Jaga Pasokan Listrik, ESDM Tambah Kuota Batu Bara Khusus PLN

8 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menambah kuota produksi batu bara dalam negeri. Tambahan ini dialokasikan khusus untuk menjamin operasional pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).

"Untuk batu bara, (tambahannya) hanya diperuntukkan bagi PLN," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno dikutip dari Antara, Sabtu (11/7/2026).

Tri menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Pemerintah berkomitmen tidak menahan produksi batu bara agar kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri selalu terpenuhi.

Meski begitu, pemerintah juga menjaga agar pasokan di pasar internasional tidak mengalami kelebihan (oversupply). "Tujuannya untuk mengejar kebutuhan dalam negeri, tetapi di sisi lain jangan sampai terjadi oversupply," tambahnya.

Terkait hal ini, Tri mempersilakan para pengusaha tambang yang ingin mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk segera memprosesnya. Pemerintah membuka kesempatan pengajuan revisi ini hingga tanggal 31 Juli.

PLN Modifikasi Pembangkit

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo memastikan sistem kelistrikan di Jawa saat ini terus diperkuat agar tidak ada lagi insiden pemadaman listrik.

Untuk solusi jangka pendek, PLN telah mengamankan tambahan pasokan batu bara dengan kalori di atas 4.500 kcal per kg.

"Juli ini ada tambahan pasokan sebesar 1,8 juta ton. Selanjutnya, untuk periode Agustus hingga Desember, akan ada tambahan sekitar 3 juta ton dari kuota yang sudah ada (existing)," jelas Darmawan.

Siapkan Strategi Jangka Panjang

Selain mengandalkan tambahan pasokan, PLN juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan memodifikasi (retrofit) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Modifikasi ini bertujuan agar pembangkit listrik bisa tetap beroperasi optimal menggunakan batu bara berkalori rendah, sekaligus mencegah risiko pemadaman bergilir di masa depan.

Sebagai contoh, Darmawan menunjuk proyek modifikasi pada PLTU Suralaya Unit 6 dan 7. Setelah dimodifikasi, kedua unit tersebut kini mampu membakar batu bara berkalori rendah di kisaran 4.100–4.300 kcal per kg. Padahal sebelumnya, spesifikasi awal pembangkit tersebut mewajibkan penggunaan batu bara berkalori tinggi sebesar 4.600–4.800 kcal per kg.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |