Harga Emas Dunia Naik 1% karena Kekhawatiran Inflasi Mereda

18 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin, didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi.

Mengutip CNBC, Selasa (26/5/2026), harga emas di pasar spot naik 1,1% menjadi USD 4.559,07 per ounce hingga pukul 07.36 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,8% menjadi USD 4.559,80 per ounce.

Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya optimisme pasar terkait peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran. Sentimen tersebut dinilai berdampak pada pergerakan dolar AS dan harga minyak dunia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya tidak terburu-buru untuk merampungkan kesepakatan dengan Iran. Meski demikian, pelaku pasar tampaknya lebih fokus pada pernyataannya pada Sabtu lalu yang menyebut Washington dan Teheran telah "sebagian besar menyelesaikan negosiasi" terkait nota kesepahaman perdamaian.

Kesepakatan itu disebut berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang selama ini menjadi salah satu titik strategis perdagangan energi dunia.

Pasar Berharap Segera Damai

Analis Pasar Utama KCM Trade Tim Waterer menilai pasar merespons positif peluang tercapainya kesepakatan tersebut.

"Trump telah meningkatkan harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya suatu bentuk kesepakatan dengan Iran yang dapat mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz. Prospek itu menekan harga minyak dan pada akhirnya memberikan dorongan positif bagi emas dari sisi inflasi," kata Waterer.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintah AS akan mencapai kesepakatan yang baik dengan Iran atau menangani persoalan tersebut melalui cara lain.

Di sisi lain, indeks dolar AS bergerak mendekati level terendah dalam sepekan. Pelemahan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga minyak yang juga memengaruhi ekspektasi inflasi tercatat turun ke level terendah dalam dua pekan terakhir.

Kaitan Harga Emas dan Harga Minyak

Pergerakan harga minyak memiliki pengaruh besar terhadap arah inflasi global. Kenaikan harga minyak mentah biasanya mendorong inflasi lebih tinggi dan membuat suku bunga bertahan di level tinggi lebih lama.

Meski emas selama ini dipandang sebagai instrumen lindung nilai atau aset pelindung terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan kebijakan moneter AS. Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat lalu di tengah situasi ekonomi AS yang dinilai cukup menantang.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga perak spot naik 3,1% menjadi USD 77,79 per ounce. Sementara platinum menguat 2,3% ke USD 1.966,59 dan paladium bertambah 2,7% menjadi USD  1.384,70 per ounce.

Read Entire Article
Bisnis | Football |