Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

19 hours ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dan perak anjlok pada Selasa, 23 Juni 2026 (Rabu pagi Jakarta). Koreksi harga emas dunia dan perak seiring aksi jual global saham teknologi yang dipicu oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga berdampak pada logam mulia.

Mengutip CNBC, Rabu, (24/6/2026), kontrak berjangka emas turun 1,3% menjadi US$ 4.149,40 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka perak merosot lebih dari 5% menjadi US4 62,07 per ons.

Sejak pecahnya perang Amerika Serikat (AS)-Iran pada 28 Februari, reputasi emas sebagai aset safe-haven pada masa-masa sulit telah tertekan karena beberapa faktorpendorong kenaikannya dipertanyakan.

Pertemuan the Federal Reserve (the Fed) yang tak terduga dan cenderung hawkish yang dipimpin oleh Kevin Warsh pekan lalu meningkatkan harapan kenaikan suku bunga akhir tahun. Hal ini semakin menekan harga emas karena prospek suku bunga yang lebih tinggi membebani logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Sementara itu, wall street juga mengubah pandangannya terhadap emas, setelah beberapa bank menurunkan perkiraan harga logam mulia itu menyusul pertemuan pertama Warsh.

Di sisi lain, target harga emas Bank of America sebelumnya sebesar US$ 6.000 per ons tampaknya tidak mungkin tercapai sekarang. Hal ini seiring latar belakang inflasi tetap “tidak nyaman”. “Kemungkinan ini akan mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat,” ujar Analis Bank of America, Michael Widmer.

Selain itu, Deutsche Bank dalam sebuah catatan yang diterbitkan pada Selasa pekan ini merevisi target harga emas menjadi US$ 4.300 pada kuartal ketiga jika the Federal Reserve (the Fed) tetap mempertahankan suku bunga ini. Hal tersebut sambil menguraikan risiko tiga hingga empat kenaikan suku bunga the Fed dapat menurunkan harga emas hingga US$ 3.800 per ons.

Harga Emas Bangkit dari Level Terendah

Sebelumnya, harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin setelah sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan pada sesi sebelumnya. Kenaikan terjadi seiring meningkatnya optimisme terhadap proses perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang turut menekan harga minyak dunia.

Mengutip CNBC, Selasa (23/6/2026), harga emas spot tercatat naik 0,6% menjadi US$ 4.183 per ons. Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat jatuh ke level terendah sejak 11 Juni pada perdagangan Jumat lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus justru turun 1% dan ditutup pada level US$ 4.202,70 per ons.

Analis Saxo Bank, Ole Hansen, mengatakan bahwa pergerakan harga energi masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar logam mulia dalam jangka pendek.

"Harga energi akan tetap menjadi pendorong utama dalam jangka pendek bagi pasar logam mulia," ujar Hansen.

Perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang masih berlangsung di Swiss mengarah pada kemungkinan tercapainya kesepakatan yang dapat meningkatkan pasokan minyak mentah ke pasar global.

Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap harga minyak, sekaligus menciptakan sentimen positif bagi emas.

Harga Minyak Turun Tajam

Hansen menambahkan, pasar melihat peluang meningkatnya suplai minyak global apabila kesepakatan antara kedua negara benar-benar tercapai.

"Kami melihat pembicaraan yang masih berlangsung dan cukup dinamis di Swiss antara AS dan Iran tetap mengarah pada sebuah kesepakatan yang pada dasarnya akan menambah pasokan baru minyak mentah ke pasar," kata Hansen.

Sejumlah mediator mengungkapkan pejabat AS dan Iran telah menunjukkan kemajuan yang menggembirakan dalam putaran pertama perundingan yang berakhir lebih awal pada Senin pagi.

Meski demikian, sejumlah isu sensitif masih menjadi tantangan, termasuk ketegangan terkait Lebanon dan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Sentimen tersebut langsung memengaruhi pasar energi. Harga minyak mentah Brent tercatat merosot lebih dari 3% setelah kabar kemajuan perundingan tersebut diumumkan.

Penurunan harga minyak dinilai membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang selama ini menjadi perhatian utama investor global.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |