Harga Emas Antam Hari Ini 26 Mei 2026 Turun Tipis, Cek Rincian Terbaru

16 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas antam hari ini turun Rp 5.000. Hal yang sama juga terjadi dengan harga buyback.

Mengutip laman logammulia.com, Selasa (26/5/2026), harga emas antam dipatok Rp 2.798.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas antam ditetapkan Rp 2.803.000.

Harga buyback emas Antam juga turun di angka yang sama. Harga buyback emas Antam hari ini turun Rp 5.000 menjadi Rp 2.607.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.607.000 gram.

Sebagai informasi, harga emas antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam hari ini Selasa (26/5/2026) untuk pengambilan Gedung Antam:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.449.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.798.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.546.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.301.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.805.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 27.530.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 68.660.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 137.155.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 274.160.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 685.090.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.369.900.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.738.600.000.

Harga Emas Dunia Naik 1% karena Kekhawatiran Inflasi Mereda

Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin, didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi.

Mengutip CNBC, Selasa (26/5/2026), harga emas di pasar spot naik 1,1% menjadi USD 4.559,07 per ounce hingga pukul 07.36 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,8% menjadi USD 4.559,80 per ounce.

Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya optimisme pasar terkait peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran. Sentimen tersebut dinilai berdampak pada pergerakan dolar AS dan harga minyak dunia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya tidak terburu-buru untuk merampungkan kesepakatan dengan Iran. Meski demikian, pelaku pasar tampaknya lebih fokus pada pernyataannya pada Sabtu lalu yang menyebut Washington dan Teheran telah "sebagian besar menyelesaikan negosiasi" terkait nota kesepahaman perdamaian.

Kesepakatan itu disebut berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang selama ini menjadi salah satu titik strategis perdagangan energi dunia.

Pasar Berharap Segera Damai

Analis Pasar Utama KCM Trade Tim Waterer menilai pasar merespons positif peluang tercapainya kesepakatan tersebut.

"Trump telah meningkatkan harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya suatu bentuk kesepakatan dengan Iran yang dapat mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz. Prospek itu menekan harga minyak dan pada akhirnya memberikan dorongan positif bagi emas dari sisi inflasi," kata Waterer.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintah AS akan mencapai kesepakatan yang baik dengan Iran atau menangani persoalan tersebut melalui cara lain.

Di sisi lain, indeks dolar AS bergerak mendekati level terendah dalam sepekan. Pelemahan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga minyak yang juga memengaruhi ekspektasi inflasi tercatat turun ke level terendah dalam dua pekan terakhir.

Kaitan Harga Emas dan Harga Minyak

Pergerakan harga minyak memiliki pengaruh besar terhadap arah inflasi global. Kenaikan harga minyak mentah biasanya mendorong inflasi lebih tinggi dan membuat suku bunga bertahan di level tinggi lebih lama.

Meski emas selama ini dipandang sebagai instrumen lindung nilai atau aset pelindung terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan kebijakan moneter AS. Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat lalu di tengah situasi ekonomi AS yang dinilai cukup menantang.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga perak spot naik 3,1% menjadi USD 77,79 per ounce. Sementara platinum menguat 2,3% ke USD 1.966,59 dan paladium bertambah 2,7% menjadi USD  1.384,70 per ounce.

Read Entire Article
Bisnis | Football |