Harga Emas Terbang 128%, 1 dari 3 Warga Inggris Menyesal Tak Investasi

15 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas telah mengalami kenaikan nilai sebesar 128% dalam lima tahun terakhir. Hal ini membuat satu dari tiga orang dewasa di Inggris menyesal tidak investasi di logam mulia kuning tersebut. Selain itu, 30% orang dewasa juga menyesal melewatkan investasi di perak, demikian berdasarkan penelitian terbaru The Royal Mint, Rabu 19 Agustus 2026

Dilansir dari Kitco News, Jumat, (21/8/2026), temuan ini muncul di tengah ketidakpastian keuangan yang meluas di Inggris, dengan hampir tiga perempat (73%) orang dewasa mengatakan tentang kekhawatiran akan konflik global dan ketidakstabilan ekonomi dapat memengaruhi nilai uang.

Dua dari tiga orang khawatir tentang masa depan keuangan mereka secara keseluruhan, sementara lebih dari setengahnya (53%) tidak yakin di mana tempat terbaik untuk menempatkan uang mereka agar tetap aman secara finansial.

Mint, lembaga percetakan uang logam Inggris, mencatat harga perak juga meningkat sekitar 126%, sehingga mengakibatkan rasa menyesal akan kehilangan peluang emas di kalangan banyak orang dewasa.

Penyesalan seputar logam mulia ini lebih besar daripada Bitcoin. Hanya 20% yang mengatakan mereka menyesal tidak berinvestasi di Bitcoin selama periode yang sama.

Namun, terlepas dari hal ini, Mint mengatakan hanya satu dari empat (25%) warga Inggris yang mengatakan mereka kemungkinan akan menabung dalam emas atau perak selama lima tahun ke depan. Sebagai perbandingan, 60% masih memilih untuk menyimpan uang mereka di rekening giro.

Periode Luar Biasa bagi Emas

Sekitar 8% orang dewasa di Inggris mengatakan mereka menyimpan sebagian tabungan mereka dalam bentuk emas selama lima tahun terakhir, sementara hanya 3% yang menyimpan tabungan dalam bentuk perak. Perbandingannya yaitu hampir dua pertiga (63%) mengatakan mereka mengandalkan rekening giro, tempat penyimpanan tabungan yang paling umum.

"Ini merupakan periode luar biasa bagi logam mulia, dan penelitian ini menunjukkan bahwa banyak orang dewasa di Inggris merenungkan peluang yang mungkin telah mereka lewatkan karena emas dan perak telah mencatatkan imbal hasil yang sangat kuat," kata Konsultan Kekayaan Pribadi di The Royal Mint, Stuart O'Reilly.

Ia menuturkan, berinvestasi bukanlah tentang melihat ke belakang atau mengejar kinerja. Ini tentang memahami peran yang dapat dimainkan oleh berbagai aset dalam strategi keuangan jangka panjang yang terdiversifikasi,” 

"Penelitian ini juga menyoroti pentingnya memahami keuangan, sehingga lebih banyak orang dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai logam mulia yang dapat mendukung rencana keuangan yang lebih luas,” ia menambahkan.

Kesenjangan Signifikan

The Mint mengatakan penelitian baru ini menunjukkan kesenjangan yang signifikan dalam kepercayaan dan pengetahuan keuangan di Inggris. Lebih dari seperlima (41%) orang dewasa di Inggris mengatakan mereka tidak memiliki cukup pengetahuan keuangan untuk memberikan dampak positif pada keuangan mereka.

Jumlah ini termasuk 11% yang mengkategorikan diri mereka sebagai "sama sekali tidak tahu" tentang keuangan, menabung, dan berinvestasi. Sementara itu, 30% lainnya merasa mereka kurang memiliki pengetahuan yang cukup. Secara keseluruhan, hanya 2% yang menganggap diri mereka sebagai ahli keuangan.

“Meskipun ekspektasi suku bunga dapat menciptakan tekanan jangka pendek pada logam mulia, prospek investasi jangka panjang tetap menarik,” kata O'Reilly, dikutip dari Kitco News.

"Permintaan bank sentral yang berkelanjutan, ketidakpastian geopolitik, tekanan fiskal, dan kebutuhan diversifikasi terus memberikan dukungan struktural.”

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |