Allianz Bocorkan Strategi Investasi Semester II-2026

19 hours ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global masih mampu bertahan di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Meski belum ada tanda pelemahan ekonomi global yang signifikan dalam jangka pendek, investor dinilai perlu menerapkan strategi investasi yang lebih selektif dan aktif untuk menghadapi dinamika pasar pada semester II-2026.

Tim Chief Investment Officer (CIO) Allianz Global Investors menyebut ketidakpastian global masih dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari harga minyak yang tetap tinggi, inflasi di atas target di sebagian besar negara maju, hingga potensi meningkatnya volatilitas menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).

“Dampak kebijakan tarif AS mulai mereda dan kondisi geopolitik di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan harga energi, inflasi, serta dinamika politik di AS yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar,” tulis Tim CIO AllianzGI dalam laporan House View Q3 2026 yang dikutip Minggu (5/7/2026).

AllianzGI menilai strategi investasi yang hanya mengikuti pergerakan pasar tidak lagi memadai untuk menghasilkan imbal hasil optimal. Kemampuan memilih negara, sektor, dan instrumen investasi dinilai akan menjadi penentu utama kinerja portofolio, disertai fleksibilitas dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi pasar.

Saham

Menurut AllianzGI, investor juga perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan skenario yang dapat terjadi, bukan hanya memprediksi arah pasar. Risiko inflasi yang masih tinggi serta prospek suku bunga membuat aset dengan karakteristik value, income, dan quality semakin menarik.

Pada pasar saham, AllianzGI melihat saham value memiliki prospek yang positif meski tren kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) masih menjadi penggerak pasar. Segmen tersebut dinilai mampu memberikan diversifikasi sekaligus berpotensi diuntungkan oleh suku bunga yang bertahan tinggi lebih lama (higher-for-longer) dan meningkatnya perhatian investor terhadap fundamental perusahaan.

AllianzGI tetap mempertahankan pandangan positif terhadap pasar saham global. Perusahaan lebih memilih pasar AS dan negara berkembang dibandingkan Eropa dan Jepang.

Obligasi dan Emas

Di pasar obligasi, AllianzGI mencermati kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah di negara-negara maju. Dalam kondisi tersebut, perusahaan merekomendasikan pengelolaan aktif terhadap eksposur obligasi pemerintah serta meningkatkan porsi instrumen kredit berkualitas tinggi untuk membantu meredam volatilitas.

Selain itu, AllianzGI menilai obligasi pemerintah Peru bertenor 15 tahun dan obligasi pemerintah Brasil bertenor 10 tahun dalam mata uang lokal masih menawarkan prospek yang menarik.

Untuk aset alternatif, AllianzGI tetap optimistis terhadap emas sebagai instrumen diversifikasi di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap independensi bank sentral dan prospek dolar AS. Perusahaan juga mempertahankan pandangan positif terhadap komoditas melalui strategi posisi long sebagai salah satu pilihan diversifikasi portofolio.

Di tengah ketidakpastian pasar global, AllianzGI juga menilai strategi opsi dapat menjadi instrumen tambahan untuk meningkatkan diversifikasi portofolio investor.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |