Idul Adha 2026, Harga Emas Pegadaian Kompak Turun

16 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) di Hari Raya Idul Adha 2026 ini kompak turun. Penurunan harga emas Pegadaian ini untuk ketiga jenis produk yang dijual yaitu UBS, Antam, dan Galeri24.

Mengutip laman Sahabat Pegadaian, Rabu (27/5/2026), harga emas Pegadaian jenis UBS turun menjadi Rp 2.842.000 per gram dari kemarin yang dipatok Rp 2.855.000 per gram. Sedangkan harga emas jenis Antam juga turun menjadi Rp 2.910.000 per gram dari kemarin yang dibanderol Rp 2.916.000 per gram.

Untuk harga emas jenis Galeri24 ikut turun menjadi Rp 2.782.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.794.000 per gram. Harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara harga emas antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.

Daftar lengkap harga emas Pegadaian:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.460.000
  • 1 gram: Rp 2.782.000
  • 2 gram: Rp 5.499.000
  • 5 gram: Rp 13.644.000
  • 10 gram: Rp 27.216.000
  • 25 gram: Rp 67.674.000
  • 50 gram: Rp 135.242.000
  • 100 gram: Rp 270.349.000
  • 250 gram: Rp 674.214.000
  • 500 gram: Rp 1.348.427.000
  • 1.000 gram: Rp 2.696.852.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.507.000
  • 1 gram: Rp 2.910.000
  • 2 gram: Rp 5.758.000
  • 3 gram: Rp 8.611.000
  • 5 gram: Rp 14.316.000
  • 10 gram: Rp 28.574.000
  • 25 gram: Rp 71.305.000
  • 50 gram: Rp 142.527.000
  • 100 gram: Rp 284.973.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.536.000
  • 1 gram: Rp 2.842.000
  • 2 gram: Rp 5.640.000
  • 5 gram: Rp 13.937.000
  • 10 gram: Rp 27.729.000
  • 25 gram: Rp 69.185.000
  • 50 gram: Rp 138.085.000
  • 100 gram: Rp 276.062.000
  • 250 gram: Rp 689.950.000
  • 500 gram: Rp 1.378.279.000.

Harga Emas Turun 1% karena Kekhawatiran Suku Bunga

Harga emas turun lebih dari 1% pada perdagangan Selasa setelah pasar memperkirakan suku bunga Amerika Serikat (AS) berpotensi naik lagi tahun ini. Sentimen pasar juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan militer AS ke Iran mengurangi harapan tercapainya kesepakatan damai.

Kondisi tersebut mendorong harga minyak dunia naik dan memunculkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi.

Dikutip dari CNBC, Rabu (27/5/2026), harga emas spot tercatat turun 1% menjadi USD 4.526,86 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni justru naik tipis 0,1% ke level USD 4.527,90 per ons.

Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan pasar obligasi saat ini mulai memperkirakan langkah suku bunga Federal Reserve berikutnya kemungkinan berupa kenaikan.

"Pasar obligasi berpikir bahwa langkah suku bunga Federal Reserve berikutnya adalah kenaikan suku bunga. Hal itu menjadi sentimen negatif bagi pasar emas hari ini," kata Jim Wyckoff.

Ekspektasi kenaikan suku bunga biasanya menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil atau bunga seperti instrumen investasi lainnya.

Kekhawatiran Inflasi

Di sisi lain, Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat lalu. Ia mengambil alih kepemimpinan bank sentral AS di tengah meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih ketat.

Saat ini, pasar memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Meskipun emas kerap dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia tersebut biasanya menghadapi tekanan ketika suku bunga berada di level tinggi.

Pasalnya, kenaikan suku bunga membuat instrumen berbunga seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kekhawatiran inflasi kembali meningkat setelah harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 3% pada Selasa. Pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang berpotensi membuka kembali jalur pengiriman melalui Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak mentah dapat mendorong inflasi karena produsen biasanya meneruskan kenaikan biaya produksi kepada konsumen.

Faktor Teknikal

Wyckoff mengatakan pasar juga menyoroti faktor teknikal yang masih memberi tekanan pada harga emas.

"Dalam jangka pendek, indikator teknikal masih menguntungkan pihak yang memperkirakan penurunan harga, sehingga memicu aksi jual teknikal," ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku pasar akan memantau rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS untuk April yang dijadwalkan keluar Kamis guna mengukur tekanan inflasi dan arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Sementara itu, UBS menurunkan proyeksi harga emas akhir tahun sebesar USD 400 menjadi USD 5.500 karena risiko imbal hasil yang lebih tinggi dan penguatan dolar AS yang masih bertahan.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak turun 2,1% menjadi USD 76,43 per ons, platinum melemah 0,9% ke USD 1.950,71, dan paladium turun 0,2% menjadi USD 1.396,26 per ons.

Read Entire Article
Bisnis | Football |