Jadwal Operasional BCA di Libur Tahun Baru Islam 2026

3 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah menyesuaikan jadwal operasional kantor cabang pada hari libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Penyesuaian ini mengikuti jadwal libur yang telah ditetapkan oleh pemerintah pada 16 Juni 2026.

"Seluruh Kantor Cabang BCA tidak beroperasi pada 16 Juni 2026 dan kembali beroperasi pada 17 Juni 2026. Nasabah tetap dapat bertransaksi melalui myBCA, BCA Mobile, internet banking dan ATM," dikutip dari pengumuman BCA, Senin (15/6/2026).

Selama hari libur tersebut, BCA berkomitmen untuk tetap menghadirkan akses layanan perbankan 24 jam yang dapat digunakan nasabah kapan saja melalui platform digital seperti myBCA, BCA mobile, dan KlikBCA.

Nasabah yang hendak melakukan setor maupun tarik tunai juga dapat memanfaatkan fitur cardless di myBCA dan BCA mobile, sehingga transaksi di ATM dapat dilakukan lebih praktis.

BCA senantiasa mengingatkan nasabah agar selalu menjaga kerahasiaan data perbankan pribadi dari berbagai modus penipuan. Jangan pernah membagikan PIN, OTP, maupun data sensitif lainnya, serta pastikan untuk menghubungi kanal resmi berikut apabila mendapatkan informasi mencurigakan:

  • Contact center HaloBCA 1500888
  • Aplikasi haloBCA
  • WA Bank BCA 0811 1500 998
  • Instagram @goodlifebca
  • Web chat bca.co.idE-mail [email protected].

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyatakan pihaknya selalu memastikan untuk tetap menjaga keterbukaan akses transaksi perbankan bagi seluruh nasabah BCA selama libur Tahun Baru Islam 2026. 

"Kami segenap keluarga besar BCA mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga momen ini menjadi kesempatan berharga bagi kita semua untuk merefleksikan diri, memperkuat kebersamaan, serta melangkah maju dengan semangat baru. BCA tetap melayani kebutuhan nasabah platform myBCA, BCA mobile, dan KlikBCA, serta kemudahan fitur cardless untuk setor-tarik tunai di ATM,” kata Hendra Lembong.   

BCA Lanjutkan Buyback Saham Rp 5 Triliun

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melanjutkan realisasi program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 5 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga nilai saham sekaligus menunjukkan keyakinan terhadap prospek pasar modal Indonesia.

Program buyback tersebut mulai direalisasikan kembali pada 11 Juni 2026. Nilai maksimal Rp 5 triliun yang disiapkan BCA sudah mencakup biaya perantara pedagang efek maupun biaya lain yang terkait dengan pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari buyback saham yang sebelumnya telah dilaksanakan pada April 2026.

Menurut dia, keputusan melanjutkan pembelian kembali saham bukan hanya didasarkan pada kondisi pasar, tetapi juga mempertimbangkan fundamental bisnis Perseroan yang tetap kuat.

“Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini juga sudah mempertimbangkan kondisi fundamental Perseroan,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh proses buyback dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta mematuhi seluruh ketentuan dan regulasi yang berlaku di pasar modal Indonesia.

Buyback Berlangsung hingga Maret 2027

Manajemen BCA menjelaskan bahwa periode pelaksanaan buyback berlangsung selama 12 bulan, yakni sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027.

Meski demikian, Perseroan memiliki opsi untuk mengakhiri program tersebut lebih cepat apabila dianggap telah memenuhi tujuan yang ditetapkan, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hendra memastikan aksi korporasi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional perusahaan.

Menurut dia, BCA tetap berada dalam posisi yang kuat untuk menjalankan bisnis dan menjaga pertumbuhan kinerja di tengah dinamika pasar keuangan.

“Pelaksanaan buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan,” katanya.

Ia menambahkan, manajemen akan terus mencermati perkembangan pasar dalam menentukan langkah-langkah pelaksanaan buyback ke depan.

“Kami mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis Perseroan, serta melangkah dengan pruden pada tahun 2026,” tutur Hendra.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |