KAI Logistik Angkut 936 Ribu Ton Batu Bara pada April 2026

6 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - KAI Logistik mencatat kenaikan volume angkutan batu bara pada April 2026, dengan volume tertinggi sebesar 936.244 ton. Jumlah itu meningkat lebih dari 11 persen dibandingkan bulan sebelumnya Maret 2026 yang berada di kisaran 847 ribu ton. Kinerja tersebut juga melampaui 21 persen dari target April 2026.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan menyampaikan, capaian ini menunjukkan mulai menguatnya pergerakan bisnis batu bara pada triwulan kedua. Sekaligus menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai solusi logistik.

"Peningkatan volume pada April menjadi sinyal positif terhadap penguatan aktivitas distribusi batu bara. Selain dipengaruhi kebutuhan energi yang tetap kuat, capaian ini juga merupakan hasil strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas layanan melalui optimalisasi infrastruktur terminal bongkar muat," ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Salah satu strategi yang menjadi mendorong peningkatan tersebut adalah pengoperasian Container Yard (CY) 2 Merapi sejak Maret 2026. 

CY 2 Merapi  diproyeksikan mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun. Dengan pengoperasian optimal pada dua jalur, kapasitas layanan bahkan berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian kereta api per hari. 

Target 3 Juta Ton per Tahun

Secara keseluruhan, fasilitas ini diperkirakan dapat berkontribusi terhadap angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun, sehingga memperkuat kapasitas distribusi komoditas energi nasional.

Yuskal optimistis layanan penanganan batu bara akan terus menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan sepanjang 2026.

Dengan kapasitas angkut mencapai 27 juta ton per tahun, KAI Logistik berperan sebagai bagian dari ekosistem strategis dalam rantai pasok energi nasional melalui layanan yang tersedia di enam terminal batu bara di Sumatera Selatan.

"Ke depan, kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring peningkatan kapasitas layanan dan kebutuhan distribusi energi nasional. KAI Logistik akan terus beradaptasi terhadap kebutuhan industri melalui penguatan infrastruktur dan layanan yang semakin andal," tuturnya. 

KAI Logistik Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun pada 2026, Angkutan Non-Batu Bara jadi Fokus

Sebelumnya, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) membidik pendapatan sebesar Rp 2,47 triliun sepanjang 2026. Angka tersebut bisa didapat dari peningkatan jumlah angkutan dan perluasan bisnis. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan Rp 2,47 triliun setara dengan pertumbuhan 119% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 1,1 Triliun.

“Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi KAI Logistik untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis secara berkelanjutan. Target ditetapkan mencerminkan kesiapan perusahaan dalam mengelola pertumbuhan secara berkelanjutan,” ujar Yuskal dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).

Pada segmen angkutan ritel, volume ditargetkan mencapai 165 ribu ton, atau naik 152% dibandingkan capaian tahun 2025. Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada angkutan multikomoditas, khususnya angkutan peti kemas, semen, dan komoditas non-batu bara. Targetnya volume lebih dari 9 juta ton, atau meningkat lebih dari 200% dibandingkan realisasi sebelumnya.

Lonjakan volume tersebut didorong oleh peningkatan kapasitas bisnis perusahaan, terutama melalui pengalihan dan pengelolaan penuh angkutan non-batu bara di wilayah Jawa, yang sebelumnya masih dikelola sebagian oleh induk usaha. 

“Pengalihan pengelolaan angkutan non-batu bara di Jawa memberikan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi KAI Logistik, sekaligus memperkuat fokus kami pada pengembangan angkutan multikomoditas,” ujarnya.

Angkut 23 Juta Ton Batu Bara

Pada segmen angkutan batu bara, KAI Logistik menargetkan volume 23 juta ton, atau meningkat 19% dibandingkan kinerja 2025. Target tersebut ditetapkan untuk menjaga kesinambungan kinerja komoditas utama, di tengah strategi diversifikasi bisnis yang terus diperkuat.

Selain penguatan kapasitas angkutan, KAI Logistik juga menetapkan sejumlah inisiatif strategis, antara lain perluasan bisnis ke segmen e-commerce serta peningkatan kapasitas layanan melalui pengembangan infrastruktur, termasuk rencana perluasan Terminal Ronggowarsito dan penjajakan Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.

“Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan volume, tetapi juga pada penguatan ekosistem layanan dan infrastruktur agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tutur Yuskal.

Read Entire Article
Bisnis | Football |