Arsenal Dijegal Man City, Mikel Arteta Ulangi Rekor Buruk di Era Arsene Wenger

6 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Manchester City pada pekan ke-33 Liga Inggris 2025/2026. Duel di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026) malam WIB itu berakhir dengan kekalahan tipis 1-2 bagi tim tamu.

Gol pembuka tuan rumah datang melalui aksi brilian Rayan Cherki sebelum digandakan oleh Erling Haaland. Arsenal sempat menyamakan skor lewat Kai Havertz, tetapi keunggulan kualitas individu City akhirnya jadi pembeda.

Hasil ini membuat posisi Arsenal di puncak klasemen mulai goyah. Jarak poin dengan Man City kini hanya tersisa tiga angka, dengan tekanan besar jelang akhir musim.

Situasi semakin rumit karena kekalahan ini bukan sekadar kehilangan poin. Mikel Arteta justru mencatatkan catatan negatif yang mengkhawatirkan di momen krusial perebutan gelar.

Rekor Buruk yang Menghantui Arteta

Kekalahan dari Man City menjadi pukulan telak bagi Arteta dalam perburuan gelar musim ini. Sportsmole mencatat ini adalah kekalahan keempat beruntun Arsenal di kompetisi domestik, sesuatu yang belum pernah terjadi di era kepelatihannya.

Catatan tersebut menandai penurunan drastis performa The Gunners dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, mereka juga tumbang dari Bournemouth serta gagal di ajang Piala FA dan Piala EFL.

Situasi ini membuat Arsenal seperti kehilangan momentum di fase paling penting musim. Padahal, mereka sempat tampil konsisten dengan hanya tiga kekalahan dalam 49 laga awal musim.

Rekor buruk ini bahkan mengingatkan pada masa sulit klub di era Arsene Wenger musim 2017/2018. Saat itu, Arsenal terakhir kali merasakan empat kekalahan beruntun di liga domestik.

Keputusan Tarik Eze Jadi Sorotan

Selain hasil akhir, keputusan Arteta dalam pertandingan ini juga menuai tanda tanya besar. Salah satu momen paling disorot adalah saat ia menarik keluar Eberechi Eze di babak kedua, tepatnya pada menit ke-75 dan menggantikannya dengan Leandro Trossard.

Padahal, Eze baru saja menciptakan peluang berbahaya yang nyaris menghasilkan gol jka saja bola sepakan kaki kirinya dari luar kotak penalti tak menghantam tiang gawang City sebelah kanan. Ia dikenal sebagai pemain yang mampu menghadirkan momen magis, bahkan ketika tidak terlalu dominan sepanjang laga.

Keputusan tersebut dianggap mengurangi daya serang Arsenal di momen krusial. Terlebih, saat itu The Gunners sedang berusaha mengejar ketertinggalan dari tuan rumah.

Cedera yang sempat dialami Eze mungkin menjadi pertimbangan Arteta. Namun, banyak yang menilai jika sang playmaker tetap berada di lapangan hingga akhir, peluang Arsenal untuk mencuri hasil bisa saja berbeda.

(Sportsmole)

Bhayangkara FC Ungkap Kronologi dan Alasan Fadly Alberto Lakukan Tendangan Kungfu di EPA U-20

Read Entire Article
Bisnis | Football |