Blackout Sumatera Bikin Ekonomi Lumpuh, Kadin Ungkap Kerugian

8 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia memastikan pemadaman listrik massal atau blackout Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026 telah menimbulkan kerugian sangat besar bagi para pelaku usaha setempat. Oleh karenanya, pihak pengusaha berharap kepada PT PLN (Persero) agar kejadian serupa tidak terulang kembali. 

Meskipun belum bisa menaksir angka pastinya, Wakil Ketua Umum Bidang Otonomi Daerah Kadin Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan, insiden tersebut sempat membuat ekonomi setempat lumpuh. Khususnya bagi banyak pelaku usaha yang kini menggantungkan nasibnya pada sistem pembayaran digital. 

"Banyak ekonomi digital lumpuh, banyak mini market tutup,UMKM, restoran, dan pedagang pinggir jalan yang mengandalkan listrik dan pembayaran digital gagal selama sehari. Kalau se-Sumatera tentu nilai kerugian cukup besar," ujarnya kepada Liputan6.com, Senin (25/5/2026).

Sarman menambahkan, beberapa hotel, restoran, dan sebagian kafe di Sumatera masih bergantung 100 persen dari suplai listrik PLN. 

“Ketika terjadi pemadaman seperti kasus kemarin, ya pasti dibayangkan banyak kerugian yang mereka alami. Apalagi yang namanya pelaku-pelaku UMKM. Ya jumlahnya si Sumatera itu kan pasti ratusan ribu ya, itu pasti mengalami satu kerugian dalam waktu ini," ungkap dia.

"Belum lagi sektor-sektor lain ya, ya banyak itu seperti bengkel, salon, dan toko-toko yang lain. Banyak sekali menurut hemat saya sih (yang terdampak). Pokoknya setiap bidang usaha yang memang memerlukan listrik dengan pemadaman itu ya pasti mengalami kerugian dalam hal ini," bebernya. 

Minta PLN Berbenah

Oleh karenanya, ia berharap insiden blackout Sumatera bisa jadi bahan evaluasi bagi PLN agar kejadian serupa tak lagi terulang.  

"Karena kalau sampai ini berulang-ulang tentu ini sangat-sangat merugikan konsumen, sangat-sangat merugikan daripada pelaku usaha. Apalagi ini skalanya bukan skala kecil, ini hampir se-Sumatera bisa mengalami banyak gangguan-gangguan," tegasnya. 

Ke depan, ia menyarankan PLN agar lebih informatif dalam menyampaikan informasi seputar gangguan kelistrikan. Sehingga pelaku usaha dan masyarakat bisa melakukan antisipasi apabila ada pemberitahuan awal. 

"Tapi kalau tiba-tiba seperti ini, apalagi dengan jangka waktu yang cukup lama, tentu ini sangat-sangat membuat kerugian bagi dunia usaha. Dan ini menurunkan berbagai transaksi-transaksi perdagangan dan juga menurunkan produktivitas dari dunia usaha di Sumatera. Jadi mudah-mudahan ini kejadian yang pertama dan terakhir," tuturnya.

PLN Pastikan Listrik Riau Pulih 100 Persen

Sebelumnya, PT PLN memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Riau telah kembali pulih sepenuhnya setelah gangguan jaringan sistem Sumatera yang memicu pemadaman listrik selama dua hari terakhir.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau, I Komang Gede Sastrawan, mengatakan seluruh infrastruktur kelistrikan di wilayah Riau kini telah kembali beroperasi secara normal.

Menurut dia, hingga Minggu (24/5.2025), tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam proses pemulihan sistem kelistrikan.

"Sistem kelistrikan di wilayah Provinsi Riau saat ini telah dipulihkan seluruhnya pascagangguan,” katanya dikutip dari Antara, Senin (25/5/2026).

PLN menyebut sejak gangguan pertama terjadi, tim langsung bergerak melakukan penanganan dalam kondisi darurat. Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap gardu dan jaringan listrik untuk memastikan pasokan kembali stabil.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem dapat kembali berjalan dengan aman sekaligus menghindari potensi gangguan lanjutan yang dapat memengaruhi keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.

Apresiasi ke Masyarakat

PLN menjelaskan keberhasilan pemulihan sistem kelistrikan tidak terlepas dari upaya petugas di lapangan yang bekerja memperbaiki sumber gangguan pada jaringan transmisi utama.

Perbaikan dilakukan secara intensif agar pasokan listrik dapat segera kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.

Di sisi lain, PLN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Riau atas kesabaran dan dukungan selama proses pemulihan berlangsung. Perusahaan menyadari kebutuhan listrik saat ini menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, mulai dari rumah tangga hingga kegiatan ekonomi.

“PLN UID Riau dan Kepulauan Riau mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pemangku kepentingan serta kesabaran masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” ujar Komang.

Ke depan, PLN menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapan operasional guna menjaga keandalan sistem kelistrikan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi di daerah.

Read Entire Article
Bisnis | Football |