Harga Emas Pegadaian Hari Ini 3 Mei 2026: Antam Turun Tipis, UBS dan Galeri24 Stabil

6 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) pada hari Minggu (3/5/2026) tidak berubah jika dibandingkan Sabtu kemarin. Harga emas Pegadaian stabil baik untuk jenis UBS dan Galeri24. Namun untuk jenis ANtam turun tipis.

Mengutip laman Sahabat Pegadaian, Minggu ini, harga emas untuk UBS dan Galeri24 stabil di Rp 2.802.000 dan Rp 2.788.000 per gram, sementara emas Antam turun tipis menjadi Rp 2.908.000 per gram.

Adapun harga ketiga jenama tersebut di laman Sahabat Pegadaian pada Sabtu kemarin yakni UBS Rp 2.802.000, Antam Rp 2.911.000, dan Galeri24 Rp 2.788.000 per gram.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara harga emas antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.

Daftar lengkap harga emas Pegadaian:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.462.000
  • 1 gram: Rp 2.788.000
  • 2 gram: Rp 5.509.000
  • 5 gram: Rp 13.671.000
  • 10 gram: Rp 27.270.000
  • 25 gram: Rp 67.806.000
  • 50 gram: Rp 135.505.000
  • 100 gram: Rp 270.877.000
  • 250 gram: Rp 675.529.000
  • 500 gram: Rp 1.351.056.000
  • 1.000 gram: Rp 2.702.112.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.506.000
  • 1 gram: Rp 2.908.000
  • 2 gram: Rp 5.754.000
  • 3 gram: Rp 8.604.000
  • 5 gram: Rp 14.306.000
  • 10 gram: Rp 28.554.000
  • 25 gram: Rp 71.253.000
  • 50 gram: Rp 142.423.000
  • 100 gram: Rp 284.765.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.514.000
  • 1 gram: Rp 2.802.000
  • 2 gram: Rp 5.559.000
  • 5 gram: Rp 13.738.000
  • 10 gram: Rp 27.331.000
  • 25 gram: Rp 68.192.000
  • 50 gram: Rp 136.104.000
  • 100 gram: Rp 272.100.000
  • 250 gram: Rp 680.050.000
  • 500 gram: Rp 1.358.503.000.

Harga Emas Turun 1,1% Sepekan, Tapi Prospek Jangka Panjang Tetap Bagus

Harga emas dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Jumat dan berpotensi mencatat kerugian mingguan dengan besaran serupa.

Penurunan ini dipicu oleh tingginya harga minyak yang memperkuat kekhawatiran inflasi global, sehingga mengurangi peluang bank sentral untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (2/5/2026), harga emas di pasar spot tercatat turun 1,1% menjadi USD 4.568,82 per ons, dan berada di jalur penurunan mingguan sekitar 1,2%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga turun 1,1% ke level USD 4.579,70.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, emas memiliki korelasi negatif terhadap harga minyak.

“Emas tetap berkorelasi negatif terhadap minyak dalam jangka pendek, karena hal itu memengaruhi ekspektasi suku bunga,” ujarnya.

Inflasi Meningkat, Bank Sentral Tahan Suku Bunga

Kenaikan harga minyak dunia, khususnya acuan Brent crude, yang kini mencapai dua kali lipat dibanding awal tahun, meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global dan lonjakan inflasi.

Ketegangan geopolitik juga memperburuk situasi. Iran menyatakan akan merespons dengan serangan “panjang dan menyakitkan” jika Amerika Serikat melanjutkan agresinya, sekaligus menegaskan klaim atas Selat Hormuz.

Di Amerika Serikat, inflasi meningkat pada Maret seiring kenaikan harga bensin akibat konflik. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga tahun depan.

Sejumlah bank sentral global lainnya, termasuk European Central Bank dan Bank of England, juga memilih menahan suku bunga, mengikuti langkah Bank of Japan.

Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas cenderung kurang diminati karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi pemerintah.

Read Entire Article
Bisnis | Football |