing gratis selama setahun. Ia bahkan mendapatkan peran dalam film "The Spy with the Cold Nose" dengan bayaran dua kali lipat dari tarif anjing normal. Sementara itu, David Corbett, meskipun awalnya namanya diajukan untuk hadiah, akhirnya menerima hampir 6.000 pounds, jumlah yang signifikan dibandingkan bonus 1.360 pounds yang diterima oleh setiap pemain Inggris yang memenangkan Piala Dunia tahun itu. Sayangnya, baik Joe Mears (ketua FA yang dihubungi pemeras) maupun Pickles meninggal prematur tak lama setelah peristiwa tersebut; Mears karena kondisi jantung pada malam final Piala Dunia 1966, dan Pickles pada tahun 1967 karena tersedak tali saat mengejar kucing.

Read Entire Article
Bisnis | Football |