Atletico Madrid vs Barcelona: Hansi Flick Soroti Performa dan Kontroversi VAR

1 hour ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, angkat bicara usai timnya menelan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB.

Hasil di Stadion Riyadh Air Metropolitano itu membuat langkah Blaugrana untuk mempertahankan gelar kian terjal.

Barcelona kini dibebani misi berat pada leg kedua yang akan digelar di Spotify Camp Nou. Mereka wajib membalikkan defisit empat gol jika ingin menjaga asa lolos ke partai final.

Akui Tampil Buruk di Babak Pertama

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Flick tak menampik bahwa timnya tampil jauh dari standar terbaik, khususnya pada 45 menit pertama.

“Kami tidak bermain dengan baik di babak pertama, tidak bermain sebagai sebuah tim. Jarak antar lini terlalu lebar, kami tidak melakukan pressing dengan baik. Di 45 menit pertama, kami mendapat pelajaran besar,” ujar Flick.

Menurut pelatih asal Jerman itu, Barcelona mulai menunjukkan perbaikan selepas turun minum. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk membendung agresivitas tuan rumah yang tampil lebih lapar dan efektif di depan gawang.

“Pada akhirnya kami tampil lebih baik. Masih ada dua babak lagi yang harus dimainkan di leg kedua. Kami akan berjuang. Jika kami bisa menang 2-0 di setiap babak, semuanya mungkin terjadi. Kami butuh dukungan penuh dari suporter di kandang,” katanya optimistis.

Tetap Bangga Meski Terpuruk

Kekalahan dengan selisih empat gol tentu menjadi pukulan telak. Meski begitu, Flick menegaskan dirinya tidak kecewa dengan para pemainnya.

“Saya tidak kecewa dengan tim ini. Saya senang dengan musim yang mereka jalani sejauh ini. Kami mengalami banyak cedera. Kekalahan adalah bagian dari sepak bola. Ini memang menyakitkan, tetapi saya tetap bangga,” tegasnya.

>Flick juga menyoroti faktor mentalitas. Ia menilai Atletico tampil lebih bernafsu untuk mencetak gol, terutama di babak pertama, sementara Barcelona gagal menunjukkan determinasi yang sama.

“Mereka lebih lapar untuk mencetak gol. Itu yang saya inginkan dari tim saya. Kami tidak menunjukkannya di 45 menit pertama. Tim ini masih muda, tapi saya tidak ingin mencari alasan,” ucapnya.

Selain soal performa, Flick turut menyoroti keputusan kontroversial yang melibatkan VAR. Gol Pau Cubarsí sempat dianulir setelah pemeriksaan video yang memakan waktu hingga delapan menit. Pelatih berusia 61 tahun itu mengaku kecewa dengan lamanya proses peninjauan serta minimnya komunikasi dari perangkat pertandingan. “Mereka menunggu tujuh atau delapan menit. Ini kekacauan. Apakah mereka menemukan sesuatu dalam waktu selama itu? Jika memang ada, sampaikan kepada kami. Tidak ada komunikasi. Sangat buruk,” kritik Flick. Ia juga menyinggung keputusan wasit yang dinilainya tidak konsisten sejak awal laga, termasuk dalam momen pelanggaran terhadap Alejandro Balde yang tak berujung kartu. “Jika kartu kuning diberikan sejak awal, mungkin pertandingan akan berbeda. Ketika itu tidak dilakukan, Anda memberi mereka ruang untuk bermain seperti itu,” katanya. Barcelona kini tak punya pilihan selain tampil sempurna di leg kedua. Dengan dukungan publik Camp Nou dan tekad membalas kekalahan, Flick berharap timnya mampu menunjukkan wajah berbeda dan menciptakan salah satu comeback terbesar musim ini. Sumber: Football Espana

Read Entire Article
Bisnis | Football |