Harga Minyak Dunia Beragam di Tengah Harapan Negosiasi AS dan Iran

13 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak bervariasi pada Jumat, 24 April 2026. Pergerakan harga minyak dunia yang beragam itu seiring Amerika Serikat (AS) dan Iran akan mengadakan pembicaraan langsung di Pakistan.

Mengutip CNBC, Sabtu (25/4/2026), harga minyak Brent ditutup sedikit berubah menjadi USD 105,33 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 1% menjadi USD 94,40.

Utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner akan berangkat ke Pakistan Sabtu pagi waktu setempat untuk melakukan pembicaraan langsung dengan rekan-rekan mereka dari Iran. Demikian disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Jumat pekan ini.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan sebelumnya pada Jumat, 24 April 2026 akan melakukan perjalanan ke Islamabad, Muscat, dan Moskow untuk "berkoordinasi erat dengan mitranya dalam masalah bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional."

Sementara itu, Israel dan Lebanon sepakat pada Kamis untuk memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah pertemuan di Gedung Putih dengan pejabat senior AS. Demikian disampaikan Presiden Donald Trump pada Kamis.

Gencatan senjata, yang awalnya ditetapkan berlangsung selama 10 hari, kini akan memberikan lebih banyak waktu untuk negosiasi diplomatik, dengan Washington juga berjanji untuk mendukung penguatan pertahanan Lebanon terhadap Hizbullah.

Meskipun gencatan senjata antara AS dan Iran telah bertahan, konflik telah berkembang menjadi blokade angkatan laut yang menutup Selat Hormuz yang vital, karena kedua pihak berupaya mendapatkan pengaruh ekonomi untuk mengamankan kesepakatan yang menguntungkan kepentingan mereka.

"Semakin lama selat tetap tertutup, semakin besar biaya ekonominya,  meningkatkan kemungkinan salah satu pihak akan terpaksa mundur,” tulis Commonwealth Bank of Australia dalam sebuah catatan yang diterbitkan Jumat.

Hadapi Ancaman Keamanan Energi Terbesar

Sekitar 20 juta barel minyak dan produk minyak bumi dikirim setiap hari melalui selat tersebut sebelum perang.

“Kami menilai AS akan menjadi yang pertama mundur karena meningkatnya biaya politik dan ekonomi. Tetapi masih ada risiko eskalasi militer besar yang akan secara signifikan mendorong kenaikan nilai dolar AS,” tulis para analis.

Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol mengatakan kepada CNBC pada Kamis kalau “Kita menghadapi ancaman keamanan energi terbesar dalam sejarah.”

“Hingga hari ini, kita telah kehilangan 13 juta barel minyak per hari, dan ada gangguan besar pada komoditas vital,” katanya kepada Steve Sedgwick secara virtual di acara CONVERGE LIVE CNBC di Singapura.

Birol sebelumnya telah memperingatkan perang Iran dan penutupan Selat Hormuz yang sedang berlangsung akan mengakibatkan “krisis energi terbesar yang pernah dihadapi” dan mendesak pemerintah untuk memperkuat ketahanan mereka dengan sumber energi alternatif.

Harga Minyak Dunia

Sebelumnya, harga minyak dunia menguat pada Kamis, 23 April 2026. Lonjakan harga minyak didorong ketegangan meningkat di Selat Hormuz dengan Amerika Serikat (AS) dan Iran memberlakukan blokade.

Mengutip CNBC,  Jumat (24/4/4026), harga minyak Brent naik sekitar 3% ditutup menjadi USD 105,07 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bertambah sekitar 3% dan ditutup menjadi USD 95,85.

Selain itu, Iran terus menuntut agar kapal-kapal mendapatkan izinnya untuk melintasi selat tersebut. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis pekan ini mengklaim AS memiliki “kendali penuh” atas jalur laut tersebut.

Trump menuturkan, kapal-kapal perlu mendapatkan izin dari angkatan laut AS untuk melintasi selat tersebut.

AS telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April 2026.

Lalu Lintas di Selat Hormuz Masih Rendah

Lalu lintas kapal tanker minyak melalui selat tersebut tetap sangat rendah karena AS dan Iran sama-sama telah menyita kapal selama gencatan senjata yang rapuh. Iran menahan dua kapal kargo di selat tersebut pada hari Rabu, sementara AS telah mencegat beberapa kapal tanker minyak Iran.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel mengatakan pada Kamis kalau Yerusalem sedang menunggu lampu hijau dari AS untuk melanjutkan perang melawan Iran dan "menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei."

Israel membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada awal perang. Ia digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

Harga minyak juga melonjak pada Kamis setelah stasiun televisi Israel N12 melaporkan bahwa negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengundurkan diri karena campur tangan dari Garda Revolusi negara tersebut.

CNBC belum mengkonfirmasi laporan tersebut, tetapi kemungkinan intervensi oleh Garda Revolusi menimbulkan kekhawatiran pasar, Iran akan mengambil sikap yang lebih keras selama negosiasi dengan AS.

Read Entire Article
Bisnis | Football |