Mentan Targetkan Impor Bawang Putih Henti 5 Tahun Lagi

11 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan impor bawang putih dapat dihentikan dalam beberapa tahun ke depan melalui peningkatan luas tanam, produktivitas, serta penguatan kemandirian pangan nasional. Target tersebut disebut bukan sekadar wacana, melainkan agenda yang telah memiliki tenggat waktu jelas.

“Kita hentikan import mungkin 3–4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun. Kalau bisa 4 tahun, paling lambat 5 tahun," kata Mentan dikutip dari Antara, Senin (9/2/2026).

Menurut Amran, keseriusan pemerintah dalam mendorong swasembada bawang putih merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Arahan tersebut, kata dia, langsung direspons cepat tanpa menunggu proses birokrasi panjang.

“Bapak Presiden sudah arahkan via telepon hari Sabtu. Hari Minggu tim berangkat, hari Senin kami sudah tiba di sini (Nusa Tenggara Barat) untuk merealisasikan itu. Kita buat program khusus," tegas Mentan.

Ia menyampaikan optimisme Indonesia untuk segera mencapai swasembada bawang putih nasional, dengan menjadikan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu pilar utama pengembangannya. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menopang produksi bawang putih nasional.

NTB Jadi Pilar Pengembangan Bawang Putih

Di hadapan petani bawang putih, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta jajaran pemerintah daerah di kawasan Sembalun, NTB, Mentan Amran memaparkan kesiapan produksi nasional sekaligus menegaskan target penghentian impor bawang putih dalam beberapa tahun ke depan.

Ia menilai kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai serta konsistensi pelaksanaan di lapangan. Untuk itu, pemerintah menetapkan kebutuhan minimal luas tanam nasional.

“Bawang putih di NTB, minimal 25.000 hektare. Kalau mampu 50.000, ini bisa men-supply provinsi-provinsi lain," ucapnya.

Menurut Mentan, NTB memiliki keunggulan nyata sebagai sentra pengembangan bawang putih. Selain potensi lahan yang luas, produktivitas bawang putih di wilayah tersebut tergolong tinggi dibandingkan daerah lain.

“Yang menarik, NTB ini produksinya 20 ton. Tadi ada yang 28 ton per hektare. Ini sangat menarik untuk kita kembangkan. Indonesia pasti bisa. Paling tinggi 100.000 hektare tanaman bawang, itu sudah swasembada,” ujar Mentan Amran.

Target Nasional Relatif Kecil, Optimisme Menguat

Mentan Amran menekankan bahwa target swasembada bawang putih secara nasional tergolong kecil jika dibandingkan dengan komoditas pangan strategis lainnya, seperti padi. Hal ini membuat target tersebut dinilai realistis untuk dicapai dalam waktu relatif singkat.

“Tau nggak tanaman beras, tanaman padi, 7,4 juta hektare. 7,4 juta saja kita selesaikan, apalagi 100.000 hektare. Saya kira cuma 2 gubernur, 3 gubernur menyelesaikan itu. NTB, mungkin Sumatera Utara, dan Jawa Tengah," imbuhnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |