Luhut Ungkap Dampak Transaksi Ekspor Danantara Terhubung ke Kemenkeu

2 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, transaksi ekspor oleh Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan terhubung langsung ke dasbord Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Cara ini dinilai menutup celah kebocoran penerimaan negara.

Diketahui, DSI bakal menjadi eksportir tunggal beberapa komoditas strategis. Transaksi ekspor itu akan terhubungan dengan sistem national single window di Kementerian Keuangan yang dipimpin Purbaya Yudhi Sadewa.

"Jadi nanti semua itu (transaksi ekspor DSI) terkait ke National Single Window di Kementerian Keuangan. Sehingga penerimaan negara pasti akan meningkat signifikan seperti yang sudah tadi saya sudah jelaskan. Hampir tidak mungkin orang lari dari situ karena akan kita monitor," tegas Luhut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Hal ini merujuk pada sistem yang akan dikembangkan untuk memantau transaksi ekspor. Tak hanya menyoal transaksi, sistem juga bisa mendeteksi legalitas sumber komoditas yang diperdagangkan.

Luhut menjelaskan, sistem ini tidak dibangun oleh pihak asing dan menghabiskan banyak biaya. Melainkan, karya anak muda Indonesia atas pengembangan sistem yang sudah ada.

"Semua ini dibangun oleh anak-anak muda Indonesia, dan kita tidak memakai uang yang berlebihan, kita pakai program. Dan saya kira kalau dulu kita ingat E-KTP triliunan rupiah ini sampai hari ini kita belum keluar berapa puluh miliar," tuturnya.

Semua BUMN Bakal Dipantau Sistem AI

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap, rencana pemantauan BUMN dengan sistem berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pemantauan dengan AI ini digadang mampu menghemat hingga ratusan miliar rupiah.

Hal tersebut diungkap Luhut saat menerangkan mengenai sistem teknologi pemerintahan atau government technology. Dia telah melapor soal pemantauan sistem AI ini ke Presiden Prabowo Subianto.

"Kemudian tadi Presiden juga kami lapori, nanti semua BUMN baik Pertamina apa semua akan semua berbasis AI," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Hemat Puluhan Miliar Rupiah

Dia mengklaim, sistem ini akan menghemat hingga ratusan miliar rupiah. "Ini saya kira akan membuat penghematan tahu berapa puluhan miliar atau mungkin ratusan miliar ke depan ini," ucap dia.

Luhut menjamin, penerapan sistem ini tidak akan menambah orang baru, melainkan memanfaat tenaga dan sistem yang sudah berjalan sebelumnya untuk dikembangkan lagi. 

"Ini bukan hal baru, kita tidak meng-hire orang. Kita mengerjakan pengalaman kita sejak mulai Covid yang lalu, dengan PeduliLindungi, e-katalog, Simbara dan seterusnya. Saya kira itu yang sangat penting untuk kita sampaikan," kata Luhut.

Penyaluran Bansos Pakai Digital Single ID

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap rencana pemanfaatan teknologi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga subsidi. Misalnya melalui digital single identity (ID).

Luhut mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menjalankan sistem digitalisasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Penggunaan Digital Single ID akan mulai diterapkan pada akhir 2026.

"Kita melihat bahwa dalam waktu tidak terlalu lama kita akan punya digital single ID, mungkin akhir tahun ini akan ada single digital single ID yang akan mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted," ungkap Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |