Elnusa Petrofin Dukung Ketahanan Energi Lewat B50 dan AI

15 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - PT Elnusa Petrofin (EPN) memperkuat komitmen dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga terus mempercepat transformasi digital dengan mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan keamanan dan keandalan distribusi energi di Indonesia.

Dua langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis Elnusa Petrofin yang tahun ini genap berusia 30 tahun. Mengusung tema "Connecting Your Energy", anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) ini menegaskan komitmennya untuk terus menghubungkan energi dengan berbagai aktivitas yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Penyaluran perdana Biosolar Industri B50 menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap agenda pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Sementara itu, digitalisasi operasional dilakukan agar proses distribusi energi dapat berlangsung lebih aman, efisien, dan andal.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, mengatakan tema "Connecting Your Energy" mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan layanan energi yang semakin berkualitas.

"Connecting Your Energy merupakan komitmen kami untuk terus menghubungkan energi dengan setiap aktivitas yang menggerakkan Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa di balik setiap energi yang tersalurkan, terdapat sistem yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, teknologi yang terus berkembang, serta tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan," lanjut Doni, dikutip Minggu (12/7/2026).

Road Traffic Control

Salah satu inovasi yang menjadi fokus Elnusa Petrofin adalah pengembangan Road Traffic Control (RTC). Sistem ini memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) dan kamera berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau aktivitas armada distribusi secara real-time.

Melalui RTC, perusahaan dapat mengawasi posisi kendaraan, kondisi pengemudi, kepatuhan terhadap batas kecepatan, hingga mendeteksi potensi penyimpangan rute selama proses distribusi energi berlangsung.

Selain RTC, Elnusa Petrofin juga mengembangkan Remote Asset Daily Activity Recorder (RADAR). Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas pemantauan aktivitas operasional sekaligus menjaga integritas aset perusahaan, terutama di lokasi yang berada di wilayah terpencil maupun area yang membutuhkan pengawasan khusus.

Pemanfaatan teknologi digital tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat operational excellence serta penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh aktivitas operasional.

Jaringan operasional

Didirikan pada 5 Juli 1996, Elnusa Petrofin telah berkembang menjadi perusahaan penyedia jasa energi dan solusi rantai pasok terintegrasi. Selama tiga dekade, perusahaan berperan mendukung distribusi energi nasional melalui layanan transportasi dan logistik energi, pengelolaan terminal penyimpanan, pembangunan infrastruktur, penyediaan bahan bakar sektor industri dan maritim, hingga layanan pelumas dan bahan kimia.

Jaringan operasional perusahaan kini tersebar dari Sumatra hingga Papua. Untuk menjangkau wilayah dengan karakteristik geografis yang beragam, Elnusa Petrofin menerapkan sistem logistik multimoda sekaligus membangun berbagai infrastruktur pendukung, seperti Fuel Terminal Labuan Bajo dan Fuel Terminal Tembilahan, guna menjaga keandalan pasokan energi.

Menurut Doni, perjalanan selama 30 tahun merupakan hasil dari kepercayaan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Tiga puluh tahun bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi menjadi refleksi atas kepercayaan dan tanggung jawab besar yang telah diberikan kepada Elnusa Petrofin. Selama tiga dekade, kami hadir untuk memastikan energi dapat tersalurkan dengan aman dan andal, sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan lingkungan Indonesia," tutup Doni.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |