25 Minimarket di Lombok Tutup, Mendag Siapkan Solusi untuk Pekerja

18 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pemerintah pusat tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak penutupan sejumlah gerai minimarket di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama terkait keberlangsungan usaha dan nasib para pekerja.

Pemerintah juga membuka peluang penyesuaian lokasi usaha agar gerai tetap dapat beroperasi sesuai aturan tata ruang yang berlaku.

Langkah ini dilakukan setelah penghentian sementara operasional 25 gerai ritel modern di Lombok Tengah memicu perhatian publik, termasuk aksi demonstrasi para pegawai yang videonya ramai beredar di media sosial.

Budi menjelaskan pemerintah berupaya mencari solusi agar kebijakan penataan wilayah tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek ekonomi dan ketenagakerjaan.

“Kita komunikasikan apakah bisa tetap berdiri dengan menyesuaikan rencana tata ruang di daerah masing-masing,” ujar Budi dikutip dari Antara, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan proses penataan wilayah berjalan seimbang dengan kepentingan pelaku usaha.

Budi menegaskan pemerintah ingin kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak yang lebih luas, khususnya terhadap para karyawan yang menggantungkan mata pencahariannya dari operasional gerai tersebut.

Murni Aspek Perizinan

Mendag Budi juga menepis anggapan adanya persoalan lain di balik penutupan gerai minimarket tersebut. Ia menegaskan kebijakan itu murni berkaitan dengan aspek perizinan serta penyesuaian terhadap aturan tata ruang yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Tidak ada isu lain, ini hanya terkait perizinan,” katanya.

Ia menjelaskan kewenangan terkait penataan wilayah dan regulasi ritel modern berada di tangan pemerintah daerah. Karena itu, apabila ada perubahan atau evaluasi kebijakan, keputusan sepenuhnya menjadi kewenangan daerah masing-masing.

“Kalau pemerintah daerah mau menata ulang, saya pikir tujuannya baik karena setiap daerah punya tata ruang, tata wilayah masing-masing,” ujar Budi.

Menurut dia, setiap wilayah memiliki karakteristik dan kebutuhan tata ruang yang berbeda sehingga kebijakan yang diterapkan juga dapat menyesuaikan kondisi daerah.

18 Alfamart dan tujuh Indomaret

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menghentikan sementara operasional 18 gerai Alfamart dan tujuh gerai Indomaret. Kebijakan tersebut dilakukan karena gerai-gerai itu disebut belum melengkapi persyaratan sesuai Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penataan Pasar Rakyat dan Ritel Modern.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah aturan mengenai jarak minimal antara gerai ritel modern dan pasar tradisional atau pasar rakyat.

Penerapan aturan itu bertujuan menjaga keseimbangan antara perkembangan ritel modern dengan keberlangsungan pasar tradisional di daerah.

Namun kebijakan penghentian operasional tersebut kemudian memicu aksi protes dari para pegawai. Sejumlah karyawan diketahui melakukan demonstrasi dan menyuarakan kekhawatiran mereka terkait kelangsungan pekerjaan. Rekaman aksi tersebut pun menyebar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Ke depan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya memperhatikan aturan tata ruang, tetapi juga keberlangsungan usaha dan perlindungan tenaga kerja.

Read Entire Article
Bisnis | Football |