Kena Tarif Dagang AS 10%, Indonesia Siap Negosiasi

9 hours ago 13

Amerika Serikat (AS) akan mengenakan tarif dagang sebesar 10 persen bagi komoditas ekspor asal Indonesia.

Diterbitkan 08 Juni 2026, 16:15 WIB

Share

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) disebut bakal kembali mengenakan tarif dagang sebesar 10 persen bagi komoditas ekspor asal Indonesia. Namun begitu, Pemerintah bakal berupaya agar Indonesia bisa mendapat keringanan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, AS sebelumnya telah menetapkan tarif sementara sebesar 10 persen untuk seluruh negara selama 150 hari, usai pengadilan setempat membatalkan penerapan tarif resiprokal.

"Jadi tarif yang ditentukan oleh pemerintah Amerika 10 persen tadi, menggantikan resiprokal itu berakhir pada tanggal 24 Juli 2026," jelas Mendag di kantornya, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Setelah itu, Negeri Paman Sam berencana kembali mengenakan tarif sebesar 10 persen kepada Indonesia. Usai Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) melakukan investigasi Section 301 sesuai Undang-Undang (UU) Perdagangan AS Tahun 1974.

Adapun investigasi ini berkaitan dengan isu praktik kerja paksa (forced labor) dan kelebihan kapasitas produksi (excess manufacturing capacity).

Hasil investigasi tersebut telah diterbitkan USTR pada 2 Juni 2026 lalu. Mengacu laporan ini, AS berencana mengenakan tarif antara 10-12,5 persen kepada 60 negara yang menjadi objek investigasi.

Indonesia Kena Tarif 10%

Hasilnya, Indonesia masuk ke dalam 14 negara yang mendapatkan tarif 10 persen. Bersama dengan Kanada, Ekuador, Uni Eropa, Meksiko, Pakistan, Argentina, Bangladesh, Kamboja, El Savador, Guatemala, Malaysia, Taiwan, dan Inggris.

Sementara itu, 46 negara lainnya mendapatkan tarif 12,5 persen.

"Indonesia masuk ke dalam kelompok 14 negara tersebut, kenapa? Karena terkait dengan post labor Indonesia sudah memiliki kerangka hukum dan yang kedua Indonesia sudah memiliki ART (Agreement on Reciprocal Tariff)," jelasnya.

Bakal Lanjut Negosiasi

Kendati begitu, Mendag bilang bahwa Pemerintah RI bakal terus melakukan negosiasi dengan pihak Washington DC. Sehingga Indonesia bisa mengantongi tarif yang lebih menguntungkan.

"Jadi itu masih usulan dari Amerika yang nanti sifatnya masih dinamis. Pemerintah Indonesia terus melakukan pendekatan dengan Amerika untuk mendapatkan tentunya tarif yang lebih baik," tutur dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Maulandy Rizky Bayu Kencana, Septian DenyTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |