Ini Usul Pengusaha ke Prabowo Saat Dipanggil ke Hambalang

10 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kalangan pengusaha nengaku butuh peta jalan (roadmap) pemenuhan bahan baku lokal untuk industri Tanah Air. Tujuannya untuk mengukur kemampuan pasokan lokal sebagai pengganti bahan baku dari impor.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman menyebut usulan itu telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal itu dilakukan tepat saat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dipanggil ke kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Adhi bilang, roadmap bahan baku lokal ke industri belum dibahas secara komprehensif dengan pemerintah. Tapi usulannya sudah disampaikan ke Kepala Negara. "Secara komprehensif belum, baru sepotong-sepotong, makanya kemarin kan kita ketemu Presiden, kita sampaikan," katanya, ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dia mengatakan saat ini, pasokan bahan baku menjadi salah satu tantangan. Apalagi, mayoritas saat ini dipasok dari impor. Paling banyak, 100 persen gula kebutuhan industri didapat dari luar negeri. Jagung untuk makanan, kedelai, hingga garam juga mayoritas dipenuhi dari impor.

Adhi menegaskan, banyaknya kebutuhan dari impor tadi perlu disikapi secara menyeluruh. Misalnya melaluibpeta jalan pemenuhan bahan baku dari dalam negeri.

"Nah, oleh sebab itu kita harus bikin sama-sama duduk, kita memetakan potensi kita apa, yang kita sanggup mana, yang kita enggak sanggup mana. Kita tentukan yang prioritas mana. Kalau nggak, kita akan selalu ribut, tiap tahun ribut. Nah, sementara kita kan pengen tumbuh cepat," tutur dia.

Dorong Perkembangan Sektor Hulu

Peta jalan ini akan meliputi rencana jangka pendek maupun jangka panjang. Satu tujuannya, untuk mendorong perkembangan sektor hulu agar bisa menghasilkan bahan baku bagi industri hilir.

"Kita perlu bikin roadmap sebenarnya. Sekarang ngapain, dalam jangka pendek 5 tahun ke mana, 10 tahun ke mana," kata dia.

"Yang penting kita harus mendukung perkembangan di hulunya, supaya kita bisa secara roadmap mengurangi ketergantungan kita terhadap import. Nah, ini yang harus kita lakukan," sambungnya.

Mayoritas Bahan Baku dari Impor

Sebelumnya, Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman mengungkapkan masih banyak bahan baku industri yang dipenuhi dari impor. Bahkan, gula kebutuhan industri masih sepenuhnya didatangkan dari luar negeri.

"Kalau kita bicara bahan baku di industri agro dan makanan minuman itu memang kita harus akui sebagian besar masih tergantung impor," kata Adhi, ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dia menerangkan, 100 persen gula kebutuhan industri masih diambil dari impor. Jagung untuk makanan pun sebesar 90 persen, susu masih 80 persen, dan garam sekitar 70 persen impor.

Terhambat Perkembangan Industri Hulu

Sejatinya, dia sepakat jika harus mengambil bahan baku dari dalam negeri. Tantangannya, produksi lokal untuk kebutuhan dalam negeri masih minim imbas perkembangan industri hulu yang masih terbatas.

"Ternyata perkembangan di hulu itu lebih lambat dibandingkan di hilir. Sehingga kita semakin tertinggal, kita semakin banyak butuh bahan baku yang dari impor," kata dia.

"Kan pemerintah pengennya swasembada, nah, sebab itu peraturannya sangat ketat sekali, ada lartas, ada macam-macam peraturan yang membatasi itu. Nah, inilah yang kita perlu sinkronkan," sambungnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |