Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia sedikit pulih pada perdagangan Kamis, 28 Mei 2026. Tekanan terhadap harga emas terjadi setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) pada April 2026, tetapi harga masih turun untuk sesi ketiga berturut-turut karena skeptisisme atas kesepakatan AS-Iran membayangi prospek suku bunga.
Mengutip CNBC, Jumat (29/5/2026), harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.428,69 per ounce setelah jatuh ke level terendah sejak akhir Maret pada awal sesi perdagangan. Kontrak berjangka emas AS susut 0,5% menjadi US$ 4.426,20.
Harga perak spot turun 1,2% menjadi US$ 73,69 per ounce dan platinum turun 1,6% menjadi US$ 1.887,75. Palladium turun 3,1% menjadi US$ 1.347,31.
Data menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi melonjak 3,8% dalam 12 bulan hingga April, sesuai dengan harapan. Indeks harga price consumption expenditure (PCE) menguat 0,4% secara bulanan pada April 2026 setelah melonjak 0,7% pada Maret.
Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek menuturkan, data tersebut memberi emas sedikit kelonggaran, menunjukkan Federal Reserve (the Fed) mungkin memilih untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini daripada menerapkan kebijakan yang lebih ketat.
Ia menambahkan, emas masih bisa mengalami tren penurunan signifikan dari sini karena bahkan jika perang berhenti sekarang, harga energi bisa tetap lebih tinggi.
Risalah rapat Fed 28-29 April yang diterbitkan pekan lalu menunjukkan semakin banyak pejabat yang terbuka terhadap kemungkinan bahwa mereka mungkin perlu menaikkan suku bunga.
Tantangan bagi Emas
Meskipun memiliki daya tarik sebagai aset aman, emas batangan berkinerja buruk ketika suku bunga naik, karena investor cenderung beralih ke aset yang menghasilkan imbal hasil.
"Masalah bagi emas adalah ketidakstabilan geopolitik tidak lagi beroperasi secara terisolasi. Harga energi yang lebih tinggi sekali lagi memicu kekhawatiran inflasi, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah sedikit lebih tinggi dan memperkuat dolar pada saat yang sama,” ujar analis pasar di City Index, ujar Fawad Razaqzada.
Dalam geopolitik, Iran menargetkan, pangkalan udara AS setelah Amerika Serikat menyerang apa yang digambarkan Washington sebagai operasi drone Iran di dekat Selat Hormuz dan Presiden Donald Trump menolak kesepakatan kompromi yang dilaporkan dengan Teheran.
Prediksi Harga Emas, Bisa Capai Level Ini pada 2030
Sebelumnya, harga emas diperkirakan masih akan melanjutkan tren kenaikannya dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, lembaga investasi global Rockefeller Global Investment Management memprediksi harga logam mulia tersebut bisa menembus USD 10.000 per ounce pada 2030.
Mengutip laman Kitco.com, prediksi tersebut disampaikan oleh ahli strategi makro dan pasar Rockefeller Global Investment Management, Doug Moglia. Ia menilai emas masih menjadi aset utama dalam siklus bullish komoditas global yang baru, didorong meningkatnya pembelian bank sentral, ketegangan geopolitik, hingga pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut Moglia, reli emas yang terjadi saat ini memiliki kemiripan dengan lonjakan besar pada era 1970-an dan awal 2000-an. Bedanya, kali ini pendorong utama datang dari perubahan cara bank sentral global mengelola cadangan devisa pasca perang Rusia-Ukraina.
Moglia mengatakan pembelian emas oleh bank sentral global meningkat tajam sejak 2022 setelah cadangan devisa Rusia terkena sanksi Barat. Kondisi tersebut membuat banyak negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS dan euro.
Ia menyebut selama periode 2022 hingga 2024, bank sentral dunia membeli lebih dari 1.000 ton emas setiap tahun. Jumlah itu setara sekitar 20-25 persen dari total produksi tambang emas global tahunan.
Aset Cadangan
Dia menuturkan, emas kini dipandang sebagai aset cadangan yang lebih aman karena tidak memiliki risiko pihak lawan maupun ketergantungan terhadap sistem keuangan tertentu. Hal itu membuat posisi emas semakin kuat dalam portofolio cadangan negara-negara dunia.
Selain pembelian bank sentral, reli emas juga semakin diperkuat oleh masuknya investor ritel dan aliran dana ETF sepanjang 2025. Kepemilikan ETF emas global bahkan melonjak hampir 20 persen hingga melampaui 3.000 ton metrik.
Meski demikian, Moglia mengingatkan bahwa dominasi investor finansial juga dapat meningkatkan volatilitas harga emas dalam jangka pendek akibat tingginya aktivitas spekulatif di pasar.
Harga Emas Diproyeksi Capai USD 10.000
Rockefeller menilai pasar bullish emas saat ini masih berada pada tahap awal. Moglia menyebut sejarah menunjukkan siklus bullish emas biasanya berlangsung hampir satu dekade.
Ia menjelaskan reli emas saat ini baru memasuki tahun keempat dengan kenaikan sekitar 200 persen. Karena itu, peluang kenaikan lanjutan dinilai masih terbuka lebar hingga akhir dekade.
“Kami memperkirakan emas akan diperdagangkan di atas USD 8.000 per ounce sebelum 2030, dengan potensi overshoot hingga USD 10.000 per ounce,” tulis Moglia dalam laporannya.
Selain pembelian bank sentral, prospek bullish emas juga ditopang oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, risiko fiskal AS, serta ketegangan geopolitik global termasuk konflik Iran.
Moglia menilai perubahan rezim global yang menjadikan emas sebagai aset cadangan utama belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Karena itu, tren kenaikan harga emas diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam jangka menengah hingga panjang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2830637/original/072724300_1560822535-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349280/original/047226900_1757918262-2a382ae5-7ce5-42aa-9447-93e8636268f9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7235902/original/070675800_1780020732-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7274641/original/070194700_1780059574-IMG_1595.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3387759/original/098900800_1614331017-20210226-LPS-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7260734/original/028033200_1780046995-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3458467/original/039196400_1621321943-20210518-Harga-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579576/original/026720500_1778057267-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6623640/original/050694800_1779454445-IMG_6940.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7183571/original/099378400_1779979490-e4327fb7-44f9-4406-b9e9-e262f0594261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5052162/original/031632800_1734326947-Style_Kece_Tiara_Andini_Berbalut_Jaket_Kulit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521751/original/013226700_1772699286-1000252434.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7159801/original/029922900_1779948996-Kepala_Otorita_IKN_Basuki_Hadimuljono-28_Mei_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5461781/original/040984600_1767441214-20260103AA_BRI_Super_League_Persija_Jakarta_vs_Persijap_Jepara-7.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5177578/original/039609200_1743214447-5959e712-365d-4b9a-bb6b-7f4725aeb2a4.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495574/original/049685400_1770376747-Salah_satu_peserta_Faldo_Series_Indonesia_Sania_Talita_Wahyudi_-_Credit_Yulius_Martinus_OB_Golf_DSC_9917.jpg.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456778/original/094390500_1766970452-AP25361556305033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492330/original/099170100_1770168727-AP26034769477253.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365235/original/020258000_1759148880-1000102806.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475871/original/080231800_1768667408-arbeloa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156944/original/080800000_1741570116-arteta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492292/original/021560900_1770153129-christopher_nkunku_selebrasi_balon_bologna_ac_milan_Massimo_Paolone_LaPresse_via_AP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493167/original/090116200_1770196289-000_962866J.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263918/original/093970700_1750835801-AP25173589805484.jpg)