Bulog Usul Beraskita Buat Stabilisasi Harga Beras Premium

4 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengusulkan, program Beraskita untuk stabilisasi beras premium. Program ini diharapkan mampu mengulang kesuksesan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Rizal mengaku telah mengusulkan program Beraskita Premium kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Tujuannya untuk stabilisasi harga beras premium di pasaran yang sedang mengalami kenaikan.

"Kami hanya mengusulkan malah untuk membuat Beraskita premium. Jadi beras premium lagi agak naik, supaya menstabilisasi beras premium, Beraskita premium harus ada," kata Rizal di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dia mengatakan, kepastian pelaksanaan program itu masih menunggu persetujuan dari Menko Pangan. Rizal melihat stabilnya harga beras medium dengan hadirnya beras SPHP.

Adapun, Beraskita Premium akan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 14.900 per kilogram. Sementara, berss SPHP Bulog dijual dengan harga Rp 12.500 per kilogram untuk stabilisasi harga.

"Tadi saya memberikan saran di rapat dibuatkan program beras kita premium, seperti beras SPHP. SPHP yang sekarang beras medium tuh," ujar dia.

"Ini saya baru ngajukan saran, belum di-approve. Harapannya bisa di-approve sehingga untuk menstabilkan harga-harga semua. As soon as possible (bisa terlaksana), biar masyarakat biar tenang," Rizal menambahkan.

Pemerintah Tambah Bantuan Pangan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memutuskan akan menambah masa bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) untuk tiga bulan kedepan. Langkah ini jadi mandat Presiden Prabowo Subianto untuk memitigasi dampak kenaikan harga pangan di kelompok rentan.

Zulkifli mengatakan, Prabowo meminta harga kebutuhan pokok tidak boleh naik. Kemudian, antisipasi terhadap musim kemarau yang berpengaruh pada tingkat panen komoditas pangan. Salah satu cara meredam dampaknya dengan menambah masa sebaran bantuan pangan beras.

"Melihat perkembangan yang terakhir, agar harga-harga sembako tidak boleh naik, dalam situasi apapun, arahan bapak Presiden, tidak boleh membuat masyarakat jadi susah, oleh karena itu, bantuan beras atau bantuan pangan ya, itu kita tambah tiga bulan," ujar Zulkifli, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menyasar 33,24 Juta Orang

Dia memastikan, bantuan pangan beras 10 kg disebar pada Juli 2026. Adapun, dia bulan berikutnya akan menyesuaikan dengan musim paceklik. Bantuan ini diberikan untuk 33,24 juta orang penerima manfaat.

"Dua bulannya lagi disesuaikan dengan situasi musim paceklik, tapi yang Juli harus. Itu sebanyak tiga kali atau untuk tiga bulan, sepuluh kilo, kali 33.244.000, ya hampir tiga 33,5 juta, lebih kurang, kurang sedikit, kali tiga bulan," ungkap Zulkifli.

Dengan demikian, sekitar 1 juta ton beras Bulog akan digunakan untuk menyebar bantuan pangan beras 10 kilogram tersebut. "Hampir 34 juta, masyarakat kita yang paling di bawah ini, tidak terdampak oleh perubahan kurs atau perubahan apapun," ujar Zulkifli.

Minyakita Keluar dari Bantuan Pangan

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi mengeluarkan minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita, dari daftar komoditas program bantuan pangan. Langkah ini diambil agar pasokan minyak goreng tersebut bisa lebih fokus memenuhi kebutuhan riil masyarakat di pasar tradisional.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan, seluruh pasokan Minyakita ke depannya akan dialihkan secara penuh untuk jalur distribusi pasar rakyat.

"Sekarang tidak ada lagi Minyakita untuk bantuan pangan. Semua akan didistribusikan ke pasar rakyat sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan Minyakita," ujar Budi saat memberikan keterangan pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |